NOW READING

Gamelatron: Cara Baru Menikmati Musik Tradisional dari Gamelan Virtual

 115
+
 115

Gamelatron: Cara Baru Menikmati Musik Tradisional dari Gamelan Virtual

by The Daily Oktagon
  • Kekayaan Indonesia akan budaya membuat Aaron Kuffner tertarik untuk mengembangkan salah satunya.
  • Gamelan menjadi satu budaya yang dipilih Aaron yang digabungkan dengan teknologi sejenis robot.
  • Diberi nama Gamelatron, kehadirannya mampu merepresentasikan budaya Indonesia yang diselaraskan dengan kemajuan teknologi.

Beragam jenis musik modern yang digandrungi saat ini tetap tidak dapat menggantikan ciri khas musik tradisional. Alunan nada dan suara yang mendayu dan khas dari musik tradisional selalu membuat hati terasa tenteram. Dari sekian banyak alat musik tradisional di Indonesia, beberapa di antaranya sudah sangat dikenal di seluruh dunia. Salah satu yang paling banyak diminati adalah gamelan, kumpulan dari beberapa alat musik tradisional khas pulau Jawa.

Gamelan pada umumnya terdiri dari 11 elemen alat musik, di antaranya gong, bonang, Kethuk dan Kenong. Setiap alat musik biasanya dimainkan oleh satu orang pemain musik. Namun, kemajuan teknologi memberi ide kepada Aaron Taylor Kuffner untuk menciptakan gamelan elektronik diberi nama Gamelatron. Alat musik yang diciptakannya sudah dikenal luas dan sempat dipamerkan pada Baazar Art Jakarta di Pacific Place, 27-30 Juli 2017 lalu.

Ternyata, menontin festival musik bisa membuat mental lebih sehat. Selengkapnya bisa dibaca pada artikel berikut.

Foto: gamelatron.com

Makna Hadirnya Gamelatron

Gamelatron adalah sebuah terobosan baru dari seni musik gamelan yang digabungkan unsur robotika di dalamnya. Pertunjukan yang diberikan Gamelatron terasa sangat intens dan mendalam melalui alunan suara yang dihasilkan. Alat musik seperti gong dan bonang disatukan dengan pemukul mekanik dan diatur agar dapat bergerak otomatis sesuai perhitungan. Bentuknya seperti patung bergerak sambil menghasilkan harmonisasi suara yang mampu memukau banyak orang.

Sang pembuat, Aaron Taylor Kuffner memiliki misi tersendiri untuk proyek Gamelatron ini. Karya seni ini dimaksudkan untuk melestarikan warisan musik tradisional dari gamelan melalui inovasi. Menggabungkan unsur modern dan kuno, Gamelatron hadir sebagai penanda kesiapan musik tradisional menyambut era globalisasi dan modernisasi. Melalui Gamelatron, Aaron melahirkan sebuah seni yang dapat menenangkan jiwa melalui nilai artistik yang kreatif yang dibungkus dalam kemasan yang modern.

Gamelatron merupakan salah satu karya buatan Aaron Taylor Kuffner yang bekerjasama dengan Eric Singer pada 2008. Aaron sebelumnya tertarik untuk mempelajari seni musik gamelan. Ia melakukan riset selama beberapa tahun tinggal di pulau Jawa dan Bali. Aaron mencari cara membuat instrumen hingga mengatur nada setiap alat musik. Pada September 2008, satu set perangkat Gamelatron pun selesai di buat di New York dan sudah mendapat penghargaan Artist in Residency dalam League of Electronic Musical Urban Robots.

 

Foto: gamelatron.com

 

Sosok Aaron Kuffner

Aaron Taylor Kuffner adalah seorang seniman konseptual asal Amerika yang bertempat tinggal di New York. Karya yang dihasilkannya memiliki makna khusus yang memberikan unsur keindahan dan keagungan seni. Aaron mengembangkan Gamelatron selama 9 tahun terakhir dan sudah membuat lebih dari 40 alat musik dalam berbagai ukuran dan fungsi. Karya seni ini sudah dipamerkan dan dapat dinikmati seperti pada museum dan rumah singgah. Rangkaian Gamelatron juga dipasang pada ruang publik dan institusi pendidikan serta pusat kebudayaan di berbagai negara.

Selain dibantu Erick Singer, Aaron juga meminta bantuan seniman Indonesia dalam proses pembuatan gamelan. Khusus untuk alat musik gong, Aaron bekerja sama dengan pihak museum atau Gamelan Siswo Sumartan dari Surakarta. I Made Rindhi dan anaknya, Wayan yang berasal dari Blahbatu Bali juga ikut terlibat untuk mensukseskan Gamelatron ini.

Melalui karya Gamelatron, Aaron menghasilkan prestasi yang memukau banyak orang. Salah satu yang didapatnya adalah The Andy Warhol Foundation for the Visual Arts saat karyanya dipamerkan di Clocktower Gallery. Masih banyak lagi penghargaan yang didapat melalui karyanya yang mengagumkan ini. Beragam pameran pun digelar dan diikuti di berbagai negara seperti Amerika, Inggris, Hong Kong, hingga Indonesia selama 6 tahun terakhir.

 

Foto: gamelatron.com

 

Pada pagelaran Baazar Art lalu, dipamerkan 2 gong sebagai representatif dari Gamelatron. Karya ini menunjukkan bahwa warga asing pun mampu mencintai budaya asli tanah air. Selain melestarikan, hadirnya Gamelatron memberikan sensasi yang menenangkan jiwa melalui alunan musik tradisional. Semoga misi Aaron memberikan unsur modern pada gamelan dapat berhasil membuat masyarakat Indonesia lebih mencintai kebudayaannya sendiri.

Baca juga: Menceritakan festival budaya lewat foto.

0 comments