NOW READING

Code4Nation, “Pasukan” Coding Wujud Cinta Tanah Air

 170
+
 170

Code4Nation, “Pasukan” Coding Wujud Cinta Tanah Air

by The Daily Oktagon

Sumber foto utama: Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan RI

  • Perkembangan teknologi dewasa ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai hiburan semata, juga bisa dipergunakan untuk membangun bangsa dan negara
  • Tidak perlu harus menciptakan robot canggih, lewat aplikasi yang menyediakan solusi atas permasalahan di masyarakat sudah menjadi bentuk nyata kontribusi terhadap bangsa dan negara
  • Code4Nation mendorong developer menjadi sosok yang memanfaatan teknologi sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air.

“Di Mojokerto Harga Bawang Merah Naik, Bawang Putih Turun”. Begitu judul sebuah berita. Harga bawang yang naik turun mungkin sudah sering kita dengar. Meski kita mungkin berempati kepada petani bawang yang terkena dampak yang tidak stabil itu, namun biasanya empati hanya berakhir tanpa kita tidak melakukan apa-apa.

Maka disinilah peran teknologi dapat membantu menyalurkan empati tersebut menjadi kontribusi nyata. Di Indonesia kini, semakin banyak anak muda yang memiliki keahlian di bidang IT, dan mampu melihat bahwa pemanfaatan teknologi serta keahlian mereka dapat memajukan bangsa Indonesia. Salah satunya adalah Code4Nation.

Wadah atau perkumpulan yang didirikan pada 13 Agustus 2015 ini bertujuan membantu memecahkan masalah bangsa dan sekaligus berupaya memajukan Indonesia dengan bantuan ilmu pengetahuan dan tentu saja perkembangan teknologi saat ini.

Menurut Irvan Putra, salah satu founder sekaligus ketua komunitas, salah satu bakat bidang teknologi yang dapat diarahkan untuk membantu permasalah bangsa itu misalnya saja developer, yaitu mereka yang bisa menciptakan sebuah progam atau aplikasi melalui kegiatan coding.

Beberapa tahun belakangan ini, Irvan melihat tren bahwa developer yang biasanya berada di balik sebuah aplikasi mendapat sorotan, bahkan menjadi pelaku penting dalam perkembangan teknologi. “Developer muda Indonesia sangat banyak sehingga kontribusi serta karya mereka sangat diharapkan,” beber Irvan.

Bagaimana masa depan teknologi Indonesia di tangan millenial? Yuk, baca ulasannya.

Kuncinya Problem, Bukan Teknologi

Para anggota komunitas Code4Nation dalam beberapa kesempatan berkumpul untuk berdiskusi tentang permasalahan yang bisa dicari solusinya, dengan bantuan teknologi dan bersama-sama melakukan kegiatan coding. Irvan sendiri mengaku kurang hafal jumlah anggotanya saat ini, karena sebagian ada yang bertemu ketika “kopi darat” namun ada juga yang sebatas media sosial atau saat diselenggarakan kompetisi coding.

Aksi peserta di acara Hackathon Merdeka 2.0 yang digelar Code4Nation (Foto: Dok. Code4Nation)

Namun kehadiran komunitasnya mendapatkan penekanan Irvan bahwa teknologi hanya sebagai alat atau bantuan, namun untuk bisa benar-benar berkontribusi untuk Indonesia adalah terlebih dahulu harus peduli dan memahami permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Setiap masalah bangsa menurut Irvan tidak bisa serta merta mendapat solusi lewat bantuan teknologi, apalagi terus dipaksakan untuk dibuat aplikasinya, yang ujungnya biasanya tidak akan berhasil atau tidak memberikan solusi yang sesuai.

Maka setiap developer atau anggota yang bergabung di komunitas dituntut untuk berbaur dengan masyarakat, turun langsung ke lapangan melihat masalah apa yang kemudian dapat dikembangkan solusinya. “Jadi pemanfaatan teknologi itu bukan ada yang canggih dan pas terus langsung dipakai atau diimplementasikan,” tutur Irvan.

Irvan mencontohkan aplikasi LimaKilo dan PasarLaut yang tim pembuatnya sempat ikut serta dalam event coding yang diselenggarakan oleh Code4Nation. Kedua tim aplikasi tersebut sampai turun langsung ke lapangan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi petani bawang dan nelayan. Dari situ mereka menciptakan aplikasi yang membantu petani dan nelayan untuk memasarkan hasil usaha mereka.

“Jadi di Indonesia itu yang dibutuhkan adalah penyelesaian masalah untuk hal-hal yang membumi. Teknologi yang dibuat tidak perlu yang sangat canggih, sebab yang dibutuhkan adalah teknologi yang bisa memberikan solusi atas permasalahan sehari-hari,” imbuh Irvan.

Gaya kerja mobile working sedang tren. Intip pengaruh sentuhan teknologinya di artikel ini.

Teknologi dan Kontribusi

Salah satu bentuk kegiatan yang juga digagas oleh Code4Nation bersama pemerintah yaitu kegiatan hackathon, sebuah ajang hacking (membuat sesuatu dengan cepat) yang dilakukan secara marathon dalam jangka waktu tertentu. Misalnya saja membuat aplikasi terbaik dalam waktu 24 jam.

Menkominfo RI Rudiantara membuka acara Hackathon Merdeka (Foto: Dok Code4Nation)

Code4Nation sudah melakukan beberapa kali kegiatan coding atau hackathon. Kegiatan yang terkenal di antaranya adalah Hackathon Merdeka 1.0 hingga 3.0. Pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Walau kini tidak hanya Code4Nation saja yang menggelar ajang serupa, Irvan malah mengapresiasi hal tersebut. Dengan semakin banyaknya kompetisi hackathon, Irvan berharap publik akan semakin sadar tentang startup dan aplikasi digital, termasuk kejelasan apa yang dimaksud dengan coding dan hackathon.

Simak profil Pinot, seniman grafis yang jago gabungkan teknologi dan seni grafis manual. 

Semakin ramainya hackathon juga diharapkan Irvan membuat semakin banyak orang tertarik menggeluti coding, dan mendapati bahwa kegiatan tersebut tidak sesulit seperti yang dibayangkan

Code4Nation sendiri tidak membatasi bahwa mereka yang ingin ikut bergabung atau diskusi bersama harus memiliki pemahaman tentang coding secara matang. “Justru yang dicari adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah di suatu bidang yang bahkan belum tersentuh oleh teknologi, sehingga pemanfaatan teknologi yang dilakukan bisa lebih optimal,” pungkas Irvan.

Jadi jika Anda memang mengaku peduli akan kemajuan negara ini, Code4Nation bisa jadi wadah yang tepat untuk menyalurkan kepedulian tersebut.

0 comments