NOW READING

Equifax dan Cerita Dibalik Dicurinya Ratusan Juta Data Nasabah

 704
+
 704

Equifax dan Cerita Dibalik Dicurinya Ratusan Juta Data Nasabah

by The Daily Oktagon
  • Equifax mengalami pencurian data yang disebabkan oleh para peretas.
  • Tidak tanggung-tanggung jumlah data nasabah yang dicuri mencapai jutaan.
  • Untuk menghindari dampak yang lebih jauh tindakan preventif harus dilakukan.

Pernah membayangkan apa jadinya jika data-data penting dan bersifat pribadi milik pelanggan jatuh ke tangan yang salah? Tentu data-data tersebut berpotensi besar disalahgunakan dan bisa menimbulkan kerugian.

Pencurian data nasabah akan menjadi bencana besar bagi perusahaan dan juga orang-orang yang menjadi korban. Hal ini sayangnya telah terjadi pada salah satu perusahaan kredit ternama di dunia yaitu Equifax.

Keamanan tingkat tinggi sudah tersemat di flashdisk ini. lihat infonya di sini.

Foto : Shutterstock.com

Apa Sebenarnya yang Terjadi Pada Equifax?

Sebagai informasi, Equifax adalah salah satu perusahaan pelaporan kredit terbesar yang ada di Amerika Serikat. Equifax menawarkan jasa pemantauan kartu kredit dan perlindungan pencurian data agar tidak jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Namun ternyata, perusahaan ini telah diretas oleh hacker yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya. Akibatnya, 143 juta data nasabah dari Equifax berhasil dicuri oleh para peretas.

Yang lebih ironis, kejadian ini sebenarnya telah diperkirakan berlangsung sejak Mei hingga Juli 2017. Namun Equifax tidak langsung mengambil tindakan cepat karena belum terlihat dampak dari kegiatan mencurigakan tersebut sampai pada akhirnya pada awal September 2017 terkuak fakta bahwa jutaan data nasabah sudah terekspos karena peristiwa itu.

Foto : Shutterstock.com

Dampak Data Pelanggan yang Dicuri

Kebocoran dan pencurian data ini bisa membahayakan keselamatan para nasabah yang telah tercuri. Identitas seperti tanggal lahir, alamat, nomor kartu kredit, bahkan nomor kendaraan bermotor sudah diketahui oleh pihak yang tidak diketahui keberadaannya. Data tersebut nantinya bisa disalahgunakan untuk berbagaimacam tindakan kejahatan seperti pembobolan rekening bank, pencurian, dan penyerangan ke rumah korban.

Karena kejadian ini, tidak hanya keselamatan nasabah berkewarganegaraan Amerika Serikat saja yang terancam. Nasabah dari negara lain juga mempunyai kemungkinan bahwa akunnya sudah masuk ke dalam sistem peretasan tersebut. Para pengguna jasa Equifax bisa melakukan pengecekan keamanan data mereka dengan mengakses situs Equifaxsecurity2017.com dari browser dan smartphone.

Foto : Shutterstock.com

Langkah Preventif yang Bisa Dilakukan

Walaupun tidak terkena dampak secara langsung, berkaca dari kejadian ini, Anda harus tetap memperhatikan cyber security dari seluruh akun yang Anda miliki, baik itu akun bank maupun email. Kedua akun tersebut merupakan pintu utama untuk masuk ke data pribadi Anda. Para pelaku cyber security tidak memandang bulu korban mereka. Anda bisa meminimalisir risiko dengan mulai melakukan penggantian kata sandi secara berkala untuk meningkatkan keamanan akun.

Selain itu, Anda juga harus terus memantau penggunaan kartu kredit dan menjamin keamanan data pribadi, juga harus lebih berhati-hati saat mengisi pendaftaran kartu kredit. Karena hal tersebut dapat digunakan sumber daya untuk mengetahui informasi mengenai diri Anda. Jika ada kegiatan transaksi yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak yang terkait agar bisa langsung ditangani.

Inggris perketat keamanan kendaraan otonom untuk menghindari cybercrime. lihat di sini.

Foto : Shutterstock.com

Peristiwa yang menimpa Equifax tersebut bisa menjadi pelajaran seluruh pihak untuk lebih berhati-hati dalam menjaga hal-hal yang bersifat personal. Selain itu, para pengguna dan penyedia jasa juga harus lebih memperhatikan cyber security dan cara menanganinya agar hal serupa tidak terulang pada masa mendatang sehingga tidak menimbulkan kerugian banyak pihak.

0 comments