NOW READING

Foodgasm, Kombinasi Internet of Things dan Food Delivery Service

 149
+
 149

Foodgasm, Kombinasi Internet of Things dan Food Delivery Service

by The Daily Oktagon
  • Foodgasm membawa jasa pengantaran makanan ke tingkat yang lebih tinggi.
  • Pengguna Foodgasm akan dimanjakan dengan singkatnya proses pemesanan.
  • Internet of Thing juga sudah dipakai dalam sistem pengantaran makanan Foodgasm.

Majunya dunia teknologi dan digital seperti sekarang ini membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah. Salah satunya adalah membeli makanan dengan jasa pesan antar atau delivery service. Memesan makanan dengan jasa antar ini sekarang bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari saja.

Untuk memberikan pengalaman yang berbeda dan memberikan pelayanan yang terbaik, Foodgasm melakukan inovasi dalam dunia jasa pengantaran makanan. Aplikasi khusus food delivery services ini mengkombinasikan dua unsur dari dunia teknologi yang ternyata bisa bekerja sama dengan baik. Hal tersebut adalah online service dan juga Internet of Things.

Coba berbelanja di pasar tradisional menggunakan aplikasi Tumbas.in

Credit: Foodgasm

Beroperasi Sejak Februari 2017

Aplikasi yang menyediakan jasa pesan antar makanan ini ternyata baru beroperasi awal tahun ini, tepatnya bulan Februari 2017. Sebelumnya, pada 2015, aplikasi ini baru dibuat untuk memecahkan permasalahan dari panjangnya proses pemesanan lewat aplikasi online. Akhirnya proyek ini mulai terealisasi saat menjalankan aplikasi percobaan atau beta pada Februari 2016.

Marshall Jahja, selaku CEO Foodgasm, mengatakan bahwa untuk jasa pengantaran atau delivery masih baru akan diimplementasikan. “Aplikasi ini baru akan komersial pada bulan Oktober mendatang,” ujar Marshall. Sebagai compliment untuk para pelanggan, saat ini Foodgasm memberikan promo khusus untuk para pengguna berupa voucher sebesar Rp10.000 per transaksi.

Lihat figur Marshall Jahja, sang pendiri Foodgasm pada tautan ini.

Credit: Foodgasm

Mempersingkat Proses Pemesanan

Untuk memberikan pelayanan yang cepat dan efisien, Foodgasm menyederhanakan tahapan pemesanan makanan yang dilakukan oleh aplikasi sejenis. “Kami ingin mengantarkan sebuah layanan pesan antar yang prima karena kita spesialis untuk foodtech,” jelas Marshall. Langkah yang dilakukan cukup mudah, awalnya pelanggan melakukan pemesanan melalui aplikasi. Kemudian, pesanan akan langsung masuk ke restoran dengan alat khusus. Alat khusus tersebut menjadi pembeda dengan aplikasi lainnya yang masih memakai cara manual dan menggunakan sistem talangan untuk membeli pesanan. Alat spesial itu berupa mesin cetak atau printer yang dibuat khusus oleh Foodgasm. Printer ini merupakan salah satu Internet of Things (IoT) yang dimiliki oleh Foodgasm karena bisa mencetak pesanan secara otomatis hanya dengan jaringan internet.

Saat ini Foodgasm telah bekerja sama dengan 600 outlet yang ada di wilayah layanan mereka, seperti Toscana, Kirana Cuisine of India, dan Portico Terrace Bistro. Foodgasm pun sudah menyediakan beberapa sistem pembayaran antara lain kartu kredit, Doku, ataupun Line Pay sehingga pembayaran bisa dilakukan dengan sangat mudah.

Credit: Foodgasm

Ada di Empat Kota Besar Indonesia

Layanan Foodgasm saat ini sudah tersedia di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali. Bagi Anda yang berada di luar kota-kota tersebut tidak perlu khawatir. Keempat kota tersebut masih akan terus bertambah dengan semakin besarnya cakupan wilayah dan juga outlet yang nantinya akan bergabung.

Untuk wilayah SCBD Jakarta, Foodgasm akan memberikan pelayanan khusus untuk para pengguna yang ada di dalam wilayah tersebut. Pengantaran makanan akan menggunakan smart transportation seperti electric scooter. Hal ini semakin mempertegas identitas bahwa Foodgasm merupakan sebuah perusahaan foodtech.

Lihar daftar smart devices untuk mempermudah hidup Anda di sini.

Credit: Foodgasm

Melakukan pesan antar makanan melalui sebuah aplikasi online tampaknya sudah memiliki cara baru yang lebih efisien dengan adanya Foodgasm. Selain itu, Foodgasm juga menunjukkan keunikannya dengan mengkolaborasikan Internet of Things dengan sistem pesan antar makanan sehingga Foodgasm cocok disebut sebagai pelopor foodtech di Indonesia.

0 comments