NOW READING

FujiGuys, Komunitas Pencinta Mirrorless FujiFilm

 175
+
 175

FujiGuys, Komunitas Pencinta Mirrorless FujiFilm

by The Daily Oktagon
  • Sempat tidak terdengar, kini nama Fujifilm kembali ramai diperbincangkan sebagai produsen kamera mirrorless yang mumpuni.
  • Komunitas FujiGuys Indonesia boleh dikatakan sebagai salah satu pihak yang berjasa dalam mempopulerkan kembali nama Fujifilm di pasar kamera Indonesia.
  • FujiGuys Indonesia tidak hanya jadi ajang berkumpul pengguna kamera buatan Fujifilm tetapi juga sebagai wadah untuk berbagai pengalaman dan ilu sekaligus keunggulan dari kamera Fujifilm.

Beberapa waktu lalu, pasar perangkat kamera di Indonesia terlihat goyah dengan kehadiran perangkat smartphone dengan kemampuan kamera yang baik.

Berusaha menyesuaikan tren tersebut, pasar dan industri perangkat kamera pun dengan cepat merilis perangkat kamera mirrorless yang umumnya lebih ringan dan ringkas dari DSLR, dengan kemampuan fotografi yang terbaik ketimbang smartphone.

Di antara begitu banyak nama ada satu nama yang familiar namun cukup lama tidak terdengar, yaitu Fujifilm. Meski namanya baru ramai kembali diperbincangkan, namun di Indonesia rupanya penggemar sekaligus pengguna kamera mirrorless merek ini sudah cukup banyak.

Bahkan boleh dikatakan mereka ini yang berjasa membuat nama Fujifilm populer dan eksis kembali sebagai salah satu brand kamera yang patut dipertimbangkan ketika memilih kamera mirrorless.

Wadah Berbagi “Siasat”

FujiGuys Indonesia adalah salah satu komunitas pengguna kamera mirrorless buatan Fujifilm yang keanggotaannya sudah mencapai tingkat nasional karena tersebar di beberapa kota di Indonesia.

“FujiGuys Indonesia telah hadir di Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Medan serta menyusul beberapa daerah lainnya seperti Solo, Makassar, dan Bali. Tercatat anggota yang teregistrasi mencapai 785 orang,” ujar Bayu Aribowo, anggota yang bergabung sejak awal pendirian FujiGuys Indonesia.

Saling tukar ilmu antar anggota komunitas (Dok. Fujiguys Indonesia)

Pria yang akrab disapa Bayu tersebut menceritakan bahwa komunitas ini resmi berdiri pada tanggal 2 Januari 2016 bertepatan pada kopi darat pertama kali yang berlangsung di Senayan City namun idenya sebenarnya sudah muncul di tahun 2015.

Berlokasi di Depok saat itu beberapa orang sesama pengguna kamera Fujifilm sepakat untuk bersama-sama melakukan hunting foto yang kemudian hasil foto mereka diunggah ke salah satu grup Fujifilm di media sosial Facebook.

Dari situ kemudian banyak orang yang bertanya tentang kegiatan hunting foto sehingga akhirnya digagas sebuah grup WhatsApp. Hanya dalam waktu seminggu sudah terkumpul 40 teman baru, dan berlanjut pada setiap kegiatan hunting foto jumlah anggotanya semakin banyak.

“Pada kopi darat yang pertama kali barulah diresmikan sebagai sebuah komunitas yang tidak hanya tempat berkumpul sesama pengguna kamera Fujifilm, tetapi juga wadah untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kamera merek ini,” beber Bayu.

Simak juga komunitas motovlogger, yang gemar vlogging dari atas motor! 

Sub Genre

Tidak hanya berkumpul namun hal paling menarik dari kegiatan yang diadakan oleh komunitas FujiGuys Indonesia juga sangat edukatif. Bayu menyebutkan bahwa dalam komunitas itu berbagi ilmu fotografi adalah hal yang paling diminati, bahkan di dalamnya ada beberapa jenis ilmu fotografi yang dibagikan serta didukung oleh beberapa mentor.

