NOW READING

DJ Jevin Julian dan “Remix” Digitalnya

 2425
+
 2425

DJ Jevin Julian dan “Remix” Digitalnya

by The Daily Oktagon

Semua foto: Dok. Pribadi

  • Teknologi membantu Jevin Julian dalam menghasilkan sebuah karya
  • Tak hanya saat proses membuat lagu, Jevin Julian juga menggunakan perkembangan teknologi untuk memperkenalkan karyanya.
  • Laptop dan smartphone menjadi andalan Jevin Julian saat berkarya

Jevin Julian menjadi salah satu rising star DJ yang siap membuat dunia musik Indonesia semakin bervariatif. Namanya menjadi semakin dikenal orang lewat acara pencarian bakat The Remix di salah satu stasiun televisi beberapa waktu lalu.

Kebintangannya pun diperkirakan semakin bersinar saat kolaborasi Jevin dengan pemenang Indonesian Idol Rinni Wulandari dalam grup Soundwave, sedang menyiapkan sebuah gebrakan besar di ini mendatang. “Sudah tiga single dan selanjutnya album,” bebernya saat bertemu dengan The Daily Oktagon.

Dan sebagai seorang DJ, maka gadget dan teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidupnya. Ditemani dengan secangkir affogato, Jevin menceritakan pengalamannya terikat penuh dengan teknologi digital dalam berkarya. Yuk, langsung baca!

Bisa ceritakan lagu apa yang sedang Anda buat sekarang?

Disamping lagu Soundwave yang akan keluar di tahun ini, saya sekarang sedang menyiapkan materi untuk mini album. Sekarang sudah jadi materinya tinggal proses mastering dan mudah-mudahan bisa akan keluar pada Februari 2017. Di single itu saya berkolaborasi dengan Neonomora. Saya suka banget karena lirik yang dia buat dan suaranya bagus banget. Kami buat musiknya bareng-bareng dan Neonomora yang buat liriknya. Liriknya menceritakan saat dia bosan hingga seseorang membuat dia “meledak”.

Bagaimana dengan tren electronic dance music (EDM) di 2017 ini?

Semakin besar dan banyak orang yang bisa menerima EDM. Radio-radio lokal juga sudah banyak yang memutar lagu-lagu EDM, sementara musisi lokal sudah banyak yang bermunculan. Jadi EDM masih bisa menjadi tren di 2017. Bicara soal persaingan, saya malah senang karena musik di Indonesia jadi semakin berkembang. Ditambah lagi, orang-orang juga jadi semakin banyak tahu referensi soal musik.

Intip artikel ini untuk melihat perlengkapan wajib DJ di era digital

Bagaimana Anda melihat perkembangan teknologi saa ini untuk membuat sebuah karya musik?

Sekarang, kalau mau bikin dance music seperti yang sering saya lakukan itu sudah gampang banget, hanya butuh laptop dan software. Apalagi software juga sudah makin banyak pilihan.

DJ

Namun, di satu sisi, walau perkembangan teknologi sudah semakin gila dan sudah mempermudah kita semua untuk membuat sebuah musik, menurut saya masih belum ada yang ngalahin analog sound. Walaupun electronic music yang direkam pakai synthesizer sungguhan atau pakai elektronik drum, sound-nya jauh dari analog sound.

Dulu saya nggak terlalu mikirin tentang hal-hal itu, yang penting lagunya jadi. Sampai akhirnya mulai memperhatikan kalau sound mixing itu penting banget. Akhirnya saya mulai cari tahu sendiri. Saya melihat ada musisi seperti Skrillex dan James Blake hasil mastering audionya bisa keren banget. Ternyata prosesnya itu memang pakai analog.

Sejauh apa teknologi membantu Anda untuk menciptakan sebuah karya?

Penting banget, jadi saya berkarya itu pakai teknologi. Saya menggunakan alat-alat teknologi sekarang juga untuk banyak hal. Nggak cuma sampai di situ, saya pun menjual semua karya lewat teknologi media sosial. Menurut saya, media soundcloud itu juga penting karena saya pribadi sangat terbantu dengan itu. Saya bisa upload lagu sendiri dan nggak perlu melewati persyaratan yang bertele-tele. Saya merasakan impact-nya langsung dari media itu, dulu saya upload karya di sana dan diundang tampil di The Remix.

