NOW READING

Bottlesmoker, Bermain Musik dengan Teknologi

 1143
+
 1143

Bottlesmoker, Bermain Musik dengan Teknologi

by The Daily Oktagon

Sumber foto: Dok. Bottlesmoker

  • Bottlesmoker mencoba menciptakan pola yang berbeda saat menghasilkan musik elektronik.
  • Berbagai macam perkembangan teknologi mulai dari software dan hardware sangat membantu Bottlesmoker saat proses produksi.
  • Tak jarang mereka memanfaatkan gadget untuk merekam ide-ide awal saat membuat lagu.

Memulai karier bermusiknya dengan merilis lagu album secara gratis, kini nama Bottlesmoker semakin dikenal banyak orang.

Meski duo elektronik asal Bandung yang beranggotakan Anggung Kuy Kay (Angkuy) dan Ryan Nobie (Nobie) bermain dalam genre musik elektronik, mereka mengaku merasa bosan dengan proses membuat musik elektronik yang umumnya menggunakan software.

Mereka pun mencoba pola lain dengan menggabungkan bebunyian yang berasal dari alat elektronik yang diidentitaskan sebagai bunyi alamiah, tentunya dengan bantuan teknologi musik yang saat ini semakin berkembang.

Simak obrolan The Daily Oktagon dan Bottlesmoker yang banyak membahas musik dan dunia teknologi yang mereka rasakan saat ini.

Lagi sibuk apa sekarang ini?

Kita lagi nyiapin album baru yang rencana rilis April 2017. Sementara ini masih tahap finishing, jadi setiap hari kami di studio untuk rekaman sambil menyicil pekerjaan lain seperti mengkonsep cover, live set hingga artwok baru lain. Semoga saja semuanya masih bisa sesuai timeline. Selain itu kita mengisi weekend dengan perform di beberapa kota dan negara tetangga.

Apa tantangan bermain dalam genre musik elektronik khususnya di industri musik Indonesia?

Industri musik Indonesia mengenal musik elektronik itu sebatas musik EDM yang danceable, yang club friendly, yang upbeat, yang beratmosfer rave party. Kami, yang jauh dari elemen-elemen tadi terus berusaha untuk mendobrak dinding besar yang membatasi referensi publik lebih luas. Kami, dengan musik dan konsep yang lebih segmented terus berusaha untuk mengenalkannya lewat berbagai cara, dan itu tidak mudah.

Mau dengar musik elektronik lewat earphone? Simak salah satu ulasan earphone terbaru di sini

Kalian dikenal sebagai band yang gemar melibatkan bunyi-bunyian alami. Bisa ceritakan proses kreatifnya?

Kami merasa bosan dan jenuh dengan proses musik elektronik yang umum seperti hanya melibatkan software, digitalisasi komputer dan lain-lain. Kebosanan itu akhirnya merangsang kami untuk mencari pola lain dalam penulisan lagu. Akhirnya kami kembali mengeksplorasi proses kreatif musik elektronik yang tradisional, yaitu melalui bebunyian alami. Kami selalu mencari pola dan cara yang baru untuk tetap menyegarkan kreativitas dan memberi referensi yang baru. Publik perlu banget disajikan dengan referensi yang baru, jangan itu-itu aja.

Bottlesmoker3

Menurut kalian sejauh mana teknologi saat ini berperan dalam dunia musik?

Sangat berperan penting. Proses belajar kami pasti lewat internet, teknologi informasi ini sudah sangat besar pengaruhnya dalam karier Bottlesmoker. Begitu juga dalam proses kreatif, banyak perkembangan teknologi seperti MIDI, recording, mixing hingga mastering yang sangat membantu proses produksi Bottlesmoker.

Simak pandangan DJ Jevin Julian tentang musik elektronik di sini

Teknologi apa saja yang kalian pakai dalam proses kreatif kalian?

Angkuy (A): Untuk software kami sering menggunakan Fruity Loops, DAW untuk proses penulisan lagu. Selain itu juga kami pengguna Cubase untuk kebutuhan mixing dan mastering. Plugin yang sering kami pake itu Omnisphere.

Nobie (N): Untuk hardware sekarang kita lagi banyak menggunakan synthesizer, mulai dari yang modular Korg MS-20 hingga Roland JD-xi. Sequencer hingga sample pad pun kami libatkan dalam proses kreatif.

Bottlesmoker4

Perangkat apa yang paling berperan saat kalian menciptakan musik?

Angkuy: Saya synthesizer sih, dia bisa merangsang ide-ide yang ada di kepala untuk dituliskan ke dalam note-note. Buat saya synthesizer jadi media yang sangat ideal untuk penuangan ide dan pikiran.

Nobie: Audio recorder. Kadang saya dalam suatu perjalanan tertentu suka terlintas melodi, beat atau gambaran sebuah lagu, nah lewat audio recorder bisa membantu mendokumentasikan ide tersebut untuk bisa dikembangkan kemudian hari.

Bagaimana dengan smartphone, pernah menggunakannya untuk merekam bunyi atau mencipta musik?

A: Dalam kondisi tertentu saya sering menggunakan iPhone untuk merekam bebunyian. Misalnya dalam perjalanan yang membutuhkan kecepatan gerak, saya selalu merekam beberapa momen bebunyian.

N: Saya dulu suka merekam banyak bebunyian yang sifatnya lebih ke demo atau sample lewat smartphone. Sekarang saya lebih sering menggunakan audio recorder untuk merekamnya.

Kalau smartphone dengan LED Flash ganda, klik di sini untuk melihat beberapa rekomendasinya

Di luar dunia musik, gadget apa yang sedang kalian gandrungi sekarang?

A: Nikon Mirrorless J1, saya suka bentuknya yang simpel tapi kualitas dan hasil fotonya bagus.

N: PS 4 dong! Buat sarana hiburan setelah bosan ngulik lagu.

Di luar musik, bagaimana kalian memanfaatkan teknologi digital saat ini?

A: Saya sedang mempelajari tentang free culture yang muncul di internet, jadi saya manfaatkan teknologi internet ini untuk cataloging audio, buku, film hingga artwork digital yang legal untuk dibagikan secara bebas.

N: Selain untuk manfaat komunikasi, teknologi digital yang sering terlibat dalam aktivitas saya lebih ke desain. Sketch mentah yang saya gambar di kertas bisa dengan mudah didigitalisasikan.

Apa rencana Bottlesmoker ke depan selanjutnya?

Kami belum merencanakan apa-apa dulu karena masih fokus menyelesaikan album. Namun secara jangka panjang, kita tentu mau memperkaya referensi musik publik dengan tetap konsisten menghadirkan pola dan cara yang baru dalam membuat musik.

Sebuah “misi” ke depan yang tentu masih butuh pembuktian. Untuk sementara, kita tunggu saja karya mereka selanjutnya yang sudah pasti masih akan “berbau” pemanfaatan teknologi terkini.

0 comments