NOW READING

Buku Panduan Manual Gadget, Sebenarnya Dibaca atau Tidak?

 72
+
 72

Buku Panduan Manual Gadget, Sebenarnya Dibaca atau Tidak?

by The Daily Oktagon
  • Saat memberli sebuah produk khususnya digital, biasanya terdapat buku panduan penggunaan.
  • Buku panduan dimaksudkan agar pemilik dapat menggunakan produk dengan mempelajarinya terlebih dahulu.
  • Namun sekarang, keberadaan buku panduan sudah ditinggalkan dan masyarakat memilih mempelajari produk melalui tutorial di situs video.

Saat membeli sebuah perangkat digital, lazimnya pembeli pasti menerima buku petunjuk manual penggunaan perangkat. Buku ini difungsikan untuk memandu pengguna mengoperasikan perangkat sesuai aturan standar pabrik. Buku ini diberikan agar pengguna bisa cepat tanggap dalam menggunakan perangkat tanpa perlu bertanya pada siapa pun.

Buku ini biasanya menyediakan bahasa pengantar selain bahasa Inggris, juga disesuaikan dengan negara yang menjualnya. Seperti produk yang dijual di Indonesia, petunjuk pemakaiannya menggunakan Bahasa Indonesia. Namun sebagai pemilik perangkat, apakah buku paduan ini cukup membantu dalam penggunaan perangkat tersebut? Berikut ulasannya.

Lebih nyaman menggunakan laptop atau buku catatan? Simak ulasannya di sini.

Foto: Shutterstock.com

Memandu Pemakaian Gadget

Buku panduan manual merupakan satu hal yang diberikan pihak produsen kepada konsumen. Buku panduan ini disediakan bukan hanya pada perangkat seperti smartphone, tetapi banyak produk lainnya. Barang seperti peralatan rumah tangga, kendaraan, juga benda elektronik diberi buku panduan penggunaan. Sebenarnya buku panduan wajib dibaca konsumen karena terdapat peringatan ‘Please read before use’ yang artinya ‘Mohon dibaca sebelum menggunakan produk’. Peringatan ini ditujukan kepada konsumen sehingga barang tersebut dioperasikan dengan tepat.

Buku panduan memberikan banyak informasi dasar penggunaan barang. Pada buku dicantumkan fitur-fitur yang diuraikan secara lengkap, seperti pada gadget. Misal, penggunaan tombol multifungsi pada Infinix Hot 4 Pro bisa dikombinasikan dengan tombol lain. Selain itu, dijelaskan juga fitur penguncian sidik jari jika ada. Buku ini juga menjelaskan resiko pemakaian barang yang tidak tepat. Bisa dikatakan bahwa sebenarnya membaca buku panduan cukup penting sebelum menggunakan perangkat digital khususnya. Selain mengetahui informasi basis dari perangkat, terdapat juga penyelesaian jika perangkat mengalami kerusakan kecil.

Foto: Shutterstock.com

Alasan Tidak Dibaca

Di Indonesia, buku panduan juga diberikan bahkan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai pengantarnya. Beberapa orang masih merasa bahwa tersedianya buku panduan untuk suatu perangkat sangat berguna. Mereka bisa mengetahui perangkat secara mudah karena informasi yang diberikan dirasa lengkap. Mereka akan merasa kesulitan dalam pemakaian perangkat yang cukup baru bagi mereka jika tidak ada buku panduan.

Namun, sebagian orang lainnya memilih untuk mengabaikan adanya buku panduan. Bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan perangkat digital, penggunaan dirasa sama saja dengan perangkat serupa. Jika terdapat kerusakan seperti eror sesaat, mereka akan mencarinya menggunakan internet. Banyak orang yang memiliki permasalahan yang sama dan membagikan saran untuk mengatasinya di situs tertentu. Cara yang dibagikan dirasa lebih efektif daripada mencarinya di buku panduan. Selain cepat, mencari informasi secara daring juga lebih praktis karena hanya perlu kata kunci sesuai kebutuhan.

Foto: Shutterstock.com

Kebiasaan Membaca Buku

Banyaknya halaman dalam buku panduan menjadi alasan seseorang tidak mau membacanya saat membeli suatu perangkat. Kecenderungan ini timbul karena adanya internet yang dapat mengakses segala hal secara cepat. Hal ini juga dipengaruhi dari jumlah pengguna netter yang terus bertambah setiap tahunnya. Di awal 2017 ini, lembaga riset We Are Social mencatat 132,7 juta pengguna internet di Indonesia. Angka ini meningkat sebesar 51% dibanding tahun lalu.

Publik lebih senang mencari semua informasi mengenai apapun melalui internet. Info yang diinginkan bisa didapat hanya menggunakan suatu kata kunci saja. Data ini juga berlaku untuk penggunaan buku panduan. Pemilik perangkat pun merasa bahwa keperluan mereka mengenai gadget bisa terpenuhi dengan mencarinya secara daring.

Kecenderungan seseorang untuk tidak lagi membaca buku panduan sudah sangat terlihat di Indonesia. Hadirnya informasi dari berbagai sumber di internet membuat masyarakat lebih memilih menggunakannya. Bahkan sekarang, panduan perangkat sudah tidak lagi berbentuk buku, tapi sudah disajikan dalam format seperti PDF. Meski begitu, baik membaca buku panduan atau mencarinya melalui internet menjadi pilihan masing-masing individu selama kebutuhan informasi terpenuhi.

Foto: Shutterstock.com

Kecenderungan Memahami Panduan Secara Visual

Masyarakat Indonesia dewasa ini dapat dikatakan sudah ‘kecanduan internet’. Bukan panduan berbentuk buku saja yang mulai ditinggalkan, namun CD/DVD pelengkap pada kotak produk yang memuat instruksi dalam format audio visual pun telah menurun popularitasnya. Salah satu faktor yang memengaruhi berkurangnya CD panduan dari peredaran adalah untuk menekan biaya produksi. Alasan lain adalah untuk mengurangi berat dan ukuran kotak pembungkus produk.

Namun, alasan utamanya adalah karena sebagian besar pengguna gawai lebih memilih menonton video tutorial yang tersedia di beragam situs, baik resmi maupun tidak resmi. Banyak orang baik dari dalam maupun luar negeri pun dengan sukarela membuat sebuah video yang menjelaskan penggunaan produk secara detail.

Kehadiran video penjelasan produk dalam bentuk unboxing maupun tutorial semakin marak pada situs seperti Youtube. Publik yang menontonnya merasa bahwa penjelasan yang diberikan melalui visual lebih mudah dipahami. Hal ini terjadi karena pembuat video langsung mempraktekkan cara penggunaan barang tersebut. Meski video berdurasi lebih dari 10 menit, seseorang akan rela menontonnya hingga selesai. Dibandingkan membaca buku panduan atau artikel yang penuh dengan tulisan, mempelajari suatu barang melalui visual dan audio dalam suatu video dirasa lebih efektif.

Baca juga: Perilaku Orang Indonesia Menggunakan Internet dan Smartphone.

0 comments