NOW READING

Fischer Audio Product Launch: Telinga Orang Asia Perlu Earphone Khusus

 1725
+
 1725

Fischer Audio Product Launch: Telinga Orang Asia Perlu Earphone Khusus

by The Daily Oktagon
  • Dalam Fischer Audio Product Launch di Traffique Coffee, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016 disebutkan kalau kebutuhan earphone orang Asia berbeda dengan orang Barat.
  • Orang Asia suka berpergian ke mana-mana dengan gadget yang terus menyala dan butuh musik untuk menemaninya. Maka itu perlu desain simpel dan tingkat practicality yang tinggi.
  • Maka itu Fischer Audio memperkenalkan tiga seri Omega ke Indonesia. Earphone yang disebut-sebut pas untuk telinga orang Asia.

Musik adalah bahasa universal. Ada banyak jenis ‘alat’ yang bisa dilakukan semua orang di dunia untuk menikmati musik. Contoh saja, jika sedang berada di ruang besar, bisa menggunakan sound system. Atau jika sedang bekerja, berolahraga dan bersantai, earphone dan headphone bisa menjadi alternatif yang pas. Semua tergantung preferensi masing-masing. Yang penting, suasana mendengar musik tetap terasa asyik.

Namun, meski musik memang konsumsi umum, produsen earphone Fischer Audio justru memandang kalau perangkat untuk mendengar musik seperti earphone mesti didesain khusus untuk kelompok tertentu. Hal ini mereka sampaikan dalam acara Fischer Audio Product Launch di Traffique Coffee, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016.

fischer audio

Sumber foto: technologue.id

Perusaaan asal Rusia itu mengatakan, kebutuhan earphone orang Asia berbeda dengan orang Barat.

Maka itu pula mereka menggelar perkenalan varian earphone terbaru mereka, yang dikhususkan untuk konsumen di wilayah Asia, Fischer Omega.

Apa perbedaan yang dimaksud itu? Berikut ini kupasan The Daily Oktagon lewat perbincangan dengan perwakilan Fischer Audio, lengkap dengan pemaparan model terbaru yang ditawarkan untuk memanjakan teling pendengarnya, Omega.

Baca juga ulasan sebelumnya tentang pilihan earphone untuk olahraga

Orang Asia Butuh Earphone yang Ringan dan Simpel

Ketika ditemui, Eric Chua selaku Director of Fischer Audio Asia mengatakan bahwa Fischer hadir di Indonesia karena banyak orang Indonesia yang mereka pertimbangan sebagai penikmat musik sejati.

“Orang Indonesia suka mendengarkan musik kapan pun dan di mana pun. Teknologi berkembang begitu pesat. Ekosistem mendengarkan musik kini tak lagi bertumpu pada satu platform,” kata Chua.

“Kini juga sudah banyak aplikasi streaming. Hingga pengalaman mendengarkan musik dengan mobilitas tinggi menjadi mudah dan wajar dijalani,” sambungnya.

Simak pula ulasan dua earphone untuk penikmat musik

Chua melanjutkan, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia yang banyak orangnya gemar mengonsumsi musik secara mobile. “Dan kami paham betul orang kalau Asia itu suka berpergian ke mana-mana dengan gadget yang on, dan butuh musik untuk menemaninya. Oleh karena itu, earphone yang diperkenalkan ini dirancang khusus dengan desain simpel dan tingkat practicality yang sempurna,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Royston Lim selaku Product Specialist Fischer Audio Asia juga mengungkap bahwa earphone rancangan Fischer pas dengan karakteristik pendengar musik Asia. Menurutnya, saat mendengarkan musik, orang Asia selalu terpacu untuk bekerja dan tidak bisa diam di tempat.

fischer audio

Valentin Kazanzhi, perancang earphone keluaran Fischer. (Sumber foto: Facebook)

Royston juga mengatakan bahwa semua jenis earphone Fischer dirancang oleh Valentin Kazanzhi, yang adalah Managing Director di Fischer Audio Engineering. Dalam proses pembuatannya, Kazanzhi menggunakan material dasar dari kayu agar dapat menciptakan earphone dengan kualitas suara yang sempurna.

“Kazanzhi juga melakukan penelitian, bahwa sebetulnya semua jenis kayu ini bisa menjadi material earphone. Tidak cuma kualitas suara jernih, material kayu bisa membuat produk kami dipatok dengan harga yang terjangkau, ini tentu jadi poin plus bagi konsumen,” lanjutnya.

Fischer Omega, Pas untuk Telinga Orang Asia

Pada event ini, Fischer mempertunjukkan tiga seri Omega ke Indonesia. Sebetulnya, seri Omega sudah ada sebelum Fischer menginjakan kakinya ke Asia. Hanya saja, produksi earphone Omega terbaru ini dilakukan khusus di wilayah Asia, bukan di Rusia.

“Kami sengaja rancang dan buat kembali seri Omega ini karena kami tahu bahwa kultur dan kebiasaan pendengar musik di Asia sangat berbeda,” terang Royston.

omega ace - fischer audio

Ketiganya merupakan model Ace, Spark dan Twin. Fischer juga mengharapkan earphone terbarunya ini bisa menjadi produk unggulannya di Asia.

Dijelaskan oleh Royston, Omega Ace menjadi earphone yang match dengan pendengar musik yang suka kualitas bass tajam. “Ace dibalut dengan kabel braided dan sudah dilengkapi mikrofon,” terangnya tentang varian yang dijual dengan harga Rp 799.000 ini.

Sementara, Omega Spark (Rp 979.000) menjadi earphone kecil Fischer namun memiliki material silikon yang lembut. Earphone ini juga pas di telinga perempuan. Untuk menambah aksen wanita, housing earphone dipadukan dengan kombinasi warna merah dan hitam serta kabel braided berwarna merah.

omega spark fischer audio

Yang terakhir adalah Omega Twin, earphone ini sudah dilengkapi dynamic driver ganda yang dapat menciptakan kualitas bass yang punchy dan renyah. Jika tertarik, kita mesti merogoh kocek sekitar Rp 1.299.000.

“Reproduksi vokal yang dihasilkan juga begitu enak didengar. Earphone ini punya housing semi-transparan dengan warna hitam dan dirancang pas pada lubang telinga penggunanya untuk tetap memberikan passive noise isolation yang baik,” tutup Royston.

Cek juga bahasan tentang pilihan earphone premium yang memanjakan telinga ini

0 comments