NOW READING

Dunia Fotografi Fashion Lewat Kacamata Para Model

 1772
+
 1772

Dunia Fotografi Fashion Lewat Kacamata Para Model

by The Daily Oktagon
  • Seni fotografi fashion berawal dari sebuah upaya mempromosikan fashion sebagai bentuk seni rupa melalui media fotografi.
  • Menurut Kelly Tandiono, fotografi fashion saat ini lebih bergaya effortless dan natural dari segala macam hal mulai dari pose, angle, dan juga teknik pencahayaan.
  • Berkat perkembangan teknologi, dunia fotografi kini sudah lebih bersahabat buat orang-orang menurut Firrina Sinatrya.

Fotografi fashion sudah berlangsung lama. Bagi beberapa kalangan, Edward Steichen dianggap sebagai pelopor modern fashion photography saat diminta teman dekatnya untuk mempromosikan fashion sebagai sebuah seni rupa melalui media fotografi.

Untuk melakukan hal ini, ia memotret serangkaian koleksi gaun rancangan seorang perancang busana asal Perancis, Paul Poiret. Hasil foto ini pun kemudian diterbitkan dalam majalah Art et Décoration pada bulan April 1911.

Beberapa dasawarsa berselang, fotografi fashion terus berkembang, namun tentu esensinya relatif sama: menyampaikan estetika dan detail dari sebuah pakaian yang ditampilkan melalui beragam gaya atau pose.

Dan bicara pose, maka para model yang terlibat menjadi vital perannya. The Daily Oktagon bertemu dengan dua orang model senior Tanah Air, membicarakan dinamika dunia fotografi fashion, baik di level internasional atau pun nasional.

Kelly Tandiono – Fotografi Fashion Saat Ini Lebih Effortless

Model dengan postur 175 cm ini memulai karier modeling di luar negeri saat masih berusia 18 tahun. Menurutnya perbedaan yang paling signifikan dari dunia fotografi fashion saat ia memulai karier dengan saat ini adalah terletak pada gaya pencahayaan yang diterapkan.

Pada saat ia memulai karier, dunia fotografi fashion identik dengan teknik pencahayaan yang banyak dan kuat. “Kalau sekarang, fotografernya cenderung lebih menyukai gaya yang natural dan effortless. Mood-nya pun dibuat lebih natural dan tidak terlihat dibuat-buat,” kata Kelly yang saat diwawancarai baru saja selesai show di Indonesia Fashion Week 2017.

Sementara untuk melihat model yang memang hobinya fotografi, simak saja di artikel ini

Dari segi pemilihan pose pun, dunia fotografi fashion mengalami perubahan yang cukup berarti. Berdasarkan pengalaman yang dialami oleh Kelly, jika dulu posenya lebih banyak bermain pada highfashion maka sekarang pose yang lebih sering diinginkan oleh fotografer fashion itu pose yang effortless.

“Mereka kini lebih suka tidak terlalu banyak pose. Terkadang kita lagi diam atau lagi baca saja sudah langsung disuruh tahan sama mereka untuk difoto. Mereka malah minta kita hanya untuk memikirkan sesuatu dan tidak usah berpose terlalu banyak,” lanjutnya.

Kelly Tandiono

Penguasaan akan kamera, angle, dan juga pencahayaan menjadi tiga faktor yang penting bagi seorang fotografer fashion menurut Kelly. Ia mengaku pernah punya pengalaman difoto seorang fotografer yang mungkin baru mengenal kamera atau lighting. “Hasilnya tidak bagus, semuanya jadi tidak pada tempat yang seharusnya,” kenang Kelly.

Selain itu, para fotografer juga harus memiliki karakter tersendiri yang membedakan mereka dari fotografer lain. Hal ini cukup penting menurut Kelly karena saat ini banyak sekali bermunculan fotografer dengan kemampuan yang mumpuni juga.

Mau meningkatkan kemampuan fotografi? “Kelas” yang satu ini dapat jadi pilihan

Kelly juga percaya akan sebuah chemistry” yang terbangun antara model dan fotografer dapat membuat sebuah hasil foto bisa menjadi lebih baik dan proses kerjanya pun jadi lebih menyenangkan. Ada sebuah rasa kepercayaan yang tercipta di antara model dan fotografer jika chemistry ini sudah terjalin.

Ketika kami ajak berandai-andai jika seorang Kelly Tandiono adalah seorang fotografer, maka akan bergerak di bidang fotografi apakah dia? “Jelas food dan traveling karena aku suka sekali makan dan juga jalan-jalan. Hahaha!” ungkap Kelly yang ingin menggunakan kamera Leica jika ia menjadi seorang fotografer ini.

Firrina Sinatrya – Trennya Balik Lagi Ke Era 90-an

Model yang satu ini berkecimpung di dunia modeling sejak 2004 silam. “Saat itu aku masih merasakan di foto dengan menggunakan kamera SLR yang masih menggunakan film. Prosesnya cukup banyak. Jadi awalnya mesti dibikin dulu pakai polaroid terus kalau sudah bagus baru difoto lagi,” kenang Firrina.

Menurutnya, saat ini siapa saja yang ingin membuat foto yang bagus tidak sesulit dulu karena perkembangan teknologi yang beralih ke digital. Saat ini dunia fotografi sudah sangat bersahabat sekali dengan orang-orang. “Tidak perlu beli kamera yang terlalu mahal untuk membuat foto yang hasilnya seperti dibuat seorang profesional. Segala-galanya juga menjadi jauh lebih cepat. Begitu kita selesai foto kita bisa langsung lihat dan diedit karena sekarang serba digital,” lanjutnya.

Firrina Sinatrya

Firrina Sinatrya

Perkembangan ini juga terasa manfaatnya bagi dirinya yang saat ini juga tengah menekuni kamera. “Hal ini jelas menguntungkan bagi orang-orang yang bukan seorang profesional fotografer seperti aku tapi bisa memiliki kesempatan untuk membuat foto yang bagus,” kata Firrina yang saat ini menggunakan kamera Fujifilm XT10 untuk merekam berbagai macam momen seperti saat traveling atau aktivitas backstage.

Tak hanya dari teknologi kamera yang digunakan, Firrina juga merasakan perubahan akan gaya fotografinya itu sendiri. “Tak hanya dari model bajunya saja tapi juga dari gaya pengemasan fotonya. Tone warna dan teknik angle-nya kini mulai kembali lagi ke tren tahun 90-an,” ungkapnya.

Menurut Firrina, tantangan fotografer fashion saat ini terbilang cukup berat karena hampir semua orang memiliki kesempatan yang sama. “Semua orang bisa belajar otodidak atau lewat YouTube. Namun di sisi lain, terdapat tuntutan agar fotografer bisa beradaptasi dengan tren yang selalu berubah dengan cepat,” kata Firrina yang saat ini tengah gemar menggeluti kamera filmvideo ini.

Dengan berbagai dinamika fotografi fashion, Firrina berharap fotografi fashion di Indonesia setidaknya dapat mengadaptasi tren yang terjadi di luar atau bahkan menciptakan tren sendiri yang berstandar internasional.

Kedua model senior ini sama-sama merasakan perubahan yang cukup berarti di dunia fotografi fashion berkat perkembangan teknologi yang cukup pesat saat ini. Kemudahaan dan tantangan pun sama-sama muncul, dan semoga para fotografer Tanah Air dapat memanfaatkan kemudahan dan menjawab tantangan yang ada.

0 comments