NOW READING

Dennis Adhiswara, Belajar dari Bermain Video Game

 1144
+
 1144

Dennis Adhiswara, Belajar dari Bermain Video Game

by The Daily Oktagon
  • Dennis Adhiswara lebih menyukai bermain video game lewat komputer yang dirakitnya sendiri
  • Berkat hukuman tidak boleh bermain game, Dennis bisa berkenalan dengan kamera video dan mulai menyukai film yang sekarang menjadi kariernya.
  • Dennis mengatakan bisa belajar banyak dari video game, khususnya pengembangan cerita dari video game yang memiliki cerita yang kuat.

Pria yang dikenal sebagai aktor film Ada Apa Dengan Cinta? ini ternyata gamer sejati. Dennis, sapaan akrabnya, mulai mengenal video game sejak 1987 saat bermain game watch keluaran Nintendo bernama Manhole.

Game berikutnya yang ia kenal adalah versi komputer berjudul Digger. Sejak saat itulah dirinya mulai akrab dengan video game. Dennis termasuk selalu update dengan konsol game. Pertama ia memiliki Atari 2600.

Kemudian memiliki konsol-konsol video game lain seperti Spica, Super Nintendo, Game Gear, PlayStation 1, PlayStation 2, PlayStation 3, Xbox 360, Nintendo Wii sampai PlayStation 4. Sementara untuk versi handheld, ia punya Game Boy Advance, Game Boy Advance SP, PSP. Daftar konsol yang panjang bukan?

Meski koleksi konsolnya cukup lengkap, Dennis justru mengaku sebenarnya lebih menyukai memainkan video game lewat komputer karena kendalinya yang relatif lebih mudah. Tak sekadar bermain, Dennis bahkan menyukai sensasi merakit sebuah komputer yang sesuai dengan keinginannya.

Cari laptop gaming terbaru? Baca ulasan kami di sini

Genre game favorit

Berbicara tentang genre game yang menjadi favoritnya, Dennis mengaku sangat menyukai permainan simulasi atau strategi. “Untuk mengasah otak, saya lebih suka real time simulation (RTS). Saya main Warcraft, StarCraft, seri Command and Conquer. Genre RTS ini paling gampang membuat saya ketagihan,” ungkapnya kepada The Daily Oktagon.

Dennis sendiri menyebut game Civilization VI, Shadow Warrior 2, Orwell, dan Dead by Daylight sebagai game yang sedang dimainkannya di Steam (media permainan digital terkenal). Dennis mengaku memiliki koleksi 384 game di dalam platform tersebut.

Selain game simulasi, Dennis juga menyukainya game-game yang menampilkan cerita yang kuat. Misalnya saja Final Fantasy VII memiliki cerita yang sangat kompleks, diluar dugaannya. “Resident Evil 1 dan 2 juga bisa membuat saya seakan-akan berada dalam situasi yang horor,” ungkapnya.

Dennis bahkan mengaku sampai saat ini belum ada game yang bisa mengalahkan ending story The Last of Us. “After taste setelah menamatkan game ini sungguh luar biasa,” ungkapnya.

Saat bermain game dengan cerita yang kuat, Dennis mengaku ingin larut ke dalam cerita game tersebut. “Saya ingin dibawa ke dunia, misi, dan karakter yang berbeda. Makanya sekarang kalau saya main Uncharted atau Tomb Raider yang sekarang, saya suka berhenti dulu di tengah-tengah untuk melihat dunia sekelilingnya,” ujar Dennis.

Giring Nidji juga penyuka video game. Simak kisahnya di sini

Berkah dari bermain game

Sebagai orang yang tumbuh dewasa dengan bermain game, Dennis juga sempat mengalami pengalaman yang umumnya dialami oleh gamer lainnya. Ia mengaku pernah dihukum tidak boleh main game selama satu caturwulan karena rapor yang sangat jelek.

Nah, untuk mengisi waktu, ia pun beralih mulai bermain kamera video. “Mungkin bisa dibilang kalau waktu itu tidak dihukum, saya mungkin tidak bisa menjadi seperti sekarang. Suka film dan bikin film,” kenang Dennis yang juga kerap memainkan game seperti Mobile Legends dan Vainglory lewat iPhone 7 Plus miliknya.

Bersama para selebritas lain (Dok. IG @dennisadishwara)

Lewat game pula Dennis bisa belajar bagaimana teori-teori pengembangan cerita yang biasa terdapat dalam film diterapkan untuk cerita sebuah game. Menurutnya dewasa ini banyak video game yang menggunakan teori-teori perfilman untuk mengembangkan cerita.

Bahkan pengembangan cerita di video game menurut Dennis sangat menantang karena cara penyampaiannya berbeda dan melibatkan penonton (si pemain game) di dalam cerita. “Sensasinya beda sekali karena kita bisa merasakan sendiri ceritanya. Sehingga saat saya bermain game ada hal yang bisa saya pelajari di situ,” tutupnya. Apakah Anda para gamer merasakan sensasi yang sama?

0 comments