NOW READING

Duo Pendiri Bang Joni, Chatbot Asli Indonesia

 2627
+
 2627

Duo Pendiri Bang Joni, Chatbot Asli Indonesia

by The Daily Oktagon
  • Pada tahun 2017, tren chatbot diprediksi akan semakin ramai dibuat oleh para pelaku industri
  • Bang Joni hadir sebagai salah satu pionir chatbot dari Indonesia. Pengguna bisa melakukan berbagai macam pemesanan dari berbagai merchant hanya lewat chatting.
  • Pendiri Diatce Harahap dan Arra Primanta mengaku harus terus berpikir cepat dan beradaptasi dengan pasar agar chatbotnya tetap relevan dengan kemajuan teknologi

Pada tahun 2017, terdapat prediksi bahwa dunia teknologi akan diwarnai semakin banyak start up yang menghadirkan chatbot (layanan asisten virtual). Tak terkecuali juga industri teknologi di Tanah Air.

Salah satu yang mengemuka adalah kehadiran chatbot lokal bernama Bang Joni yang telah melakukan pengembangan layanan ini sejak tahun lalu. Bang Joni terus berkembang setelah pada akhir tahun lalu hadir di layanan percakapam LINE.

Diatce Harahap dan Arra Primanta menjadi dua orang yang memulai pengembangan Bang Joni sejak awal. Berikut adalah wawancara The Daily Oktagon dengan mereka.

Bisa ceritakan ide awal dari Bang Joni?

Ache (Diatce Harahap): Awalnya sih kami iseng-iseng ingin membantu orang malas, karena menurut kami orang malas itu bukan berarti tidak produktif. Membantu mereka dengan memberikan semacam asisten pribadi yang bisa membantu aktivitas mereka agar lebih produktif. Intinya kami ingin membantu manusia karena teknologi memang diciptakan untuk membantu manusia sehingga bisa hidup efisien.

Dalam sebuah penjelasan sederhana, apa itu chatbot?

Ache: Chatbot adalah salah satu pendekatan dari teknologi artificial intelligence (AI). Menurut kami teknologi AI ini memiliki tiga pendekatan, yaitu chat, voice recognition, dan motion. Kenapa kami memilih chatbot karena pendekatan ini lebih cepat pintarnya si bot-nya ini. Kemampuannya dalam membaca data dalam waktu singkat dan memberikan hasilnya juga cepat.

Apa benang merah antara membantu orang dengan chatbot?

Ache: Awalnya sih karena banyak nonton film kali ya. Terus kita diskusi dan menemukan jawaban bahwa hal yang kita diskusikan ini ternyata bisa saja dibuat. Akhirnya kita coba buat dan memikirkan bagaimana memasarkan dan menjualnya.

Arra: Kita juga melihat gaya hidup orang-orang zaman sekarang yang menganggap chatting itu jadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Jadi kita mencoba menggabungkan hal tersebut dengan teknologi dan insight dari kita sendiri. Sampai akhirnya kita bisa melihat Bang Joni ini sebagai sesuatu yang bisa menjawab semua kebutuhan itu.

Kenapa menggunakan nama Bang Joni?

Arra: Pada saat memilih nama kita ingin nama yang umum didengar tapi juga tidak mencirikan sebuah suku tertentu. Nama Indonesia pasti karena kami dari Indonesia. Sampai akhirnya kami memilih nama Joni karena mungkin hampir semua orang punya teman yang namanya Joni dan terdengar lebih netral juga. Terus kenapa ditambahin Bang karena kami ingin ini nantinya bisa berinteraksi dengan user dengan sapaan yang terdengar sehari-hari. Jadi harus ada kredibilitasnya dari namanya.

Ache: Ya, karena orang yang dipanggil “bang” biasanya sosok orang yang selalu diminta pertolongannya.

Apa saja yang bisa dilakukan lewat Bang Joni?

Ache: User (pengguna) bisa memesan layanan apa pun pada merchant yang sudah bekerja sama kita dengan hanya chatting dengan bot kami. Bang Joni ini seperti menyatukan berbagai macam user interface dari berbagai macam layanan menjadi hanya satu user interface saja.

Menyederhanakan sebuah proses menurut saya adalah the most sophisticated thing. Being simple is not easy, tapi kami harus berusaha memudahkan orang sesuai dengan slogan kami, “Pesennya cepat nggak pake ribet!” Dan membuat segalanya menjadi mudah itu tidak segampang yang dikira.

Untuk urusan memudahkan pekerjaan rumah, robot pintar satu ini solusinya

Apa yang membuat ini menjadi tidak segampang itu?

