NOW READING

Fujifilm X-A3, Kamera Mirrorless yang Naik Kelas

 3349
+
 3349

Fujifilm X-A3, Kamera Mirrorless yang Naik Kelas

by The Daily Oktagon
  • X-A3 adalah suksesor dari X-A2, kamera mirrorless Fujifilm yang melenggang pada 2015.
  • Kesan desain premium nan mewah begitu terasa kuat dari bodi X-A3 yang ‘dibalut’ lebih banyak aksen bermaterial aluminium dan kulit di bodi bagian depan.
  • Mirrorless ini mengusung sensor dengan resolusi 24MP yang dapat mengambil foto yang tajam baik dalam waktu siang atau malam hari. Sensor tersebut tergolong sensor jenis APS-C yang biasanya ditemui pada kamera SLR kelas konsumer.

Keseriusan Fujifilm membesut kamera mirrorless dibuktikan lewat kehadiran X-A3, seri mirrorless terbaru yang dirilis akhir 2016.

X-A3 sendiri merupakan suksesor dari Fujifilm X-A2 yang meluncur pada 2015. X-A2 adalah seri mirrorless Fujifilm dengan harga yang tergolong terjangkau di kelasnya. Belum lagi, padanan desain stylish dengan sejumlah fitur mumpuni menjadi senjata andalan X-A2.

Jika X-A2 saja sudah bisa dibilang cukup memuaskan, X-A3 diklaim hadir lebih dari semua yang telah disebutkan. Karena ‘naik kelas’, ada beberapa perubahan drastis yang muncul baik pada segi fitur dan desain yang ada di kamera ini. Simak ulasan lengkapnya bersama The Daily Oktagon berikut ini.

Kesan Pertama

X-A3 tidak terlalu memiliki banyak perbedaan dalam segi ukuran dibanding saudara mudanya. Tapi, kesan desain premium nan mewah begitu terasa kuat dari bodi X-A3 yang dibalut lebih banyak aksen bermaterial aluminium dan kulit di bodi bagian depan.

Kamera ini sendiri tersedia dalam tiga varian warna: coklat, hitam dan pink. Namun warna coklat terasa begitu pas membalut bodi X-A3, padanan dua material yang melapisi bodi depan begitu terasa solid dan membuat look kamera ini lebih atraktif dan punya sense of prestige yang tinggi.

Menariknya, jika kami bandingkan harga X-A3 yang berkisar di Rp 8 jutaan dengan kamera DSLR yang harganya berkali-kali lipat di atas seri ini, desain kamera DSLR yang dijual di pasaran pada umumnya masih kalah jauh dibanding X-A3, yang hadir elegan dengan penegasan ‘karakter’ mirrorless yang kuat.

Bodi bagian belakang X-A3 juga cukup luas. Terdapat layar sentuh yang cukup besar berukuran 3 inci, yang kami rasa sangat jelas menampilkan hasil jepretan. Layar tersebut bisa di-flip ke atas jika pengguna ingin memakai modus selfie.

Fujifilm_X-A3_3

Hasil jepretan masih bisa terlihat dari atas karena besarnya layar. Jadi, tidak ada alasan untuk tak membawa mirrorless ini ke selebrasi besar seperti menonton konser, menghadiri pesta atau sekadar berkumpul dengan teman-teman.

Kami merasakan kamera ini relatif tidak berat, ini tentu wajar mengingat kamera ini berkategori mirrorless. Memegang kamera ini dengan satu tangan pun tidak masalah. Semua tombol dan pemutar yang ada di kamera terasa begitu pas.

Hanya saja pada bagian lensa, materialnya masih terbuat dari plastik. Kami pikir, akan lebih baik jika lensa terbuat dari material aluminium karena akan bersinergi dengan material aluminium pada bodi kamera. Namun, lensa aluminium memang dapat membuat beban kamera menjadi lebih berat sehingga masuk akal bagi Fujifilm memilih material plastik untuk mengimbangi berat kamera dan lensa.

Xiaomi juga tidak mau kalah meluncurkan mirrorless. Simak saja ulasan kami di sini

Mudah Digunakan

Layout pengaturan X-A3 identik dengan apa yang ditampilkan pada seri X-A2. Tidak ada perbedaan dengan X-A2 dalam hal pengaturan, kami beri nilai tambah pada poin ini karena Fujifilm selalu berupaya untuk memberikan kemudahan dalam pengaturan seri mirrorless-nya. Kami rasa, X-A3 juga bisa digunakan oleh kalangan fotografer awam atau pemula.

