NOW READING

Fajar “Alexa” Berbagi Inspirasi tentang Olah Raga dan Kaitannya dengan Teknologi

 2467
+
 2467

Fajar “Alexa” Berbagi Inspirasi tentang Olah Raga dan Kaitannya dengan Teknologi

by The Daily Oktagon

Februari 2015 menjadi bulan yang sibuk bagi Fajar Arifan, pemain drum dari band Alexa. Di bulan ini Fajar dan kedua teman bandnya tengah asyik mempromosikan lagu “Bulan”, yang merupakan single ketiga dari album terakhir mereka “Dulu, Kemarin, Sekarang”. Dari urusan syuting acara musik, hingga beraksi di atas panggung acara hiburan, memenuhi jadwal kerja Fajar.

Di tengah adatnya aktivitas bermusik, Fajar tak pernah absen untuk terus menjalani aktivitas olah raganya, terutama lari. Sejak 2011, ia mulai kepincut olah raga satu ini. Tak hanya sebagai sarana meraih kesehatan fisik, Fajar kemudian menekuninya hingga mampu ikut dalam berbagai kejuaraan internasional. Termasuk pada tahun lalu, ketika ia sukses menjalani triatlon pertamanya di ajang half course Ironman 70.3 Race di Filipina. Saat itu Fajar harus berenang sejauh 2 kilometer, bersepeda 90 kilometer, dan berlari sepanjang 21 kilometer.

fajar_di_triatlon_ironman_ok
Keseriusan Fajar untuk menekuni olah raga lari tidak bisa dianggap remeh. Disamping profesi sebagai musisi yang menghabiskan banyak waktu dan tenaga, Fajar sempat mengalami peristiwa besar dalam hidupnya. Pada 2013 lalu, ia harus kehilangan putri pertamanya yang berusia 18 bulan karena menderita leukimia. Alih-alih larut dalam kesedihan, peristiwa itu justru memperkuat motivasinya untuk terus menekuni lari.

Tak hanya motivasi, keseriusan Fajar dalam berlari juga ditandai dengan melengkapi diri lewat peralatan olah raga yang mumpuni, sehingga kemampuannya dalam berlari dapat dipacu ke titik optimal. Peralatan tersebut termasuk device digital yang juga sudah amat berperan di dunia olah raga.

Di tengah syuting sebuah acara musik televisi, The Daily Oktagon pun berbincang dengan Fajar. Jadi, langsung saja simak Fajar “Alexa” berbagi inspirasi tentang olah raga dan kaitannya dengan teknologi.

Baca juga, Berbagai Hal Menarik yang Bisa Anda Lakukan dengan Smartwatch

Bagaimana Bisa Mulai Kenal Olah Raga Lari pada 2011?

Awalnya karena saya diceburin sama anak-anak Alexa yang lain. Mereka mengikutkan saya dalam sebuah lomba lari 10k. Setelah ikut lomba itu, yang justru terus melakukan aktivitas olahraga ini hanya saya saja.

Anda Memang dari Dulu Suka Olah Raga?

Waktu SMP sempat taekwondo dan sempat ikut gym. Namun saya sebenarnya bukan orang yang menyukai olah raga, bahkan dulu cenderung tidak suka olah raga. Tapi dengan olah raga lari, saya justru merasa menemukan sebuah aktivitas baru yang saya suka. Rasa suka ini hampir seperti ketika dulu baru bisa main drum. Makanya kemudian saya memutuskan mengembangkan kemampuan diri. Dari semula mengikuti 10K, kemudian half marathon, marathon, dan pada akhir tahun lalu akhirnya sukses menjalani triatlon pertama di Filipina.

Highlight Lomba-lomba yang Sudah Pernah Anda Ikuti?

Tahun lalu di Tokyo Marathon, Penang Marathon sebanyak dua kali, kemudian berbagai kompetisi domestik seperti Jakarta, dan Bali Marathon.

fajar2
Bagaimana dengan Penggunaan Teknologi Digital untuk Menunjang Olah Raga Anda?

Dari awal lari sudah menggunakan aplikasi activity tracker di ponsel. Aplikasi ini juga yang membuat saya semakin tertarik untuk berlari. Saya menggunakan dua aplikasi sekaligus yang saat itu sedang booming digunakan para pelari amatir. Aplikasi ini memudahkan kita untuk berlatih, dan mencapai target lari tertentu. Sementara aplikasi yang lain lebih untuk social sharing, jadi kita bisa tahu level kemampuan diri kita dengan sesama teman-teman pelari.

Anda Juga Menggunakan Smartwatch?

