NOW READING

Cara Cerdik Ayah Techie Menginspirasi Anak Perempuan

 788
+
 788

Cara Cerdik Ayah Techie Menginspirasi Anak Perempuan

by The Daily Oktagon

Bicara tentang teknologi, mungkin yang akan langsung terlintas adalah dunia yang penuh dengan para pria.

Kendati dunia teknologi identik dengan pria, namun bukan berarti perempuan tidak tertarik terjun ke dalam dunia teknologi, programming, atau sekadar mengoprek gadget. Tilik saja srikandi-srikandi yang sudah malang melintang di dunia digital, seperti Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg, dan Marissa Mayer selaku Yahoo! Chief Executive Officer.

Semuanya berawal dari pengenalan orangtua akan teknologi terhadap anak. Para ayah techno freak pun biasanya secara langsung ataupun tidak, akan menularkan hobinya ke anak-anak.

Ketertarikan anak perempuan terhadap teknologi dimulai sejak dini. Umumnya mereka mencari dukungan dan inspirasi dari ayahnya. Menurut laporan riset dari Girl Scout Research Institute pada 2015, sekitar 68 persen remaja perempuan yang tertarik pada STEM (Science, Tech, Engineering, Math) mengatakan bahwa ayah punya andil besar dalam mendorong mereka.

Sebegitu pentingnya peran ayah dalam mengenalkan teknologi terhadap anak perempuan, tentu menjadi kabar menggembirakan bagi para ayah techie! Nah, ada berbagai cara seru yang bisa dilakukan para ayah untuk mengenalkan teknologi secara edukatif kepada anak tanpa membuatnya kecanduan.

Foto: Shutterstock.com

Bermain Video Games

Segala sesuatu pasti ada awalnya. Begitu pula dengan kecintaan terhadap teknologi. Para ayah bisa mengenalkan anak-anak perempuannya permainan komputer edukatif dan mengajaknya bermain bersama-sama. Bermain video games disinyalir dapat mengembangkan kemampuan spasial anak.

Mengabaikan Stereotip Gender

Hilangkan batasan bahwa anak perempuan seharusnya bermain boneka atau masak-masakan. Ajak anak perempuan untuk melakukan aktivitas olahraga, musik, bermain dengan gadget, serta berbagai kegiatan yang juga biasa dilakukan anak lelaki! Ini akan membuatnya tumbuh menjadi perempuan yang percaya diri dan mandiri.

Bermain Balok dan Lego

Selain bermain video games, membangun sesuatu juga bisa mengembangkan kemampuan spasial anak. Nah, para ayah bisa mengajak anak perempuannya membangun sesuatu dengan Lego atau bahkan dari balok-balok sederhana. Ajak anak berdiskusi merancang apa yang akan dibangun. Lalu lihat betapa antusiasnya dia nanti saat bekerjasama merancang bangunan, menumpuk, dan menyusun Lego bersama Anda.

Foto: Shutterstock.com

Mengemas Matematika jadi Menyenangkan

Suka ataupun tidak, matematika sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Nah, para ayah techie biasanya tak keberatan ‘bergaul’ dengan perhitungan matematika. Satu hal yang diperlukan adalah mengemas matematika menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak. Clara Shih, CEO layanan digital marketing platform untuk finansial bernama Hearsay Systems menceritakan bahwa sewaktu kecil, ia dan sang ayah sering membangun sirkuit elektronik dan membuat gadget sederhana.

Setelah dewasa, Shih tak lagi merasa asing dengan teknologi dan digital. Para ayah juga bisa mengemas matematika menjadi lebih menyenangkan dalam aktivitas sehari-hari. Misalnya mengajak anak menghitung berapa uang jajan tambahan yang akan diterimanya jika dia mau membantu mencuci mobil.

Ajak Berkarya

Punya anak perempuan yang suka menulis? Pas sekali! Para ayah bisa mengajarkannya blogging. Bisa dimulai dengan membuatkannya email dan akun untuk blog, atau cukup memandunya saja bila dia sudah cukup besar untuk melakukannya sendiri. Pancinglah anak untuk menulis apa yang dialaminya hari ini, mengungkapkan apa yang dirasakan, atau sekadar bercerita tentang hal yang disukainya di dalam blog. Ajak juga dia membuat video singkat menggunakan smartphone, lalu unggah di internet. Jadi tak hanya mengunduh, tapi dia juga bisa mengunggah karyanya.

Selamat menjadi inspirasi bagi anak-anak perempuan pencinta teknologi!

Cara cerdas untuk memperkenalkan anak pada vlogging ada di sini.

0 comments