NOW READING

Duet Teknologi dan Fashion, Makin Intim di Masa Depan?

 263
+
 263

Duet Teknologi dan Fashion, Makin Intim di Masa Depan?

by The Daily Oktagon
  • Industri fashion mulai mengadopsi teknologi sebagai instrumen vital. Bahkan bisa dibilang, industri ini sekarang tak bisa lepas dari campur tangan teknologi.
  • Salah satu bukti penyerapan teknologi pada industri fashion yang terjadi sekarang adalah eksistensi dari media sosial. Ia bisa berperan sebagai wadah yang menyebarkan pengaruh tren busana.
  • Teknologi dan fashion pun bisa mendorong industri kreatif lokal di Indonesia. Apalagi, fashion adalah bagian dari bisnis kreatif dengan perkembangan yang begitu agresif.

Fashion dan teknologi dulu ibarat langit dan bumi. Fashion adalah dunia yang dipenuhi dengan gemerlap model, elegansi akan sebuah cara berpakaian dan kultur. Di sisi lain, teknologi adalah inovasi akan solusi mutakhir yang biasanya tampak kaku. Memang, kala itu keduanya dianggap bertolak belakang.

Sekarang, teknologi berkembang pesat. Disrupsi terjadi dalam waktu yang singkat. Penetrasi smartphone melonjak tajam, adopsi internet semakin besar, cara mengakses informasi dari yang konvensional, berubah menjadi cara digital. Teknologi akhirnya merambah semua kategori, tak terkecuali fashion.

Pelan tapi pasti, industri fashion pun mulai mengadopsi teknologi sebagai instrumen vital. Bahkan bisa dibilang, industri ini sekarang tak bisa lepas dari campur tangan teknologi.

Pengaruh teknologi pada fashion perlahan mulai menciptakan efek positif, tak hanya bagi para desainer tetapi juga para pemerhati busana. Pasalnya, kolaborasi teknologi dan fashion bisa menghadirkan solusi fungsional yang dapat mendukung kehidupan manusia.

Apakah fashion dengan cara yang lebih digital, sophisticated, dan penuh inovasi, akan didambakan banyak orang?

Simbiosis Mutualisme Teknologi-Fashion

Di mata pakar media sosial Nukman Luthfie, salah satu bukti penyerapan teknologi pada industri fashion yang terjadi sekarang adalah eksistensi dari media sosial, yang bisa menjadi ‘kekuatan’ untuk menebar pengaruh tren.

“Di media sosial, khususnya Instagram, ada banyak informasi yang bisa diakses. Salah satunya fashion, dengan komunitas yang banyak. Pengaruh bisa kita dapat di sini, karena banyak tren yang kita lihat,” ujar Nukman kepada The Daily Oktagon.

fashion

Tak hanya Instagram, media sosial katalog seperti Tumblr atau Pinterest, menjadi wadah alternatif paling pas untuk mencari tren pakaian yang sedang hits, sehingga menurut Nukman juga sangat berpotensi menjadi wadah yang berpengaruh di dunia busana.

“Kedua media sosial ini menawarkan pengalaman berbeda. Tak cuma tren, mereka bisa memberikan rekomendasi produk atau juga tips dan trik dalam visual yang real,” katanya.

Jika dipecah, lanjut Nukman, Instagram adalah media sosial paling cocok untuk memperlihatkan tren fashion dalam bentuk pose. Adapun Pinterest dan Tumbr yang notabene adalah katalog, lebih sesuai digunakan untuk memberikan item per item, dan jadi pedoman bagi desainer busana.

Simak profil Billy Tjong, desainer busana yang juga gemar fotografi.

Bagi Nukman, perkembangan media sosial memberikan inspirasi fashion virtual bagi siapapun yang mengaksesnya. Ini jelas perubahan positif. Karena kalau zaman dulu orang-orang hanya membaca majalah fashion dan menerka-nerka tren, kini mereka bisa membuka media sosial untuk melihat langsung,” jelasnya.

Di aspek yang lain, ada kalanya, justru fashion yang memberikan dampaknya pada teknologi. Menurut pakar teknologi Donny Budi Utoyo, pengaruh fashion di dunia gadget begitu besar. “Contoh saja Nokia. Dulu ponselnya bisa gonta-ganti cover, itu karena fashion.” ujar pria yang akrab disapa Donny BU ini.

Sementara saat ini, banyak smartphone hadir dengan desain unik, lebih tipis dan warna-warnanya lebih soft. The Daily Oktagon mencatat, semakin banyak istilah warna yang memberikan daya tarik sebuah gadget. Misalnya saja warna Maple Gold dari Samsung Galaxy Note8, atau Dazzling Blue milik Huawei P10.

Laptop pun kini tampil lebih ramping dengan warna yang tak kalah menarik. Warna Aqua Blue dari Asus X441NA dapat menjadi contoh nyata. “Teknologi dan fashion itu seperti dua sisi mata uang. Saling memberikan dampak. Jadi teknologi nggak cuma ‘membantu’ fashion, tapi juga sebaliknya,” jelas Donny.

Ada smartwatch stylish dengan harga 33 juta. Tidak Percaya? Intip di sini.

Kolaborasi Out of The Box

Seiring semakin intimnya hubungan teknologi dan fashion, kolaborasi keduanya hadir dalam rupa inovasi menarik.

Desainer kenamaan Rinaldy A. Yunardi misalnya, pernah mengadakan perhelatan bertajuk “Fashion Nation”. Di situ, sederet inovasi teknologi dan fashion dipamerkan dalam sejumlah ruang experience dan produk fashion.

Terdapat sebuah fitting room canggih bernama Virtual Dressing Room misalnya, yang memungkinkan orang untuk mencoba busana tanpa perlu memakai busana secara langsung. Sementara dalam rancangan busana Lady Warrior Mask, karya busana milik Rinaldy menyematkan fitur cahaya UV dan membuat tampilan busana lebih memikat dan ‘menyala’.

Menurut Rinaldy, teknologi dan fashion bisa menjadi sesuatu yang out of the box dan membawa ke sebuah pengalaman di level yang baru. Kolaborasi seperti ini bisa menjadi patokan di masa depan, ” kata desainer yang sempat merancang sepatu khusus untuk Katy Perry.

Lebih jauh Rinaldy berpendapat, teknologi dan fashion bisa mendorong industri kreatif lokal di Indonesia. Apalagi, fashion adalah bagian dari bisnis kreatif dengan perkembangan yang begitu agresif. Kini, lebih dari 50 persen perkembangan bisnis kreatif di Indonesia didominasi oleh industri fashion.

Maka itu, Rinaldy berharap teknologi dan fashion tak cuma jadi ajang pameran belaka, tetapi juga menjadi inspirasi yang berpengaruh demi mengembangkan lahan bisnis kreatif Indonesia lebih luas dan lebih baik lagi.

“Dengan gelaran seperti ini, semoga bisa memberikan motivasi dan semangat bagi para desainer dan developer muda untuk lebih banyak berkolaborasi, menciptakan inovasi yang menakjubkan dan bisa menyatukan kedua dunia ini,” pungkas Rinaldy.

Apakah Anda para desainer dan developer berani menjawab tantangan Rinaldy ini?

Baca juga: Canggihnya Upaya Melestarikan Batik Saat Ini.

0 comments