NOW READING

BlackBerry Aurora, BB Lokal Pertama dengan Dual-SIM

 1983
+
 1983

BlackBerry Aurora, BB Lokal Pertama dengan Dual-SIM

by The Daily Oktagon
  • Nama BlackBerry mulai memudar di ranah smartphone, namun mencoba bangkit dan terus merilis smartphone baru.
  • BlackBerry bekerjasama dengan perusahaan lokal untuk menciptakan ponsel BB lokal pertama bernama Aurora.
  • Kemasan kotak penyimpanan kurang menarik, namun fitur teknologi smartphonenya relatif memadai

Tiga tahun belakangan merupakan tahun kebangkitan Android. Ini ditandai dengan luncuran berbagai ponsel dengan sistem operasi ini hampir di seluruh kategori smartphone yang terdapat di pasaran.

Namun bertolak belakang dengan smartphone Android, BlackBerry justru menjalani masa-masa sulit dimana pada akhirnya mereka harus rela melepas divisi smartphone-nya.

Sempat mencoba peruntungan dengan merilis BlackBerry PRIV ber-OS Android, BlackBerry akhirnya memercayakan pembuatan smartphone pada pihak ketiga, yakni TCL untuk global dan rekanan lokal khusus di Indonesia.

Dan produk perdana dari rekanan lokal kini sudah hadir bernama BlackBerry Aurora. Yuk, simak pengalaman The Daily Oktagon melakukan unboxing untuk smartphone satu ini.

Kemasan Khas Ponsel Lokal

Rekanan lokal BlackBerry di Indonesia sepertinya harus lebih memperhatikan lagi rancangan packaging sebuah produk. Pasalnya kemasan atau kotak penjualan BlackBerry Aurora terasa sangat khas ponsel lokal, yang bagi kami terkesan tidak meyakinkan.

Kotak ini memiliki warna dasar putih dengan penutup berwarna hitam. Di bagian bawahnya terdapat rentetan spesifikasi yang ditulis dengan desain tidak menarik. Sementara di bagian atas kotaknya terdapat gambar ponsel BlackBerry Aurora dengan background pemandangan indah di Indonesia. Tapi entah mengapa, lagi-lagi desainnya terlalu sederhana dan tidak menarik.

Karena bagi sebagian orang pandangan pertama sangat berpengaruh untuk menentukan keputusan selanjutnya, maka perombakan desain mutlak diperlukan untuk lebih meyakinkan calon pembeli.

Cari smartphone Xiaomi entry level yang baru? Baca ulasannya di sini

Isi Tak Seperti yang Diduga

Melihat kemasan yang tidak menarik, awalnya kami sempat underestimate dengan smartphone satu ini. Tapi begitu membuka kotaknya, kami mendapati hal berkebalikan 180 derajat.

Tidak seperti kemasannya, BlackBerry Aurora yang dijual di kisaran Rp3,5 jutaan ini ternyata terlihat premium. Kami pun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Dalam keadaan mati, layarnya terlihat begitu hitam pekat, khas smartphone mahal.

Bukan cuma bagian depan yang menarik, bodi belakang BlackBerry Aurora juga tidak mengecewakan. Ya, back cover-nya yang bisa dilepas ini terbuat dari plastik yang dilapis dengan bahan semacam rubber bertekstur sehingga nyaman dipegang serta tidak licin.

Simak perbandingan smartphone jago selfie di sini

OS Android Murni

Smartphone BlackBerry ber-OS Android bukan lagi hal baru saat ini. Hal ini dilakukan BlackBerry demi tetap bisa survive di industri smartphone. Pada Aurora, sistem operasi yang digunakan adalah Android 7.0 yang dipoles dengan aplikasi khas BlackBerry.

Kami pun sangat menyukai kombinasi ini. Aplikasi yang dimaksud adalah BlackBerry Hub yang berfungsi sebagai pusat pesan. Jadi seluruh pesan yang masuk, mulai dari SMS, email, WhatsApp, dan beragam notifikasi dari media sosial kumpul jadi satu di sini. Tentunya sangat memudahkan kita sebagai pengguna.

Dipadukan dengan hardware yang lumayan, seperti CPU Snapdragon 425, RAM 4 GB, storage 32 GB, serta duet kamera 13 MP dan 8 MP, kami menilai BlackBerry Aurora yang bisa dibeli di Oktagon ini bisa menjadi smartphone BlackBerry lokal perdana yang cukup menggoda.

Baca di sini, untuk ulasan smartphone perdana Android dari Nokia

 

0 comments