NOW READING

Festival Makanan, Ajang Seru untuk Latihan Food Photography

 1109
+
 1109

Festival Makanan, Ajang Seru untuk Latihan Food Photography

by The Daily Oktagon
  • Di antara berbagai macam hobi yang diminati orang-orang, kuliner dan fotografi tampaknya punya banyak penggemar.
  • Di sisi lain, food photography juga merupakan jenis fotografi yang memiliki tantangan menarik.
  • Kekuatan foto makanan terletak pada bagaimana membuat orang merasa tergiur karena foto Anda.

Kuliner diminati oleh para pencinta makanan yang suka bereksplorasi dan memanjakan lidah. Tak heran berbagai festival kuliner selalu ramai dipadati pengunjung dan para food enthusiast. Sedangkan fotografi diminati oleh para penikmat visual dan mereka yang senang mengabadikan obyek indah yang ada di depannya.

Pernah membayangkan jika kedua hobi tersebut berpadu? Food photography atau fotografi kuliner kini memiliki banyak penggemar. Mungkin tak terkecuali Anda. Tak hanya sekadar memotret makanan yang terhidang di atas meja, Anda juga punya tugas ‘meracik’ foto sehingga hasilnya indah secara visual dan juga menggiurkan!

Merasa tertantang membuat orang lain meneteskan air liur karena melihat foto semangkuk bakso dengan kuah berkilauan? Entah memotret untuk profesional atau hanya sekadar hobi, perhatikan beberapa hal ini.

 

Foto: Shutterstock.com

Berburu Foto

Tempat yang paling menantang untuk berburu makanan sebagai obyek foto adalah festival makanan! Bayangkan saja berapa banyak jenis makanan yang siap menjadi foto menggiurkan di tangan Anda. Di festival kuliner, pilihan makanan biasanya tak hanya sajian Nusantara, tapi juga Western dan bahkan masakan Asia lainnya seperti India. Tempat kedua untuk berburu foto makanan tentu adalah jajaran restoran di mal, pasar, atau lokalisasi makanan.

Pilih Angle

Untuk menonjolkan bentuk dan keunikan makanan, pemilihan angle yang tepat sangatlah penting. Posisikan kamera sejajar dengan makanan bila sisi samping makanan lebih berbentuk dan menarik. Saat Anda memotret cupcake dan burger, misalnya. Namun potretlah dari atas jika Anda ingin memerlihatkan topping pizza atau kuah yang berkilau dengan irisan udang dan bakso yang berenang di dalam mangkuk. Untuk memotret minuman, pastikan sudut kemiringan pengambilan kamera sekitar 45 derajat.

Properti Pendukung

Foto makanan bisa diperkuat dengan properti di sekelilingnya. Saat ingin memotret pizza, misalnya. Letakkan sedikit ‘figuran’seperti botol Tabasco di belakangnya. Ambil gambar dengan fokus di pizza dan agak blur untuk botol Tabasco.

Jangan Berantakan

Walaupun bukan fotografer kuliner profesional, tak ada salahnya merapikan barang-barang di sekitar makanan. Properti boleh saja, tapi bukan berarti sendok, garpu, serbet, dan bahkan vas bunga yang tak perlu juga harus ikut difoto. Saat memotret pastikan tak ada barang-barang yang akan mengganggu hasil foto sehingga harus diedit atau di-crop.

 

Foto: Shutterstock.com

Pencahayaan Natural

Saran terbaik untuk hunting foto di festival makanan adalah datang ke sana siang hari. Pencahayaan natural dari matahari akan membuat warna makanan di hasil foto seperti aslinya. Jangan pernah gunakan lampu flash karena siraman lampunya membuat hasil foto makanan menjadi tak natural. Jika ingin memotret di dalam restoran, cahaya terbaik adalah lampu berwarna putih.

Bermain Kontras Warna

Buatlah makanan menjadi lebih menonjol dengan latar belakang atau alas yang kontras. Pilih background atau alas berwarna bernuansa netral seperti hitam, putih, krem, untuk menonjolkan warna-warni es pisang hijau yang Anda foto. Jika background atau alas terlalu berwarna-warni, siasati dengan membuat efek blur.

Zoom!

Buatlah orang yang melihat foto makanan Anda merasa makanan itu benar-benar ada di depannya. Kuncinya? Zoom! Gunakan fitur zoom pada kamera dan lensa, serta zoom manual, alias memajukan badan untuk memotret lebih dekat. Namun jangan lupa, hindari zoom terlalu dekat sehingga orang tidak tahu jenis makanan yang difoto karena saking dekatnya! Zoom obyek foto, tapi pastikan makanan diambil secara utuh dan dengan sedikit background di sekelilingnya.

Perlengkapan Perang

Nah, ini juga penting. Untuk food photography non-profesional, Anda tak perlu kamera yang terlalu canggih. Yang penting, kamera tersebut punya fitur pengaturan makro, lalu sering-seringlah mencoba berbagai angle dan berlatih. Smartphone canggih kini juga ada yang sudah menyediakan fitur makro. Untuk Anda yang lebih serius, ada berbagai kamera DSLR yang siap dipilih. Satu lagi, manfaatkan juga aplikasi pengedit foto untuk memoles foto makanan sehingga lebih menggiurkan.

0 comments