NOW READING

Ehang, Pelopor Drone Virtual Reality serta Quadcopter Tanpa Pilot

 2534
+
 2534

Ehang, Pelopor Drone Virtual Reality serta Quadcopter Tanpa Pilot

by The Daily Oktagon

Dalam acara Consumer Electronics Show 2016 (CES) yang diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat, awal Januari ini, tak cuma ramai dengan rilis inovasi mutakhir dari brand ternama seperti Samsung, Apple, dan Huawei, namun juga menjadi ajang pemain baru untuk menunjukkan produk andalan yang juga cukup mencuri perhatian masyarakat. Salah satunya, Ehang, produsen asal Cina yang serius menggarap segmen drone dan cukup antusias disambut di ajang ini.

Dalam misi untuk menciptakan dunia dimana mobil tanpa pengemudi yang bisa mengangkut penumpang atau barang, Ehang cukup menjadi bahan pembicaraan di ajang CES 2016 karena berhasil menggabungkan visi komputer serta kecerdasan buatan alias artificial intelligence dengan meluncurkan dua produk andalan, yakni Ehang 184 dan Ghost 2.0 Drone.

AjTswgEWyTc_pqOBcLx6NxC0ObUQ5dBUiKCOHVylsfB5

The Daily Oktagon kali ini bakal mengulas tentang Ehang, pelopor drone virtual reality serta Quadcopter Tanpa Pilot. Yuk, langsung simak!

Ehang 184 adalah quadcopter, bagi Anda yang belum tahu, ini adalah helikopter dengan empat rotor elektrik. Daya angkutnya adalah satu orang dewasa. Diberi julukan helikopter tanpa pilot, Ehang 184 bisa mengantarkan barang maupun manusia hingga 16 kilometer atau sekitar 23 menit jam terbang.

Dengan navigasi praktis yang bisa dimasukkan sebelum lepas landas, prototip 184 ini juga bisa terbang setinggi 11.480 kaki dan secepat 100 kilometer per jam dalam satu tenaga bateri penuh. Karena helikopter tersebut bisa beroperasi tanpa pilot, Ehang 184 ini sudah bisa lepas landas secara otomatis, terbang sesuai rute yang ditentukan, memprediksi rintangan yang akan ditemui di rute yang ditentukan, dan juga mendarat secara vertikal. Pihak Ehang menyatakan jika ada kasus darurat, maka pilot manusia akan membantu menavigasi dan mengontrol alatnya dari stasiun komando terdekat.


Sedangkan GhostDrone juga meluncurkan versi terbaru, yakni Ghost 2.0, drone yang ditujukan untuk consumer yang memiliki hobi di bidang aerial photograpohy. Dilengkapi kacamata virtual reality, Ghost 2.0 memudahkan pengguna untuk merasakan penerbangan yang cukup seru melalui kamera 4K dengan pengelihatan orang pertama.

Live stream aerialnya juga berjalan dengan minimnya penundaan, sehingga memastikan pengguna bisa merasakan pengalaman terbang secara langsung dan real-time. Kamera sisi depan yang dimiliki oleh Ghost 2.0 ini juga bisa memudahkan pengguna untuk ganti area sorot mulai dari sisi aerial ke sisi depan.

Yuk, baca artikel berikut sebelum lanjut, Resep Membuat Foto Dramatis dengan Aerial Photography

Setelah lebih kenal dengan dua produk yang cukup mengagumkan ini, lalu, apa saja fitur dari produk Ehang lainnya?

1. Prioritas Keamanan di Setiap Desain

Dengan menciptakan sistem penerbangan otomatis, faktor terbahaya dalam dunia transportasi kini sudah teratasi, yakni kesalahan manusia atau human error.

Terobosan terbaru seperti Ehang 184 dan Ghost 2.0 sudah memiliki rencana cadangan jika penerbangan gagal, dengan Fail-Safe System yang sudah ada di semua produknya. Ini menjamin keamanan di situasi jika satu komponen gagal. mJika terjadi hal demikian, ada back-up yang sudah siap untuk menggantikan dan akan mengirimkan sinyal untuk mengevaluasi kerusakan secata otomatis. Kemudian, ini akan merekomendasikan jika alat tersebut harus mendarat atau tidak demi keselamatan penumpang.

ehang_184

Ghost 2.0 drone juga memiliki fitur emergency hover, yang sewaktu-waktu bisa dihentikan atau diterbangkan memalui sentuhan satu tombol pada alat pengendali.

Dari segi desain, Ghost 2.0 juga memiliki baling-baling yang dirakit secara manual. Terdapat juga fitur kekencangan yang secara mandiri meyakinkan agar baling-baling sudah kencang sebelum lepas landas.

2. Tenaga Listrik yang Kuat

Fitur smart battery yang merupakan tenaga di semua produk Ehang memiliki daya kuat serta berat cukup ringan. Pada Ehang 184, baterainya 100 persen dari tenaga listrik dan tidak bergantung terhadap bensin, sehingga menjadikan baterai Ehang menjadi salah satu baterai yang ramah lingkungan.

DPP_n30000005_1024x1024

Sedangkan di Ghost 2.0, baterainya portable dan hanya berbobot 400 gram. Ini juga memiliki daya terbang selama 25 menit dan memiliki layar LED yang mampu menunjukkan sisa voltase di baterai, serta persentase daya yang tersedia.

3. Otomatisasi Sebagai Kunci Kenyamanan bagi Pengguna

Ehang 184 dan Ghost 2.0 juga memiliki sejumlah sistem kendali penerbangan independen yang memudahkan mengontrol navigasi pengguna dari poin A ke poin B. Sistem ini menggabungkan banyaknya data secara langsung dari beberapa sensor sepanjang penerbangan yang secara otomatis mengolah rute tercepat dan paling aman sampai ke poin tujuan.

Fitur unggulan Ghost 2.0 yang lainnya adalah Companion Mode, dimana drone akan mengikuti kecepatan dan menemani pengguna dengan menghitung secara otomatis kecepatan berjalan sang pengguna dengan GPS yang ada di drone.

4. Sistem Sinkronisasi Penerbangan yang Canggih

Ehang juga membangun pusat komando canggih dengan ketinggian cukup rendah yang bertugas untuk memastikan semua alat Ehang yang terbang sinkron dan juga menjaga kontak yang konstan. Dengan adanya pusat komando yang selalu aktif, Ehang 184 bisa terbang dalam berbagai cuaca ekstrim seperti badai petir serta hujan deras, dan bisa juga merekomendasikan kelayakan situasi terbang bagi semua produk Ehang sesuai dengan rute dan jenis rintangan yang akan di hadapi.

Adapun produk tersebut juga merupakan inovasi canggih yang dibutuhkan di kala industri transportasi yang makin menua ini. Dengan menggabungkan keamanan serta kecerdasan tekonologi, adopsi skala besar Ehang 184, Ghost 2.0 drone, serta produk-produk Ehang lain memiliki protensi untuk memecahkan transportasi darat yang semakin padat dan juga mengurangi peluang kecelakaan yang diasosiasikan dengan kesalahan manusia.

Ehang 184 ini memang belum mendapatkan izin resmi oleh otoritas transportasi Amerika Serikat atau FAA. Namun, rilis-rilis terbarunya cukup memberikan harapan bagi masa depan transportasi udara dengan potensinya yang sangat besar, memberikan kemungkinan tak terbatas akan bagaimana manusia bergerak di dalam berbagai macam metode perjalanan.

Untuk Anda pencinta drone, jangan lewatkan artikel menarik berikut, Inilah Kumpulan Drone Terbaik di 2015

0 comments