NOW READING

Efek Maksimal dari Pameran Minimalist Photography

 598
+
 598

Efek Maksimal dari Pameran Minimalist Photography

by The Daily Oktagon

Foto: Dok. LSPR Photography

  • LSPR Photography menggelar rangkaian pameran bertajuk “Minimalism di Rumahku” selama tiga hari di kampus London School of Public Relations Jakarta
  • Acara ini berupaya mengajak para mahasiswa untuk mengasah kepekaan, membidik objek sederhana yang terlihat tidak penting, dan memberinya suara sekaligus nyawa dalam foto
  • Pameran ini selanjutnya akan disambung dengan pameran lain di luar ruang kampus, Agustus mendatang.

Sebuah definisi sederhana tentang minimalist photography pernah dijabarkan oleh fotografer bernama Steve Johnson. “Minimalist photography is not simply about taking a photograph of less.”

Baginya, minimalism berarti mengambil esensi dari segala sesuatu. Memberi makna pada sesuatu yang seolah remeh atau terkesan tidak penting, menjadi penting. Lagipula bukankah ada ungkapan yang menyatakan, “there’s a beauty in simplicity”?

Sejalan dengan semangat tersebut, klub fotografi London School of Public Relations Jakarta atau yang lebih sering disebut LSPR Photography menggelar pameran foto internal bertajuk “Minimalism di Rumahku” selama tiga hari, 11-13 April 2017 lalu. The Daily Oktagon turut berpartisipasi mendukung acara ini.

Berpikir “Lebih”

Menurut Marsellinus Reindi selaku Ketua Acara dan Anugrah Eka Tirtaputra selaku Wakil Ketua acara ini, “rumah” dijadikan tempat untuk mengeksplorasi unsur minimalis karena berdekatan dengan keseharian manusia.

Hal ini tentu bisa menjadi tantangan tersendiri, karena artinya para peserta harus memaknai secara lebih mendalam terhadap sesuatu yang (terlalu) biasa ditemui. Dalam pameran tersebut ada sekitar 40 karya para anggota LSPR Photography yang dipajang di dalam Prof. Dr. Djajusman Auditorium dan di atas meja-meja cafetaria.

Tak sekadar pameran, acara ini juga dipadati serangkaian talkshow dan workshop fotografi singkat. Di hari pertama, LSPR kedatangan Damon Rizki co-Founder Lighthouse Photography.

Damon banyak berbagi tentang bagaimana mengeksplorasi minimalism dalam wedding, yang biasanya ‘jauh’ dari unsur minimalis. Selain itu ia juga memperlihatkan perubahan tren dalam pernikahan, saat ini banyak calon mempelai yang lebih menyukai foto-foto simpel tapi bermakna.

Pameran foto juga dilakukan mahasiswa Perbanas. Simak di artikel ini

Manfaatkan Teknologi

Di hari terakhir, ada dua speaker dari LSPR yang juga fotografer, yakni Andreas Humala dan Bob Soerjodipoero yang berbicara tentang bagaimana memaksimalkan sesuatu yang terkesan minimalis. Termasuk juga memaksimalkan perangkat teknologi yang ada.

Bob membeberkan bahwa kini belajar fotografi sangatlah mudah dan bisa dilakukan dengan membuka Youtube dan berbagai forum fotografi yang tersedia. Referensi pun bertaburan di dunia maya.

Hal senada diungkapkan Marcellia TJ, salah satu peserta pameran “Minimalism di Rumahku”, saat berbincang dengan The Daily Oktagon. Marcellia mengungkapkan bahwa sebelum menghasilkan foto yang kemudian diumumkan sebagai juara pertama itu, ia terlebih dulu mencari inspirasi foto-foto berkiblat minimalis dari laman Instagram dan Pinterest.

Di sela-sela talkshow, para peserta yang datang bisa mengikuti workshop singkat memanfaatkan LED lighting yang biasa digunakan videographer untuk memotret cincin kawin. Uji coba ini ingin pula membuktikan bahwa kepekaan dengan yang terjadi di sekitar kita perlu diasah.

Tidak sekadar peka terhadap momen yang bergerak di sekitar, tapi juga peka untuk memanfaatkan berbagai hal yang mungkin terkesan biasa saja, untuk memaksimalkan hasil foto. Acara ditutup dengan pengumuman tiga pemenang pameran foto Minimalism di Rumahku dan pembagian hadiah berupa voucher dari The Daily Oktagon.

Mahasiswa Unpad tak mau kalah buat acara. Intip di sini

Ekshibisi internal ini sesungguhnya merupakan pengantar untuk menuju ekshibisi eksternal yang akan dilangsungkan 17-19 Agustus 2017 mendatang. Ekshibisi eksternal nantinya akan mengambil tema “1/10”, istilah yang digunakan untuk menunjukkan kecepatan pada shutterspeed kamera untuk menghasilkan pergerakan slow motion.

Berdasarkan penuturan Presiden Klub LSPR Photography, Ikhwanul Muslimin Hadi, pameran eksternal akan mengambil tempat di Jakarta Creative Hub.

Ia berharap, seiring dengan bergairahnya dunia fotografi di kalangan anak muda berkat maraknya media sosial sebagai ajang memamerkan karya, diiringi pula dengan semangat mengembangkan pengetahuan teknis fotografi. Semoga.

0 comments