NOW READING

Fujifilm X-Pro 2, Si Cepat dan Responsif dengan Hybrid Viewfinder

 2120
+
 2120

Fujifilm X-Pro 2, Si Cepat dan Responsif dengan Hybrid Viewfinder

by The Daily Oktagon

Fujifilm X-Pro 2 adalah varian kamera mirrorless flagship layaknya Fujifilm X-T1. Di segmen mirrorless kelas premium ini, Fujifilm X-Pro 2 bersaing secara langsung dengan brand ternama lain. Dibandingkan kamera kelas atas Fujifilm sebelumnya (X-Pro 1), X-Pro 2 bisa dibilang revolusioner karena menawarkan resolusi lebih besar mencapai 24 MP.

The Daily Oktagon sudah menyiapkan ulasan menarik tentang Fujifilm X-Pro 2, si cepat dan responsif dengan hybrid viewfinder. Yuk, langsung simak!

Seri X yang Revolusioner

Revolusi yang dibawa Fujifilm X-Pro 2 bukan hanya soal besaran megapiksel. Kamera ini membawa beberapa pembaruan yang tentunya bakal sangat membantu penggunanya. Sebut saja beragam pilihan lensa X-mount yang bisa diganti-ganti, sistem hybrid viewfinder, dan hybrid memory card slot.

Dengan hybrid viewfinder, Anda bisa menggunakan optical viewfinder atau electric viewfinder pada Fuji X-Pro 2. Pilihan ini membuat lebih leluasa dan optimal dalam membidik obyek foto. Hasil jepretan fotonya sendiri bisa langsung dilihat melalui layar berukuran sedang, yakni 3 inci.

x-pro-2-03Berkat penggunaan sensor CMOS X-Trans generasi ketiga dan prosesor X-Pro terbaru, pengoperasian pada Fujifilm X-Pro 2 terasa luar biasa cepat. Untuk proses booting, Fujifilm X-Pro 2 hanya membutuhkan waktu 0,4 detik. Sedangkan untuk memotret, shutter lag-nya ada di angka 0,05 detik. Maka tidak heran apabila Fujifilm X-Pro 2 juga bisa diandalkan memotret cepat atau burst mode. Secara default, sekali jepret bisa menghasilkan 8 foto.

Bagaimana dengan kualitas fotonya? Di atas kertas, resolusi 24 MP tentu mendongkrak ketajaman gambar yang dihasilkannya. Namun, untuk memotret di kondisi cukup cahaya, kamera lain pun banyak yang berkualitas.

Untuk memotret dengan kondisi cahaya kurang, Fujifilm X-Pro 2 sangat bisa diandalkan dengan ISO maksimal di angka 6.400. Selebihnya, hasil foto mungkin akan terlihat memiliki noise yang tinggi. Anda bahkan bisa menggunakan ISO hingga 51.200.

Anda wajib baca artikel ini, Tiga Jagoan Kamera Mirrorless Premium dengan Fitur Fantastis

Bodi Compact dengan Tombol Unik

Fujifilm X-Pro 2 memiliki bodi yang compact dengan panjang 14 sentimeter, lebar 8 sentimeter, dan tebal 4,5 sentimeter. Sementara bobotnya hanya 500 gram. Secara desain, X-Pro 2 identik dengan X-Pro 1. Bodinya terbuat dari magnesium alloy yang tahan cuaca ekstrem.

Fujifil X-Pro 2Ya, Fujifilm X-Pro 2 membawa label weather-resistant. Artinya, kamera ini diklaim bisa tetap digunakan di bawah kondisi yang kurang memungkinkan. Di kondisi dingin, berdebu, atau bahkan hujan. Karenanya Anda bisa tetap memotret dengan tenang tanpa takut kehilangan momen berharga di segala kondisi.

Ada satu keunikan yang menjadi ciri khas Fujifilm X-Pro 2. Di bagian depannya, ada tombol khusus untuk pengaturan komposisi exposure dan kecepatan shutter secara cepat. Untuk penggunaan awal, letak tombol ini mungkin akan menyulitkan. Namun, jika sudah terbiasa akan terasa nyaman.

Belum Bisa Merekam 4K

Saat ini membeli kamera hanya untuk kebutuhan memotret rasanya akan mubazir. Begitu pun dengan para produsen, menciptakan kamera dengan kemampuan merekam video sudah menjadi sebuah standar baru.

Sayangnya, pada Fujifilm X-Pro 2, Anda tidak bisa merekam video 4K karena resolusi yang didukung hanya sampai full HD saja. Untuk saat ini, resolusi full HD masih tergolong mumpuni karena ekosistem video saat ini pun masih belum sepenuhnya mendukung 4K.

contoh-foto-x-pro-2Contoh hasil foto Fujifilm X-Pro 2

Merekam video full HD menggunakan Fujifilm X-Pro 2 bisa mendukung lima pilihan frame per second, yakni 24, 25, 30, 50, dan 60. Agar lebih maksimal, jumlah titik fokus yang dimilikinya pun kini sudah bertambah dari sebelumnya 49 titik menjadi 77 titik. Fujifilm X-Pro 2 juga memiliki port mikrofon eksternal untuk merekam suara dengan lebih jernih dan detail.

Baca juga, Ini kamera Mirrorless yang Jadi Masa Depan Industri Fotografi

0 comments