NOW READING

Fujifilm X-E3, Lebih Gesit dan Lebih Compact

 670
+
 670

Fujifilm X-E3, Lebih Gesit dan Lebih Compact

by The Daily Oktagon
  • Satu lagi kamera teranyar bikinan Fujifilm yang meramaikan pasar mirrorless: Fujifilm X-E3
  • Kamera ini masih menggunakan sensor dan prosesor yang sama seperti pendahulunya, tapi dengan peningkatan fitur
  • Bentuknya compact, memiliki layar sentuh, dan didukung jaringan wireless Bluetooth plus WiFi

Pesona kamera mirrorless saat ini bisa mengungguli kamera DSLR, khususnya bagi pengguna biasa. Kamera mirrorless memiliki daya tarik lewat dimensinya yang compact, kualitas yang baik, serta kepraktisan penggunaan. Dan satu kamera mirrorless anyar yang patut untuk disimak adalah X-E3 dari Fujifilm.

Berikut ini adalah ulasan The Daily Oktagon tentang kamera mirrorless compact dengan fitur yang patut diperhitungkan ini.

Sensor Lama dengan Performa Baru

Buat Anda yang familiar dengan kamera buatan Fujifilm mungkin bakal langsung mudah beradaptasi dengan X-E3. Penyebabnya karena kamera ini menggunakan sensor yang sama seperti beberapa kamera Fujifilm sebelumnya, seperti X-Pro2 atau X-T2.

fujifilm x-e3

Ya, X-E3 mengandalkan sensor 24,3 megapiksel (bisa rekam hingga 4K) dengan prosesor gambar X-Processor Pro, tapi tentu saja Fujifilm juga menyertakan beberapa peningkatan pada kemampuannya. Peningkatan yang paling terasa adalah shutter lag-nya yang lebih cepat, kini mencapai 0,05 detik. Bisa juga memotret burst hingga 14 fps dengan mengandalkan electronic shutter.

Simak rekomendasi kamera mirrorless untuk kebutuhan video di artikel ini.

Untuk memaksimalkan penggunaan di segala kondisi, jangkauan ISO-nya pun sudah diperluas. Kalau biasanya antara 200-12.800, kini mencapai 100-51.200 yang artinya terjadi peningkatan drastis.

Satu lagi peningkatan yang signifikan dari seri sebelumnya (X-E2 dan X-E2s) adalah kemampuan PDAF-nya. Jumlah titik autofocus yang sebelumnya hanya 49 sudah diperluas menjadi 91 titik fokus.

fujifilm x-e3

Nyaman untuk Pengguna non Pro

Ketika dibandingkan seri X-E2, dimensi bodi X-E3 sedikit lebih kecil. Sementara bagian grip-nya cukup mirip dan enak dipegang karena berbalut kulit bertekstur. Dan setelah mencobanya, bisa disimpulkan kalau X-E3 adalah mirrorless yang sangat nyaman untuk mobilitas tinggi.

Contohnya, jika kita adalah pengguna yang bukan golongan profesional, artinya kita tidak akan sering berganti-ganti lensa dan cenderung jarang menggunakan lensa besar. Nah dimensi dan bobot X-E3 ini bakal memudahkan kita saat memotret.

fujifilm x-e3

Namun sebaliknya, untuk pengguna pro yang mungkin bakal sering menggunakan lensa besar, bodi X-E3 bakal terasa “kebanting” dengan lensanya. Bisa dibilang lebih berat lensa daripada kameranya. Hal ini pasti bakal mengurangi kenyamanan karena bobotnya jadi lebih condong ke depan akibat lensa yang lebih berat.

Melihat serunya FujiGuys, komunitas pencinta mirrorless Fujifilm, saat workshop hanya di sini.

Dilengkapi Bluetooth

Sepele tapi sangat penting. Apa jadinya jika kamera mirrorless super compact tidak disertai konektivitas yang lengkap. Beruntung Fujifilm X-E3 sudah disokong Bluetooth dan aplikasi pendukung Camera Remoteuntuk berkomunikasi dengan smartphone.

Dengan aplikasi ini, kita bisa memindahkan foto yang sudah kita jepret di kamera langsung menuju smartphone untuk kemudian dibagikan di media sosial. Namun, untuk proses transfernya sendiri tidak menggunakan Bluetooth, melainkan WiFi agar lebih cepat.

Layar Touchscreen

Fujifilm benar-benar memerhatikan kebutuhan dan kemudahan bagi para pengguna X-E3. Hal ini tercermin dari adanya viewfinder elektonik serta layar berukuran 3 inci untuk membidik objek foto sekaligus melihat hasilnya.

fujifilm x-e3

Layar 3 inci ini juga sangat berguna sekali untuk mengatur konfigurasi kamera. Apalagi dengan dukungan touchscreen, kita bakal merasakan kemudahan ketimbang memencet tombol yang memerlukan lebih banyak langkah untuk memilih menu. Plus, kehadiran layar sentuh juga membuat kegiatan memilih foto, misalnya untuk ditransfer atau dihapus jadi lebih praktis.

Wajib Baterai Cadangan

Kekurangan dasar dari sebuah kamera mirrorless pada umumnya adalah ketahanan baterainya. Dimensi yang lebih compact juga berimbas pada kapasitas baterai yang lebih kecil. Masalah ini juga kita temukan pada Fujifilm X-E3.

Kami sendiri tidak begitu detail memerhatikan seberapa kuat baterainya. Untuk sekadar perkiraan saja, kita bisa mengambil antara 250 hingga 350 foto dengan satu baterai, sedangkan jika digunakan untuk merekam video Full HD, durasi yang bisa diambil sekitar dua jam.

Intip juga tiga kamera mirrorless modern dengan sentuhan klasik di sini.

Di pasar global, Fujifilm X-E3 dilepas dengan banderol US$ 899 atau jika dikonversi ke rupiah yakni sekitar Rp12 juta untuk body only. Ada juga paket lensa yang ditawarkan, yaitu bundling lensa XF18-55mm total seharga Rp15 jutaan atau XF23mm seharga Rp18 jutaan.

0 comments