NOW READING

Galeri Gadget Pilihan dari Ajang IFA 2016 di Berlin

 1462
+
 1462

Galeri Gadget Pilihan dari Ajang IFA 2016 di Berlin

by The Daily Oktagon
  • Ajang pameran teknologi IFA selalu ditunggu di penghujung tahun.
  • Berlangsung di Berlin, Jerman, ajang ini menjadi saksi diperkenalkannya beragam perangkat canggih dan menawan.
  • Lima di antaranya yang mampu menyita perhatian dunia, yakni duet Sony Xperia XZ dan X Compact, Moto Z Play, Acer Predator 21X, dan DJI Osmo Mobile.

Selain otomotif, perhelatan atau acara pameran yang biasanya banyak menyedot minat banyak kalangan masyarakat adalah dari industri teknologi.

Selain CES (Consumer Electronics Show) dan MWC (Mobile World Congress) yang rutin digelar tiap awal tahun, acara serupa yang tak kalah megah, dan biasanya justru digelar saat menuju penghujung tahun, adalah IFA.

Ajang IFA tahun ini sendiri sudah rampung diadakan. Bertempat di Berlin, Jerman, ajang ini menunjukkan banyak perangkat baru dari berbagai brand ternama; mulai dari smartphone, wearable device, notebook, TV, sampai berbagai perangkat lainnya.

Berikut ini beberapa gadget pilihan The Daily Oktagon, dari panggung IFA 2016:

Mungkin Anda juga tertarik membaca tentang deretan produk smarthome di CES 2016 yang berlangsung awal tahun ini

Sony Xperia XZ dan X Compact

Sony menjadi salah satu brand yang memamerkan smartphone terbarunya. Bukan cuma satu, Sony mengumumkan dua ponsel jagoannya, yang masing-masing akan bersaing di kelas mid-end dan high end.

Sony Xperia XZ bakal jadi smartphone pemimpin dari kubu Sony, membawa CPU Snapdragon 820, RAM 3 GB, serta keunggulan utama di sisi kamera; ya, Xperia XZ mengusung kamera Sony IMX300 dengan resolusi 23 MP.

Kamera tersebut, selain unggul dalam hal resolusi, juga dibekali tiga teknologi autofocus, meliputi phase detection, laser, dan color autofocus. Plus, ada pula teknologi SteadyShot yang berfungsi sebagai stabilizer saat merekam video.

Sony Xperia XZ dan X Compact IFA 2016

Kamera 23 MP IMX300 ini juga dipakai oleh perangkat satunya, Xperia X Compact. Smartphone dengan dimensi layar 4,6 inci ini bakal jadi jagoan untuk urusan memotret.

Perbedaan X Compact dengan Xperia XZ adalah pada kemampuan dan kinerja komputasi, Xperia XZ lebih mumpuni hingga ditempatkan di kasta tertinggi, dibandingkan X Compact.

Sony hanya membekali CPU kelas menengah Snapdragon 650 plus RAM 3 GB pada X Compact. Bahkan, performanya bisa jadi masih kalah, jika diadu melawan Xperia Z5 Compact yang rilis pada 2015 kemarin.

Bagi yang berminat, Sony Xperia XZ kabarnya dibanderol € 699 (atau setara Rp 10,3 juta), sedangkan Xperia X Compact sedikit lebih murah dengan harga € 499, atau sekitar Rp 7,3 juta.

Simak juga ulasan tentang smartphone kelas menengah yang layak dipertimbangkan di sini

Moto Z Play

Sebelumnya, Lenovo sudah punya dua smartphone dari keluarga Moto Z, yaitu Moto Z dan Moto Z Force. Keduanya jadi wakil Moto di kelas flagship.

Nah, sebagai pelengkap sekaligus wakil di segmen mid-end, Lenovo menambah satu smartphone lagi, yaitu Moto Z Play.

Secara desain, Moto Z Play tak jauh beda dari dua pendahulunya. Bagian belakang bodinya terbuat dari material kaca.

Moto Z Play IFA 2016

Yang menarik dari Moto Z Play, selain kamera 16 MP yang menonjol, tak lain adalah sebuah konektor yang terdapat di sisi belakang bagian bawah.

Konektor ini berfungsi untuk menghubungkan smartphone dengan berbagai aksesori yang disebut MotoMods. Pada dasarnya, MotoMods berbentuk sebagai casing yang menawarkan fungsi tambahan; mulai dari speaker eksternal, proyektor eksternal, hingga lensa kamera eksternal bikinan Hasselblad.