Ache: Tantangannya adalah bagaimana mengubah kebiasaan orang. Sekarang siapa sih yang mesen tiket pesawat lewat chatbot? Nah kami sudah ada layanan itu, bisa beli tiket pesawat, beli pulsa, info cuaca, info tol, info makanan lewat Zomato. Nantinya kita juga ada food delivery salah satu fast food di Indonesia, banking, dan beberapa industri lainnya.

Contoh layanan yang bisa dilakukan di chatbot (Dok: Bang Joni)

Contoh layanan yang bisa dilakukan di chatbot (Dok: Bang Joni)

Kami juga harus berpikir cepat dan beradaptasi sama pasar. Kebetulan Februari ini kami akan update Bang Joni versi 2. Lebih futuristik. Jadi, nanti akan ada fungsi, pertama untuk melakukan pemesanan merchant dan kedua nanti bisa ngobrol sama chatbot-nya kayak curhat atau semacamnya.

Bang Joni akan menjadi lebih hidup. Kemarin masih “belajar” ngomong sekarang sudah bisa diajak ngobrol. Selama ini Bang Joni belajar terus mengumpulkan database kata-kata, nah sekarang sudah pintar.

Lalu kenapa tidak memilih dalam bentuk aplikasi?

Ache: Pertama, poin utama kita adalah kemudahan, jadi harus mudah diakses. Tidak perlu diunduh dulu. Jadi konsepnya semua prosesnya harus sederhana mulai dari awal sampai pembayaran, produk dan lain-lain.

Arra: Selain itu, salah satu insight yang kita dapat adalah, saat ini orang-orang terkadang malas untuk install aplikasi tambahan dengan alasan memori mereka sudah penuh atau alasan lainnya. Oleh karena itu, kita masuk lewat aplikasi yang sudah ada sebelumnya. Sesuai moto kami juga jadinya, nggak ribet.

Saat pertama kali muncul kami masuk lewat Telegram dan Facebook Messenger tapi saat ini kami sedang memfokuskan diri lewat LINE, jadi untuk via Telegram dan Facebook Messenger sedang ditutup dulu. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dibuka kembali dalam beberapa tahun ke depan.

IMG20160603164124 ok

Bicara media sosial, kodratnya kini sudah berbeda. Simak maksudnya di artikel ini

Bergerak di industri teknologi, apa arti sebuah gadget dalam keseharian kalian?

Ache: Tempat kami mencari uang karena kami pun meeting di gadget. Kantor sebenarnya ya di gadget. Gadget juga yang jadi makanannya Bang Joni.

Arra: Bisa sebagai perantara yang penting dalam bisnis. Dengan kondisi saat ini, rasanya hampir tidak mungkin kita melakukan enam kali meeting dalam satu hari, apalagi dengan lokasi yang berbeda-beda. Dengan adanya gadget dan teknologi kita bisa tetap melakukan meeting tersebut tanpa harus bertemu langsung.

Boleh tahu gadget apa yang kalian gunakan saat ini?

Ache: Saya sekarang menggunakan iPhone 7 karena layarnya besar. Dari segi fungsi jelas sangat memudahkan karena saya sudah lama menggunakan produk-produk Apple dan menjadi bagian dalam hidup saya.

Arra: Saya menggunakan iPhone 6 karena bagi saya pribadi Apple itu lebih user friendly. Perangkatnya juga bisa lebih banyak terkoneksi dengan satu sama lain. Jadi daripada harus membeli produk yang berbeda nanti malah susah jadinya mendingan saya beli yang memang fungsinya bisa terkoneksi dengan mudah.

Review iPhone bisa disimak di sini

Gadget apa yang terakhir kalian beli?

Ache: Smartwatch Suunto. Saya orangnya suka jalan-jalan dan kegiatan luar ruang. Jam ini sebenarnya untuk diving tapi fiturnya lengkap mulai altitude, GPS, sampai bisa mengatur jam sesuai lokasi kita berada.

Arra: Terakhir saya beli speaker Bose karena praktis dalam soal konektivitas. Kontrolnya juga mudah, kita bisa mengatur volumenya tanpa harus berdekatan dengan speaker-nya. Bentuknya juga sederhana dan bagus.

Pastinya Anda berdua menggunakan Bang Joni untuk kebutuhan sehari-hari kan?

Arra: Saya biasanya menggunakannya untuk memesan Uber dan kebutuhan lain, tapi seringnya Uber.

Ache: Kalau saya terutama saat memesan tiket pesawat. Dulu saya suka minta Arra untuk pesan tiketnya, tapi sekarang lewat Bang Joni saja sudah bisa.

Duo Ache dan Arra tahu persis cara menggabungkan kebutuhan gaya hidup kaum urban dengan perkembangan teknologi. Semoga saja semakin banyak chatbot lokal bermunculan dan meraih kesuksesan.

0 comments