Bagaimana dengan smartphone? Apakah membantu karier Anda juga?

Benda itu yang paling membantu saya dalam berkarya. Pernah banget saya tiba-tiba dapat ide baru langsung saja ambil smartphone. Saya juga menggunakan aplikasi music memos, audio recorder yang bisa langsung mendeteksi semuanya, mulai dari tempo berapa, chord-nya apa saja, dan lain-lainnya. Kalau nulis lirik sih belom, tapi kalau bergumam dan direkam ya sering. Jadi, bisa buat looping sendiri.

Profil DJ lain yang tak kalah seru bisa juga disimak di artikel ini

Benda apa yang paling berperan untuk membantu ide kreatif Anda?

Laptop hampir setiap hari saya bawa ke mana pun saya pergi karena di saat waktu kosong di mana pun bisa buka MacBook Pro saya dan bisa bikin lagu. Saya biasanya melihat sekitar dan dapet ide apa langsung saya tumpahin ke laptop. Kadang saya dari nggak ada ide apa pun, tapi tetep buka laptop dan buat beat drum atau apa saja, dan bisa jadi aja.

DJ

Smartphone apa yang Anda gunakan sekarang?

Sekarang saya pakai Asus Zenfon 3 karena smartphone ini pas dengan hobi yang lagi saya jalani. Selain bermusik, saya juga hobi fotografi, desain, dan lagi belajar bikin video plus editing. Jadi kalau lagi nggak bawa kamera DSLR atau GoPro, saya masih bisa mengambil foto dan video pakai smartphone ini.

Bukan cuma RAM dan memorinya aja yang besar, tapi layarnya juga. Kalau lagi ngulik lagu pakai digital instrument di smartphone, tuts pianonya yang muncul di layar besar-besar semua, jadi mudah untuk dimainkan.

Di luar musik, bagaimana Anda memanfaatkan teknologi digital?

Saya juga senang membuat desain grafis. Awalnya saya suka melihat kakak saya yang dulu kuliah fashion design dan menggunakan software Photoshop. Sekarang saya yang ikut-ikut. Satu lagi, saya juga sekarang belajar buat video yang awalnya terinspirasi dari beberapa videographer.

Untuk urusan foto dan video ini, saya lagi asik dengan kamera Canon 7D dan Sony Alpha 6000. Dua kamera ini bagus untuk foto, dan khususnya Sony, hasil videonya keren. Jadi, selain belajar caranya mengambil foto, saya juga belajar buat video yang bagus. Mungkin nanti saya bisa buat video klip sendiri, jadi nggak ketergantungan sama orang dan irit budget juga.

Aplikasi apa yang terakhir Anda pasang di smartphone?

iXpand Drive, aplikasi untuk membaca data USB drive. Jadi, kalau mau mindahin data, tinggal pakai itu aja bisa colok ke smartphone. Banyak juga lagu-lagu yang setelah saya buat di laptop tinggal pindahin ke smartphone pakai itu, dibanding harus mindahin lewat kabel yang lebih lama.

Bagaimana kalau gamelan di “remix” dengan musik modern? Simak di sini

Device apa saja yang sekarang sedang Anda gunakan?

Headphone juga termasuk sih. Balik lagi tadi, karena saya suka membuat musiknya di mana-mana, mau nggak mau headphone itu jadi device wajib. Saya harus punya dua headphone, yang satu untuk producing musik dan yang satu lagi untuk perform. Kalau ngomongin headphone, saya paling suka dengan Audio Technica M50X. Belum lama ini juga baru punya juga Master & Dinamic.

Kalau cari headphone, saya biasanya memilih yang datar dan tidak terlalu berlebihan, suaranya sama semua, bass-nya tidak terlalu besar atau suaranya terlalu tajam.

Saat mendengarkan lagu, saya mau semua frekuensinya “jujur” dan telinga saya nggak “dibohongi” oleh satu atau dua sound. Mungkin satu headphone bisa menghasilkan bass yang besar, jadi saya turunin bass-nya. Lalu tiba-tiba, saat lagu itu dipindahkan, ternyata sound-nya jadi beda.

Jevin tampak sudah siap menyongsong 2017 dengan berbagai gadget andalannya. Kita tunggu kiprahnya di tahun ini!

0 comments