“Ada sub genre foto seperti Landscape & Cityscape, Street & Human Interest, Potraiture, dan Toys, Food, Macro. Bahkan kami juga menyediakan room khusus bagi anggota dari kalangan perempuan yang disebut FujiGuys Indonesia (FGI)-Girls yang juga tidak kalah eksis,” ungkap Bayu.

Pada gathering yang dilaksanakan Januari 2017 lalu, sekaligus bertepatan dengan ulang tahun pertama komunitas ini, terdapat acara workshop yang dihadiri oleh 137 anggota.

Sharing Room, workshop berkala oleh FGI (Dok. Fujiguys Indonesia)

Event bernama Sharing Room adalah workshop berkala yang menjadi favorit dari setiap anggota di berbagai daerah, sebab akan dipilih beberapa tema fotografi yang akan dibahas dan dipraktekkan bersama, sehingga pengalaman dan pengetahuan yang dibagikan akan lebih jelas ketimbang hanya membaca panduan teks.

Sharing Room sendiri sudah digelar sebanyak 5 kali, dan tidak hanya di Jakarta saja tetapi juga perwakilan FujiGuys di kota lain.

Melihat halaman situs FujiGuys Indonesia pun, pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi ragam kegiatan komunitas, melainkan juga informasi terbaru tren kamera, petunjuk manual dan unduhan firmware untuk setiap seri kamera, hingga review, tips dan tricks perangkat serta aksesori.

Baca juga: Code4Nation, “Pasukan” Coding Wujud Cinta Tanah Air

Kamera Andalan

Bayu sendiri memfavoritkan Fujifilm X-100F sebab modelnya yang terkesan vintage dan memang hal tersebut menjadi salah satu daya tarik setiap kamera Fujfilm. Menurutnya kamera mirrorless Fujifilm memenuhi desain kamera yang tidak hanya menarik tetapi juga ringkas dan hasil fotonya sangat baik, dalam bentuk digital maupun printing.

“Ditambah dengan fitur film simulasi seperti Classic Chrome atau Acros maka hasil jepretan serasa kembali ke jaman menggunakan film. Aksesoris yang saya sukai salah satunya adalah printer Instax Share SP-2 sehingga hasil foto bisa langsung dicetak dengan konektivitas Wifi,” imbuh pria yang menyukai kategori street photography ini.

Serunya workshop fotografi (Dok. Fujiguys Indonesia)

Sementara Wira Siahaan, anggota sekaligus tutor pada event Sharing Room mengaku awalnya menggunakan Fujifilm X100S sebagai kamera digital pertamanya.

Namun akhirnya ia memutuskan membeli Fujifilm X20. “Setahun menggunakannya, saya menjadi sudah cocok dengan merek tersebut. Akhirnya saya upgrade menggunakan Fujifilm X-T1 kemudian X-T2 dan hingga saat ini saya pergunakan untuk kebutuhan profesional,” tutur Wira.

Menurut Wira, selain warna yang dihasilkan yang sangat bagus, desain bentuk dari kamera juga sangat cocok untuknya. Tidak ketinggalan kualitas jajaran lensa yang menurut Wira sangat bagus sehingga membuat siapa pun pengguna kamera Fujifilm akan merasa nyaman dengan brand ini.

Baik Bayu maupun Wira mengaku bahwa keduanya sangat nyaman dengan komunitas ini karena berisikan orang-orang yang sangat antusiasme dalam mempelajari ilmu fotografi dan mengeksplor bersama-sama kemampuan dari perangkat kamera Fujifilm yang dimiliki, bukan sekadar membeli perangkat karena mereknya saja.

Apakah kalian termasuk yang sepaham dengan keduanya? Jika ya, maka Anda bisa berkunjung ke situs FujiGuys Indonesia dan segera bergabung dengan komunitas tersebut.

Apa yang dilakukan presenter Putri Marino dengan mirrorless andalannya? Simak di sini.

0 comments