Kontrol utama yang pengguna butuhkan ditempatkan pada posisi yang pas. Roda mode dial dan fokus seperti biasa ditempatkan di bagian atas kamera, dekat dengan tombol shutter.

Jika pengguna ingin menge-scroll menu atau foto yang sudah diambil, bisa menggunakan tombol directional atau memanfaatkan layar sentuh. Layar sentuh ini memiliki peningkatan yang baik, terutama hadirnya fitur Pinch to Zoom yang sangat membantu melihat hasil foto yang diambil.

Fujifilm_X-A3_2

Tak hanya itu, manfaat layar sentuh lain yang kami rasakan adalah ketika mengatur pencahayaan atau saturasi warna foto hanya dengan menjetikkan jari di layar dan menarik (drag) dengan mudahnya. Layar sentuh juga menjadi nilai tambah X-A3 karena memiliki kualitas yang responsivitasnya sama dengan level layar sentuh smartphone.

Menyoal konektivitas, X-A3 memiliki fitur konektivitas super lengkap, termasuk port HDMI dan USB 2.0, serta slot kartu SDXC yang mendukung kapasitas penyimpanan hingga 512GB. Ada pula fitur Wi-Fi built in yang membuat berkirim foto dari kamera ke smartphone tak perlu repot dan memakan waktu.

Profil kamera mirrorless Canon terbaru bisa diintip di sini

Kualitas Hasil Jepretan

X-A3 mengusung sensor dengan resolusi 24MP yang dapat mengambil foto yang tajam baik di siang atau malam hari. Sensor ini tergolong sensor jenis APS-C (Advanced Photo System type-C) yang biasanya ditemui pada kamera SLR kelas konsumer.

Sensor ini memiliki sensitivitas hingga ISO 25600. Saat menguji hasil jepretan, kami tidak menemukan adanya noise saat menggunakan kamera dengan ISO hinggga 6400. ISO di kisaran tersebut padahal sensitif saat menjepret foto di malam hari dan riskan terkena noise.

Selain itu, kami menjajal fitur quick shutter speed pada malam hari, dan kamera ini mampu melakukan fitur tersebut dengan ISO 12800. Hanya saja, hasil jepretan memperlihatkan beberapa noise yang muncul.

Soal ketajaman gambar hasil jepretan X-A3, semua tentu berkat lensa Fujifilm 15 to 50mm. Sementara lensa 31mm dapat menghasilkan kualitas gambar yang nyaris seperti apa yang mata manusia bisa lihat, karena lensa tersebut digunakan pada sensor jenis APS-C.

Hasil foto (Fujifilm/Norifumi Inagaki)

Hasil foto (Fujifilm/Norifumi Inagaki)

Jika ingin menjepret objek dengan fitur zoom yang lebih besar, maka harus membeli lensa lain. Namun jika tidak ingin merogoh kocek, jangan khawatir, kamera ini memiliki resolusi super tajam. Pengguna bisa menge-crop gambar hingga 50 persen sehingga otomatis objek akan ter-zoom lebih besar.

Pada modus natural, hasil reproduksi warna relatif sempurna. X-A3 mampu beradaptasi dengan pencahayaan yang berbeda dan dapat mengatur white balance sesuai dengan kondisi yang ada.

Setelah punya kamera, harus diperhatikan pula cara menyimpannya. Kiatnya ada di sini

Untuk urusan gaya filter, kamera ini memiliki banyak pilihan yang cukup menghibur. Misalnya film simulation yang dapat menghasilkan foto dengan tone ala Fujifilm, vivid film (sama seperti Kodak Kodachrome), soft film, hingga sepia.

Ada pula filter khusus untuk foto HDR atau dengan pencahayaan yang tinggi, warna selektif, blur dan warna kontras. Filter ini menjadi fitur pelengkap yang sangat membantu preferensi penggunanya, karena kualitas filter Fujifilm jauh lebih baik ketimbang filter yang ada di aplikasi photo filtering umumnya.

Jangan lupakan bahwa X-A3 juga bisa merekam video HD. Kamera ini bisa merekam video 1080p dengan frame rate 60 FPS (Frame per Second).

Hanya, kualitas video yang kami dapatkan tidak semaksimal kualitas foto yang diciptakan. Namun setidaknya kualitas video kamera ini masih mengungguli kualitas video bidikan seri mirrorless Fujifilm lainnya.

Fujifilm X-A3 benar-benar pembuktian seri mirrorless yang naik kelas. Khusus bagi yang ingin upgrade mirrorless dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Kamera ini menawarkan kualitas foto kelas SLR dengan desain yang stylish. Sebuah tawaran teknologi yang menggiurkan.

 

0 comments