Beberapa waktu belakangan, saya memakai jam Garmin. Bermula dari jenis yang basic, kini memakai seri Fenix 3 yang lebih lengkap, yang sudah mendukung multisports. Jam ini relatif memiliki banyak kemampuan, seperti menghitung heart rate, dan running dynamic yang sudah bisa menganalisa optimal atau belum langkah kita. Ketika berenang, jam ini bisa menghitung jumlah kayuhan kita, hingga ‘menasihati’ pasca olah raga, dengan waktu recovery yang harus dijalani sebelum hendak berolahraga lagi. Jam ini juga bisa menghitung diluar aktivitas olah raga. Misalnya menghitung langkah kaki kita sehingga kita bisa tahun bakaran kalori setiap hari.

Apa yang Bisa Anda Rasakan Setelah Memakai Smartwatch untuk Olah Raga?

Setelah saya pelajari lebih lanjut, saya melihat di setiap cabang olah raga terdapat science, ada logika matematikanya yang bisa kita akomodasikan ke dalam tubuh ketika berolahraga. Sehingga, kita kemudian bisa tahu level kemampuan olah raga kita. Jadi kebutuhan gadget seperti jam tangan digital untuk olah raga memang sangat saya butuhkan, sehingga kita bisa selalu up to date dengan perkembangan fisik kita.

gadget_fajar

Memakai Smartwatch Tentu Bukan Hanya untuk Fitur Olah Raganya, Bukan?

Tentunya juga untuk mendapatkan fitur teknologi diluar kesehatan, misalnya notifikasi ponsel, music control untuk ponsel, dan mengatur action camera yang juga dikeluarkan khusus oleh merek yang sama. Kenapa saya juga tetap memakai jam merek sekarang, karena saya menilainya paling friendly dibandingkan merek lain. Kita bisa otomatis share ke banyak aplikasi lain. Ini berbeda dengan beberapa merek lain yang cenderung hanya eksklusif sendiri.

Device Selain Smartwatch?

Pakai ponsel untuk dengerkan musik. Tapi biasanya itu kalau lari santai dan tidak saat berlari di jalan raya. Sementara kalau sedang berlatih serius, saya tidak akan mendengarkan musik. Saya juga menggunakan action camera Garmin Virb karena lebih cocok untuk olah raga. Misalnya saat kita merekam saat bersepeda, kamera ini bisa sekaligus menampilkan statistik kecepatan sepedanya.

Aplikasi atau Situs Internet yang Anda Gunakan untuk Menambah Pengetahuan Referensi Lari?

Saya biasanya melihat di YouTube. Pada dasarnya semua pengetahuan tentang lari atau triatlon, ada di kanal video online ini. Kita tinggal menyesuaikan dengan teori yang kita dapat, apakah sesuai atau tidak. Pengetahuan olah raga itu tidak seperti fashion misalnya, jika bisa lain sendiri maka akan terlihat keren. Di dunia olah raga, yang umum berlaku, maka itulah yang biasanya sudah terbukti benar. Nah, biasanya kalau kita cari video di YouTube, bisa terlihat mana yang lebih umum dan tidak.

Bagaimana dengan Aplikasi Musik, Mengingat Anda juga Seorang Drummer?

Saya di Alexa lebih ke performance player, bukan arranger atau composer. Jadi saya pakai aplikasi yang menolong saya saat bermain atau berlatih seperti aplikasi metronom, yang kalau zaman dulu kita harus bawa metronom fisik. Saya juga pakai aplikasi Rudiment Pro, ini berguna untuk latihan tangan untuk seorang pemain drum.

fajar_alexa
Bagimana dengan Aplikasi Transportasi Online?

Wah, saya juga maksimal tuh pakainya. Dulu saya sering bawa mobil, tapi sekarang saya lihat mobil sudah tidak efisien. Cari parkirnya lama, bensin mahal, belum lagi jalan yang macet. Sementara keseharian saya relatif mobile, jadi aplikasi semacam Gojek dan Uber saya gunakan. Saya juga menggunakan kurir online, karena terkadang kita masih dihadapkan sama urusan administrasif, sehingga kurir sangat membantu. Terobosan penggunaan berbagai aplikasi ini untuk keperluan sehari-hari menurut saya sudah makin terasa.

Target Aktivitas Lari ke Depan?

Saya mau coba full course Iron man, yang berarti berenang 4 kilometer, sepeda 180 kilometer, lari 42 kilometer dalam hari yang sama. Sementara untuk lomba lari, mau nyobain Boston Marathon di Amerika, karena yang satu ini sangat sulit untuk bisa mencapai waktu yang ditentukan. Kalau sudah bisa menyelesaikan Boston, you’re qualified runner.

Anda tertarik menjadi runner seperti Fajar? Cari Tahu Informasinya Lewat Artikel Ini, Pilihan Wearable Device Bagi Anda Penggemar Olah Raga

0 comments