NOW READING

Dari Pembuat Video Dokumentasi Pernikahan Jadi Rumah Produksi

 1159
+
 1159

Dari Pembuat Video Dokumentasi Pernikahan Jadi Rumah Produksi

by The Daily Oktagon
  • CameoProject berawal dari usaha pembuatan video dokumentasi pernikahan.
  • Video yang ditayangkan di channel CameoProject bertemakan keseharian anak muda.
  • CameoProject mewakili Indonesia di pertemuan youtuber dunia di London.

Senang menonton video kocak di YouTube? Kalau suka, rasanya pasti tahu CameoProject.

Video-video mereka yang mengangkat beragam tema hampir dipastikan bisa mengocok perut. Berbagai tema, mulai pemilihan kepala daerah hingga belajar menyetir, bisa mereka buat jadi kocak. Namun, tahukah kalian bahwa CameoProject berawal dari usaha jasa pembuatan video dokumentasi pernikahan?

Berbincang dengan The Daily Oktagon, Content Manager CameoProject, Randi menjelaskan CameoProject didirikan oleh Martin Anugrah dan Andry Ganda pada akhir 2008. Pada awalnya, mereka berdiri sebagai usaha jasa pembuatan video dokumentasi pernikahan. Alasan pemilihan usaha itu adalah perputaran uangnya yang cepat. Kata Randi, dua sahabat itu ingin mengumpulkan uang dengan jumlah besar dan dalam waktu yang cepat guna membiayai pembuatan film pendek.

Pada 2012, Martin dan Andry mulai membuat video dan tema yang mereka angkat adalah Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. Video itu mereka tayangkan di YouTube, karena tidak punya akses untuk menayangkannya di televisi.

Di luar dugaan, sambutan masyarakat terhadap video tersebut sangat luar biasa dan sejak itu nama CameoProject meroket. Apalagi, setelah tim sukses Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, calon Kepala Daerah DKI kala itu, meminta mereka membuat video “Jakarta Baru”.

“Setelah itu nama CameoProject mulai dikenal masyarakat,” kata Randi kepada The Daily Oktagon.

video dokumentasi

Martin dan Andry pun mulai kecanduan membuat video dan mengubah usaha CameoProject menjadi sebuah rumah produksi, bukan lagi usaha jasa pembuatan video dokumentasi pernikahan. Bahkan, kini Martin dan Andry ingin menjadikan CameoProject sebagai sebuah merek.

Konon, video yang viral di YouTube, belum tentu jadi patokan Anda eksis. Lalu apa? Baca selengkapnya di laporan workshop membuat video YouTube berikut ini.

Kampanye Politik

Tema video yang diangkat CameoProject sendiri bisa apa saja yang ada di keseharian kita, termasuk tema politik. Namun menurut Randi, video dengan tema politik hanya dibuat sesekali saja, seperti ketika Pemilihan Kepala Daerah DKI 2012 dan Pemilihan Presiden 2014.

Maka menyambut pemilihan Kepala Daerah DKI 2017, CameoProject telah menyiapkan video untuk meramaikan kegiatan itu. Kata Andri, meski mereka akan membuat video yang isinya mendukung salah satu kandidat, bukan berarti CameoProject menjadi tim sukses kandidat tersebut. “Kami tetap di luar dan hanya mengekspresikan harapan kepada kandidat pilihan kami melalui video,” kata Randi.

Meski video yang dibuat CameoProject terkesan konyol dan ringan, sebetulnya banyak juga pesan penting yang dihadirkan di video-video itu, seperti semangat nasionalisme dan menjaga keberagaman Indonesia. Mereka juga membuat video kampanye untuk menjadikan Indonesia lebih baik, tetapi dengan gaya yang kocak.

A video posted by Cameo Project (@cameoproject_) on

Upaya CameoProject membuat video dengan isi yang positif membuat mereka pada September lalu diundang YouTube untuk menghadiri pertemuan para youtuber (panggilan pembuat video di Youtube) di London, Inggris. Salah satu tema pembicaraan pada pertemuan itu adalah membahas isi video di YouTube yang dianggap mulai tidak sehat, seperti menayangkan video untuk mengolok-olok seseorang atau mengampanyekan hidup bebas.

“Ini juga jadi kepedulian kami. Dalam waktu dekat ini kami akan membuat video dengan tema jangan jadikan orang bodoh terkenal. Kami lakukan ini karena kami melihat kini banyak youtuber di Indonesia yang membuat video yang isinya tidak sehat,” jelas Randi.

Baca juga, cara untuk menjadi youtuber andal, di sini.

Kamera Mirrorless

Berbincang dengan pembuat video, tentu tidak asyik jika melewatkan perbincangan tentang “senjata” yang mereka gunakan. Untuk membuat video, CameoProject pada awalnya menggunakan kamera Canon EOS 5D. Kamera DSLR ini dipilih karena ketika itu juga dijadikan andalan untuk memotret pernikahan, yang merupakan usaha awal mereka.

Kini, CameoProject mengandalkan kamera mirorless dengan sensor full-frame, Sony α7S. Kamera ini dipilih karena dapat memproduksi video berkualitas tinggi, termasuk video 4K. Selain kamera tersebut, mereka juga mempersenjatai diri dengan beragam perangkat pendukung, seperti slider dan berbagai lampu untuk menghasilkan video berkualitas gambar yang mumpuni.

Perangkat tersebut menunjukkan keseriusan CameoProject untuk terjun di dunia pembuatan video. Menurut Randi, CameoProject bukan lagi proyek iseng-iseng, tetapi telah menjelma menjadi usaha yang harus ditekuni dengan serius. Apalagi, mereka juga memproduksi tayangan iklan yang ditayangkan di YouTube. Beberapa klien CameoProject adalah Laurier, OLX, dan Astra Life.

video dokumentasi

Keseriusan ini telah berbuah. Disamping banyaknya pihak luar yang mengajak kerja bareng, pada tahun ini CameoProject membuat satu usaha baru yang dinamai CameoPilot. Unit usaha ini bergerak di bidang konsultasi digital content. Unit usaha ini ditujukan kepada merek yang ingin berkampanye di ranah digital. Dengan keseriusan ini pula, CameoProject rasanya tidak akan sekadar menjadi cameo (peran yang biasanya berdurasi pendek dan tidak berbobot) di dunia YouTube Tanah Air.

Hal yang berawal dari hobi, kemudian berlanjut menjadi keisengan, ternyata bisa mendatangkan pendapatan juga popularitas. Kuncinya tentu harus terus kreatif, jeli melihat tren masa kini, dan update terhadap berbagai berita di sekitar kita. Apakah Anda tertarik mengadaptasi jejak sukses mereka? Siapa tahu Anda nantinya bisa menjadi salah satu nama yang bisa mencuat di dunia maya dan nyata.

Ingin membuat video YouTube dengan kamera mirrorless yang ringkas? Simak dulu tips jitu membeli kamera mirrorless berikut ini.

0 comments