NOW READING

Canon EOS M6: Mirrorless Rasa Kamera Saku, Performa Jitu

 5368
+
 5368

Canon EOS M6: Mirrorless Rasa Kamera Saku, Performa Jitu

by The Daily Oktagon

Sumber foto: Canon

  • Di atas kertas, EOS M6 hadir dengan daya pikat serupa dengan EOS M5.
  • Dibekali dengan sensor mumpuni 24,2MP APS-C.
  • Tampil dengan bobot yang lebih pas, bisa dibilang compact—hampir sama dengan Panasonic Lumix GX800 dan Sony A6000.

Persaingan kamera mirrorless semakin ke sini kian sengit. Namun bukan berarti Canon diam duduk manis begitu saja.

Buktinya, tidak hanya sekali atau dua kali, keseriusan Canon bermain pada lini kamera mirrorless-nya terus digeber. Tak cuma DSLR, Canon pun berambisi ingin memperlengkap lini kameranya dengan jajaran mirrorless yang lebih banyak.

Strategi Canon untuk keluar dari ‘zona nyaman’ kamera DSLR-nya patut jadi sorotan. Pasalnya, lini kamera mirrorless Canon menggebrak pasar dengan spesifikasi yang sangat menantang. Setelah vendor asal Jepang itu merilis sang flagship EOS M5, kini hadir suksesornya, yaitu seri mirrorless mid-range EOS M6.

Di atas kertas, EOS M6 hadir dengan daya pikat serupa dengan EOS M5. Ia dibekali dengan sensor 24,2MP APS-C. Kamera ini bahkan diklaim memiliki performa mirrorless dengan bodi yang terasa seperti kamera saku. Apa memang benar demikian?

Desain Compact, Viewfinder Absen

Rata-rata kamera mirrorless biasanya hadir dengan ukuran ringan dan tidak besar. Begitu pun dengan EOS M6, bedanya ia tampil dengan bobot yang lebih pas, bisa dibilang ringkas, hampir sama dengan Panasonic Lumix GX800 dan Sony A6000.

Bobot kamera tidak menganggu sekali pun jika sudah ditopang lensa tambahan. Kami sendiri mengenakan lensa zoom 18-150mm, menggunakan EOS M6 dalam kegiatan sehari-hari tidak jadi masalah, mengingat ukurannya kelewat ringan dan sangat ergonomis.

Secara desain, tidak ada yang spesial dari EOS M6. Ia dibalut dengan material metal warna hitam bertekstur karet ala mirrorless pada umumnya.

Jika dilihat dari depan, tepatnya bagian kiri bodi, kamera ini memiliki grip yang tidak terlalu menonjol agar pengguna bisa menggenggamnya dengan mudah.

Walau demikian, look dari EOS M6 tetap membawa kesan solid dan premium, bahkan bisa disandingkan dengan Sony A6000. Cukup memberi kesan yang wah, untuk kamera sekelas harga mid-range.

Jika Anda cari mirrorless bergaya klasik, baca ulasannya di sini

Salah satu hal yang kami sayangkan dari EOS M6 adalah absennya electronic viewfinder. Canon boleh saja berdalih, alasan tidak memiliki ruang lagi untuk meletakkan electronic viewfinder dikarenakan EOS M6 yang memiliki bodi kelewat ringkas.

Namun pada kenyataannya, Sony A6000 yang ukurannya serupa dengan EOS M6 masih punya electronic viewfinder di atas layar LCD.

Mengapa kami sangat menyayangkan ketidakhadiran electronic viewfinder pada EOS M6? Untuk diketahui, viewfinder adalah salah satu instrumen penting pada kamera mirrorless.

Adanya viewfinder bahkan dianggap jadi salah satu poin vital dalam menetukan komposisi foto. Tak cuma itu, ia juga membantu fotografer mengatur keseimbangan gambar secara alami. Viewfinder pun berperan besar untuk menghalangi sinar matahari saat memotret di luar ruangan.

eos m6

Meski begitu, bukan berarti absennya viewfinder jadi nilai merah untuk EOS M6. Pengguna sebetulnya masih bisa menggunakan alternatif viewfinder dari Canon, seperti EVF-DC1 dan EVF-DC2.

Keduanya tentu dapat bekerja dengan EOS M6. Hanya, harus perlu merogoh kocek lebih untuk membelinya secara terpisah.

Terlepas dari itu, layar kamera ini juga kami nilai cukup baik. Layarnya tajam dan terang, bahkan memiliki kapabilitas respon sentuh yang akurat dan tidak lagging.

Salah satu dampak yang begitu besar kami rasakan adalah layar sentuh yang responsif ketika mencoba fitur tap to focus untuk menentukan poin fokus saat mengambil gambar.

Layar EOS M6 juga bisa diputar secara 180 derajat dan bisa dibalik ke arah depan. Ini artinya, EOS M6 akan sangat membantu aktivitas para pelaku vlogger dan pecinta selfie.

Cari smartphone baru dengan kamera canggih? Simak ulasan yang satu ini

Cocok untuk Street Photography

Salah satu nilai lebih dari EOS M6 adalah performa pemrosesan foto di luar ruangan. Maka dari itu, kamera ini sangat bagus untuk digunakan dalam kegiatan outdoor dalam genre street photography.

Hasil bidikan sensor 24MP di luar ruangan, nyatanya dapat memberikan komposisi foto yang crispy berpadu dengan warna dan kontras yang kental.

Meski bagus untuk street photography, bukan berarti EOS M6 tidak bagus untuk fotografi indoor. Pada poin ini, EOS M6 harus digunakan dengan sejumlah trik agar hasilnya tetap memuaskan.

Salah satu triknya adalah memanfaatkan modus manual, seperti memotret di dalam ruangan dengan pencahayaan temaram. Dengan memanfaatkan modus manual dan ISO hingga 3200, kamera masih bisa menghasilkan foto jernih tanpa adanya efek noise yang menganggu.

eos m6

Tak cuma foto, kemampuan EOS M6 merekam video pun patut diacungi jempol. Video yang direkam dalam resolusi 1080p dengan frame rate 60fps, menghasilkan citra yang jernih dan stabil.

Tentu saja, agar ingin mendapatkan hasil yang seperti ini, pengguna harus memanfaatkan level ekstra dari fitur Electronic Image Stabilization.

Kalau Anda sedang tertarik foto makanan, kiat dari komunitas ini bisa diintip

Secara kesimpulan, EOS M6 adalah kamera mirrorless mid-range Canon yang dipaketkan dengan fitur dan spesifikasi fair. Ada kelebihan, ada kekurangan.

Meski belum bisa didapuk sebagai mirrorless terbaik di pasar, kami rasa EOS M6 menjadi bukti bahwa Canon setidaknya sudah berusaha memproduksi kamera mirrorless terbaik, tidak hanya dengan spesifikasi yang mengakomodir kebutuhan, namun juga dengan harga yang masuk akal, di Rp 10 jutaan.

0 comments