Di samping keunikan dari bermacam aksesori tambahan, Moto Z Play menawarkan kinerja kelas menengah lewat CPU Snapdragon 625 serta RAM 3 GB. Bermain game juga bakal terasa cukup nyaman menatap layar 5,5 inci full HD yang dimilikinya.

Sadar akan potensi yang dibawa smartphone-nya ini, Lenovo pun mematok harga cukup tinggi untuk menebus Moto Z Play, yakni €499, atau sekitar Rp 7,3 juta.

Acer Predator 21X

Smartphone bukan satu-satunya produk yang bisa unjuk gigi di ajang IFA 2016. Notebook pun tetap bisa jadi daya tarik, contohnya seperti Acer Predator 21X.

Bukan tanpa alasan notebook ini bisa mencuri perhatian dunia. Acer Predator 21X adalah gaming notebook monster yang sangat buas. Pertama, layarnya berdimensi 21 inci dengan resolusi 2560 x 1080 px. Dengan layar super besar, otomatis membuat notebook ini lebih pantas dikatakan desktop PC portabel. Bahkan, bobotnya mencapai 8 kg!

Tidak hanya besar, layar 21 inci ini juga punya bentuk melengkung, sehingga menjadikan Predator 21X sebagai notebook layar lengkung pertama di dunia.

Acer Predator 21X IFA 2016

Untuk menunjang kebuasannya, Acer menyematkan prosesor Intel Core K series generasi ketujuh plus dua buah GPU NVIDIA GTX 1080.

Sementara kapasitas RAM yang bisa ditampungnya adalah 64 GB, serta storage hingga kapasitas 4 TB.

Dengan spesifikasi super tinggi, apakah gaming notebook ini bakal hasilkan panas berlebih? Bisa jadi. Maka itu tak heran jika Acer mengaplikasikan sistem pendingin ekstra dengan delapan buah heatpipe dan lima buah kipas.

Performa buas bukan satu-satunya fokus Acer dalam merancang gaming notebook yang satu ini. Acer turut memerhatikan kenyamanan pengguna dengan menghadirkan mechanic keyboard serta audio kelas atas berkat konfigurasi speaker 4.2 dengan dua subwoofer aktif.

Kabarnya, Acer Predator 21X baru akan tersedia pada 2017 dengan kisaran harga US$ 5.000, atau setara dengan Rp 65 jutaan.

Sudah tahu tentang notebook terbaru dari Xiaomi? Baca pembahasannya di sini

DJI Osmo Mobile

Satu lagi perangkat yang tampil cukup mencolok di IFA 2016 datang dari kubu DJI. Bukan drone, perangkat yang kali ini diperkenalkan oleh DJI adalah stabilizer DJI Osmo Mobile yang diciptakan untuk dipasangkan dengan smartphone.

DJI Osmo Mobile punya bentuk dan fungsi yang serupa dengan DJI Osmo biasa. Perbedaan utama yang paling mencolok yakni ketiadaan kamera. Karena dirancang untuk smartphone, maka DJI Osmo Mobile tidak memiliki kamera sendiri, karena fungsinya yang fokus untuk jadi stabilizer.

DJI Osmo Mobile IFA 2016

Seluruh pengambilan gambar mutlak mengandalkan kamera dari smartphone. DJI pun merekomendasikan untuk menggunakan smartphone dengan kamera kelas atas seperti iPhone 6 ke atas, Samsung Galaxy S6 ke atas, atau Sony Xperia Z5 ke atas.

Sebagai stabilizer, DJI Osmo Mobile punya senjata utama berupa three-axis gimbal stabilizer yang akan mengeliminasi segala guncangan yang terjadi saat merekam video.

Selain itu, DJI Osmo Mobile punya fitur ekstra bernama ActiveTrack yang secara otomatis mengunci dan mengikuti objek yang dikeker. Fitur ActiveTrack ini juga bisa berfungsi optimal ketika melakukan selfie atau vlogging menggunakan kamera depan smartphone.

Dengan begitu DJI Osmo Mobile akan selalu mencari dan mengikuti wajah kita secara otomatis. Jika tidak ada halangan, DJI Osmo Mobile sudah tersedia akhir September ini dengan harga jual US$ 299, atau sekitar Rp 4 jutaan.

Bagaimana? Apakah ada di antara deretan device di atas yang menarik minat Anda?

Jika Anda sedang berburu action cam, ikuti kiat untuk memilih action cam berikut ini, agar tak salah beli

0 comments