NOW READING

Dari Zumba Hingga Kedokteran Masa Depan

 1640
+
 1640

Dari Zumba Hingga Kedokteran Masa Depan

by The Daily Oktagon
  • Talking point 1: FK Unpad menggelar dies natalis
  • Talking point 2: Tema “masa depan” termasuk kemajuan industri menjadi hal penting yang dibicarakan
  • Talking point 3: Selain orasi ilmiah, berbagai lomba pun digelar

“Pendidikan adalah paspor menuju masa depan, masa yang hanya bisa dimiliki oleh mereka yang telah mempersiapkan diri dari sekarang”. Itulah salah satu kalimat populer milik pejuang HAM, Malcolm X. Masa depan memang harus disongsong dengan persiapan diri yang matang, salah satunya dengan pendidikan yang mumpuni.

Maka tak heran pula dalam perayaan Dies Natalis ke-59 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang dipusatkan di Rumah Sakit Pendidikan FK UNPAD, Pasteur, Bandung, “masa depan” menjadi salah satu hal yang dikedepankan. The Daily Oktagon sendiri merupakan salah satu pendukung dan menjadi media partner acara ini.

kedokteran

“Historical Achievement For Better Future”, itulah tema yang diambil pada perayaan yang diselenggarakan akhir Oktober lalu, yang disebut sebagai momentum bagi FK UNPAD untuk menyampaikan seluruh pencapaian bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat luas.

Dekan FK Unpad, Yoni Fuadah Syukriyani sendiri telah memberikan orasi ilmiahnya, diikuti presentasi ilmiah jurnal internasional dan nasional para peneliti FK Unpad dan mahasiswa berbagai tingkatan program studi yang ada. Dalam orasi ilmiah sang dekan, lagi-lagi menyelipkan kata “masa depan”. Dr. Yoni menyampaikan orasi berjudul, “Pendidikan Kedokteran Masa Depan Menghadapi Revolusi Industri ke-4”.

Lebih jauh tentang hubungan teknologi dan dunia kesehatan bisa baca di sini

Dokter Terampil Teknologi

Layaknya dunia pendidikan dan profesi lainnya, masa depan memang diprediksi akan penuh dengan perubahan. Temuan dari Deloitte Center for Health Solutions misalnya menyebutkan, industri kesehatan di masa mendatang akan menuntut praktisi medis untuk lebih inovatif, mempunyai keterampilan teknologi dan data analisis yang lebih baik.

Maka tak heran jika dalam temuan Deloitte menyebutkan, dokter masa depan mungkin tidak akan muncul dengan tas dan stetoskop, melainkan dengan tablet atau smartphone yang tersimpan rapi di saku jas putihnya. Teknologi digital masa depan memungkinkan konsultasi pasien, permintaan resep obat, hingga check-up kesehatan dilakukan secara online.

Tuntutan teknologi di masa depan ini tentu bukannya tidak disadari oleh para mahasiswa FK Unpad sebagai calon dokter masa depan. Ditemui oleh The Daily Oktagon di sela perayaan dies natalis, Teuku Kyan Nuryasin, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obsteri dan Ginekologi misalnya menyebutkan, penggunaan gadget sebagai media teknologi sudah menjadi hal yang mutlak diperlukan.

kedokteran

Teuku sendiri menggunakan dua smartphone, iPhone 6s dan Samsung Galaxy untuk menunjang pendidikannya. Satu digunakan untuk kepentingan pribadi, satu lagi digunakan untuk kepentingan semasa ia menempuh residen atau selama menempuh pendidikan.

“Smartphone hal penting buat saya karena mempermudah pelayanan dan belajar, karena tidak perlu menggunakan laptop dan lebih praktis untuk membaca jurnal maupun mengerjakan tugas yang diberikan oleh konsulen,” Jelas Teuku

Sedang mencari gadget yang bisa membantu badan menjadi sehat? Baca ini.

Selfie di Tengah Lomba

Penggunaan gadget sendiri oleh para mahasiswa FK Unpad tentu tidak hanya digunakan untuk keperluan yang “serius” saja. Apalagi selain acara ilmiah, dies natalis juga dimeriahkan berbagai pertandingan menarik yang digelar selama dua hari dan dihadiri oleh sekitar 200 orang dari berbagai elemen fakultas.

FK UNPAD Warrior misalnya, merupakan ajang uji fisik yang meliputi lari melewati ban, melompati drum, merayap, hingga lari karung. Riuh puluhan penonton yang mendukung sekitar 20 peserta mewarnai acara.

Keriuhan yang relatif sama juga terjadi saat pertandingan zumba. Para peserta berjumlah sekitar 50 orang yang kebanyakan datang dari para mahasiswa, berusaha menunjukkan kemampuannya ber-zumba, tarian yang kini tengah dikenal sebagai salah satu tarian olahraga.

kedokteran

Di sudut tempat acara yang lain, terdapat ajang lomba catur, hingga “pencarian bakat” menyanyi FK Got Talent yang tak kalah seru. Ternyata fakultas ini menyimpan beberapa mahasiswa dengan kemampuan olah vokal yang baik. Semua pertandingan menarik ini tentu menjadi objek yang cocok diabadikan lewat kamera smartphone.

Kalau yang ini kiprah dokter yang jago menyanyi, dan pintar fotografi

Di tengah-tengah acara, para mahasiswa misalnya terlihat sibuk ber-selfie dengan smartphone. Menurut salah satu mahasiswa Alifia Nanda, penggunaan smartphone tentu tidak semata untuk kepentingan mencari informasi perkuliahan, namun juga memantau sosial media, seperti Instagram dan grup Whatsapp sebagai sarana hiburan. “Perlu sarana hiburan, supaya kuliah tidak menjadi membosankan,” jelasnya.

Masa depan dan kemajuan teknologi memang dua hal yang harus diantisipasi para mahasiswa. Namun sesekali berakhir pekan dengan bersenang-senang mengikuti lomba, melepaskan kepenatan dari aktivitas perkuliahan yang padat, tentu tidak masalah. Dan para sivitas akademika FK Unpad memanfaatkan kesempatan itu dengan baik lewat ajang dies natalis kali ini.

 

0 comments