NOW READING

eSport Bakal Dipertandingkan di Asian Games 2018, Ini Alasannya !

 185
+
 185

eSport Bakal Dipertandingkan di Asian Games 2018, Ini Alasannya !

by The Daily Oktagon

Ada yang berda dari ajang Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia. Ini karena perhelatan olahraga tingkat Asia kali ini akan memasukan esport sebagai salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Tentu ada alasan mengapa akhirnya esport bisa masuk ke ajang Asian Games 2018.

Esport itu sudah termasuk olahraga karena ini sudah memenuhi hal yang diperlukan untuk olahraga seperti semangat memberikan yang terbaik serta membina persahabatan ketimbang fokus pada perbedaan yang ada,” kata PLT Sekjen Komite Olimpiade Indonesia, Helen Sarita, di acara Nvidia Media Breifing (24/7/2018).

Selain itu esport bukanlah sekedar kegiatan bermain game semata, dan beda dengan main game biasa yang saat ini dilakukan banyak orang. “Atlet esport harus memiliki fisik prima. Karena fisik prima akan membantu para atlet tersebut bertanding secara lebih konsentrasi.” kata Ketua IeSPA Indonesia, Eddy Lim. “

Baca juga : Mau jadi Atlet eSports? Baca Dulu ini!

Selain itu, masih menurut Eddy,  esport merupakan kegiatan yang juga bisa menguras pikiran, sehingga atlet yang menggeluti cabang olahraga tersebut dituntut memiliki pengetahuan dan logika yang kuat. Tidak hanya itu, juga dibutuhkan kondisi fisik yang prima. Dan yang tak kalah penting para atlet esport juga harus memiliki pengetahuan tentang teknologi yang terkait dengan olahraga bermain game tersebut. karena mereka harus menggunakan peralatan yang memiliki teknologi canggih.

Rully Sandra Sutanto, atlet Timnas League Of Legend Indonesia, menjelaskan untuk menjadi atlet esport yang tangguh, selain latihan yanng rutin, istirahat juga sangat penting demi fisik dan konsentrasi yang baik. Rully juga menceritakan jika biasanya dia berlatih 6 hari dalam satu minggu, kini menjelang perhelatan Asian Games 2018 dia mengaku latihan menjadi 7 hari seminggu.

asian games 2018

Berbicara persaingan, menurut Rully saingan terberat berasal dari pemain esport dari China dan Korea Selatan. Namun untuk wilayah Asia Tenggara, menurut Rully Vietnam menjadi pesaing terberat. Dia sendiri memiliki target untuk minimal bisa meraih juara 3 dalam Asian Games 2018, “Target Asian Games ini adalah menjadi 3 besar, tetapi kalo bisa nomor satu” kata Rully.

Nvidia sendiri turut memajukan olahraga esport Indonesia. Yaitu dengan cara menghadirkan inovasi teknologi serta beragam produknya. Mereka memiliki teknologi monitor Nvidia G-Sync yang diklaim mampu memenuhi performa pemain esport.

“Pengenalan teknologi monitor Nvidia G-Sync terbaru ke pasar Indonesia adalah bagian dari komitmen kami kepada pengembangan esport di Indonesia, bersamaan dengan serangkaian program edukasi esport yang telah kami lakukan ke dalam berbegai sektor di seluruh negara tersebut,” kata Consumer Lead Indonesia, Nvidia, Harry kartono.

Pertandingan esport dalam Asian Games 2018 berlangsungakan  dari tanggal 26 Agustus hingga 1 September 2018. Namun meskipun esport akan dipertandingkan pada Asian Games 2018, tapi hanya sebatas sebagai ajang eksebisi atau percobaan. Artinya, esport masih dalam tahap uji coba untuk menjadi sebuah cabang olahraga.

0 comments