NOW READING

Blizzgamers Indonesia, Komunitas Gamer “Garis Keras”

 1058
+
 1058

Blizzgamers Indonesia, Komunitas Gamer “Garis Keras”

by The Daily Oktagon

Foto: Dok. Blizzgamers Indonesia

  • Blizzgamers Indonesia adalah komunitas gamer pecinta game besutan Blizzard Entertainment di Tanah Air.
  • Salah satu admin mengaku bahwa komunitas didirikan dengan tujuan ingin diakui Blizzard Entertainment.
  • Komunitas berusaha menjadi ‘jembatan’ antara anggota untuk membesarkan nama Indonesia di ranah olahraga elektronik (e-sports).

Tak hanya di negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Perancis, game besutan pengembang kenamaan Blizzard Entertainment juga sangat membumi di jagat game Tanah Air.

Jika Anda berasal dari kalangan gamer desktop komputer dan laptop, beberapa judul seperti World of Warcraft, Diablo, StarCraft, Heroes of the Storm, Hearthstone: Heroes of Warcraft, hingga yang paling anyar seperti Overwatch, mungkin sudah tidak terdengar asing lagi.

Uniknya, di Indonesia sendiri ada satu komunitas gamer yang mengklaim bahwa mereka adalah sekumpulan pemain ‘garis keras’ game besutan Blizzard Entertainment.

Padahal, status komunitas itu tidak resmi berada di bawah bendera Blizzard. Mereka menjuluki kongsinya ini dengan nama “Blizzgamers Indonesia”, atau dalam kepanjangannya disebut Blizzard Gamers Indonesia.

Komunitas yang baru saja genap berusia satu tahun ini pun memiliki segudang aktivitas yang tentunya berkaitan dengan game-game besutan Blizzard Entertainment.

Simak ulasan The Daily Oktagon tentang seluk beluk Blizzgamers Indonesia sebagai salah satu komunitas gamer yang eksis ini.

Berkumpul untuk Pengakuan

Blizzgamers Indonesia didirikan pada Februari 2016. Kala itu, komunitas dibentuk atas dasar hasil keputusan diskusi.

Salah satu admin komunitas Blizzgamers Indonesia, Ervan Luthfi, mengaku bahwa komunitas tersebut didirikan dengan tujuan ingin diakui Blizzard Entertainment. “Tujuannya kami ingin memperlihatkan ke mereka (Blizzard) bahwa Indonesia itu punya basis gamer Blizzard yang kuat,” tuturnya.

Menurut Ervan, tujuan itu tidaklah muluk mengingat komunitasnya menilai bahwa animo gamer Indonesia yang memainkan game Blizzard cukup tinggi. Apalagi, Indonesia termasuk dalam hitungan negara dengan jumlah pertumbuhan gamer yang cukup agresif di setiap tahunnya.

“Blizzard memiliki jumlah penggemar yang banyak di Indonesia. Waktu itu, mereka terpisah-pisah dalam sub-kelompok yang kecil. Maka itu, kita hadir dengan menghadirkan satu tempat untuk bisa langsung berkumpul dan beraspirasi membawa game Blizzard supaya bisa lebih diterima oleh gamer Indonesia yang belum memainkannya,” katanya.

“Kita (Indonesia) juga ingin menjadi negara yang ingin langsung diakui dan mendapat dukungan penuh dari Blizzard,” ia melanjutkan. Maka bukan tidak mungkin, di masa mendatang komunitas ini bisa mengirimkan perwakilan anggota untuk mengikuti kompetisi game terbesar Blizzard, yakni Blizzcon.

Simak juga sepakterjang komunitas gamer lainnya di sini

Apresiasi Gamer Indonesia

Selang setahun, komunitas terus tumbuh dan mengantongi jumlah anggota yang cukup banyak. Sayang, Ervan enggan memberikan jumlah kisaran anggota gamer yang sudah tergabung ke Blizzgamers Indonesia.

Namun ia memastikan jika komunitas ini mendapatkan apresiasi yang besar oleh gamer Indonesia. Ia mengambil contoh gamer Indonesia yang secara dominan menyukai beberapa game Blizzard, seperti Warcraft III: Frozen Throne.

Para gamer ini bahkan sering memainkannya dengan mod (sejenis software untuk merekayasa permainan) sehingga mempunyai fitur layaknya DotA (Defense of the Ancients), game populer dari produsen lain. “Mod ini bahkan sudah dimainkan lebih dari jutaan pemain lebih dari sepuluh tahun,” jelas Ervan.

Hingga kini, Blizzgamers Indonesia rutin mengadakan gathering anggota dan turnamen dari skala kecil hingga besar. Mereka bahkan menyebut komunitas ini sebagai ‘jembatan’ antara anggotanya agar membesarkan nama Indonesia di ranah olahraga elektronik atau e-Sports.

Ervan menuturkan, biasanya gathering yang diadakan seputar diskusi soal playthrough game yang dimainkan. “Kita juga sering ngumpul di gaming hub (tempat bermain game) untuk berkompetisi bareng,” tukasnya.

Ingin membuat video playthrough yang menarik? Di sini ada kiatnya

Terkait perangkat gaming favorit, Ervan mengungkap ada sejumlah brand yang digunakan. “Perangkat gaming yang cukup seru dimainkan sekarang adalah laptop Razer Blade (Kaby Lake Core i7) with Razer Core/GTX 1080,” jelasnya.

Selain Evan, anggota lain bernama Agung Azkariman juga membeberkan perangkat gaming favoritnya. Menurutnya, monitor BenQ Zowie XL2730, headset Razer Man O’War, Razer Blackwidow Ultimate 2016, dan mouse Razer Naga Hex V2 menjadi padanan perangkat paling komplit untuknya bermain game.

Menurut Agung, jajaran perangkat gaming tersebut memiliki performa mumpuni untuk memainkan game komputer sekelas Blizzard Entertainment. “Desain perangkat seperti keyboard dan mouse cukup ergonomis dan mengakomodir pengalaman bermain game PC,” ungkapnya.

Bekerjasama Membuat Turnamen

Tak jarang, mereka juga bekerjasama dengan sejumlah brand perangkat gaming kenamaan untuk menjadi mitra penyelenggara turnamen. Ini tentu bagian dari strategi komunitas ini dalam mendongkrak eksistensinya.

Desember 2016 lalu, misalnya komunitas ini melakukan kerjasama dengan Colony mengadakan Colony Overwatch Tournament di Jakarta Convention Center. “Overwatch adalah game Blizzard yang paling diminati untuk sekarang ini, makanya kami adakan turnamen khusus mengingat pangsa pasar Overwatch di Indonesia cukup potensial,” jelas Evan.

Baca tips di artikel ini agar komputer dapat maksimal untuk bermain game

“Kami juga pernah bekerjasama dengan MSI Notebook dan Razer Indonesia untuk menghadirkan hadiah dengan total belasan juta rupiah kepada pemenang. Ada 23 tim Overwatch yang mendaftar untuk ikut turnamen tersebut,” tambahnya.

Kini, Blizzgamers Indonesia terus mencoba mengukuhkan posisinya sebagai salah satu komunitas gaming paling eksis di Indonesia. Mereka pun telah mendapatkan dukungan penuh dari IESPA (Indonesia e-Sport Association) yang juga dibentuk oleh sejumlah gamer senior di Tanah Air.

Akankah “suara” komunitas ini akhirnya terdengar Blizzard Entertainment? Semoga saja.

0 comments