NOW READING

Billy Tjong, Desainer Fashion Ternama yang Kepincut Fotografi

 124
+
 124

Billy Tjong, Desainer Fashion Ternama yang Kepincut Fotografi

by The Daily Oktagon

Foto-foto: Dok. Billy Tjong

  • Billy Tjong mulai mengenal dunia fashion saat merancang gaun pengantin saat masih berusia muda.
  • Ia juga menyukai seni fotografi dengan menyukai gaya natural
  • Perkembangan teknologi menjadi hal yang sangat penting bagi Billy Tjong, khususnya dalam percepatan penyebaran informasi bagi siapa saja.

Awalnya Billy Tjong lebih dahulu dikenal sebagai seorang fotografer, tapi belakangan ini lebih dikenal sebagai seorang fashion designer, khususnya untuk gaun pengantin. Dalam berkarya, baik itu karya fashion atau fotografinya, Billy selalu menampilkan karya yang tidak biasa dengan sumber inspirasi yang kebanyakan dari alam. Tak jarang bahkan ia menggunakan bahan-bahan yang tidak terpakai sebagai bahan bajunya.

The Daily Oktagon berkesempatan untuk mewawancarai Billy Tjong tentang sumber inspirasinya dan tentang pengaruh perkembangan teknologi digital pada pekerjaannya.

Fashion designer dan juga fotografer, Anda sendiri ingin lebih dikenal sebagai apa?

Sebenarnya bebas sih mau dikenal sebagai fashion designer atau fotografer, tapi untuk sekarang ini yang sedang saya geluti adalah fashion designer. Membuat desain-desain untuk beragam pakaian. Jadi, mungkin lebih baik sekarang disebutnya sebagai fashion designer. Namun, kalau di masa depan nanti saya ada proyek yang di luar bidang yang sekarang saya sih tidak keberatan untuk disebut dengan sebutan yang lain lagi. Ini hanya masalah label yang memudahkan orang saja.

Pelajaran apa yang Anda petik saat mulai serius menekuni dunia fashion designer di usia 27 tahun?

Sebenarnya saya memulai di dunia fashion di usia yang terbilang sangat muda, sekitar umur 14 tahun. Waktu itu mulai terjun membantu kakak membuat gaun pengantin. Kalau untuk mulai label sendiri, saya memang baru memulai di usia yang cukup matang sekitar umur 30-an.

Billy gemar foto levitasi

Kalau pelajaran yang bisa saya petik pastinya saya mendapatkan banyak pengalaman hingga networking, dan untuk bisa bertahan di industri ini kita harus selalu senantiasa berinovasi terhadap hasil karya kita.

Simak artikel kiat pembalap wanita Alexandra Asmasoebrata menghadapi tantangan teknologi. 

Anda melirik bisnis ready-to-wear secara online sejak awal, apa yang membuat Anda yakin?

Untuk ready to wear ini awalnya hanya untuk iseng, karena sebagai fotografer saya memiliki banyak stock foto saat masih aktif. Nah, saya berpikir gimana caranya bisa mengawinkan antara hasil fotografi dengan fashion? Akhirnya saya menggunakan hasil-hasil foto tersebut untuk membuat bahan yang kemudian dijadikan baju.

Soal yakin atau tidak yakin di bisnis ready to wear ini, sebenarnya saya coba-coba saja. Waktu itu ada teman fashion designer yang mengajak pameran di Hongkong Fashion Week. Saya ikut saja, hitung-hitung nambah pengalaman.

Setelah itu akhirnya saya mendapatkan pesanan dari London, Amerika Serikat, dan China kalau tidak salah. Dari sana saya memulai ready to wear dan mulai jualan online untuk lini yang lebih murah.

Apa yang menjadi sumber inspirasi Anda saat merancang sebuah ide busana?

Sumber inspirasi biasanya bisa datang dari mana saja. Dari hasil ngobrol, menonton televisi, mendengarkan musik, jalan-jalan. Namun, untuk gaun-gaun pengantin yang saya buat inspirasinya kebanyakan dari alam.

Anda juga kerap kali menggunakan bahan-bahan yang tidak umum seperti kopi, kutek, dan daun. Apa yang menginspirasi Anda menggunakan bahan-bahan itu?

Untuk mengasah daya kreativitas, saya memang sering menggunakan barang-barang yang biasanya tidak terpakai. Misalnya, kulit bawang putih, bekas serutan pensil, tisu bekas. Apa saja yang menurut saya bisa dikembangkan menjadi barang seni, saya pasti akan mencobanya.

Baca juga: Pinot Ichwandardi, si pembuat trailer Star Wars dengan komputer Apple jadul

Anda terlebih dahulu menggeluti fotografi. Apa yang menjadi signature Billy Tjong dalam karya foto?

Tidak ada sesuatu hal yang ekstrem sih. Seperti halnya kebanyakan fotografer lainnya, saya juga lebih mengedepankan sisi natural dalam karya-karya fotografi. Saat memfoto human pun saya inginnya natural.

Namun, belakangan ini saya sedang mengerjakan proyek eksperimental yang saat ini belum bisa diceritakan. Nanti kalau proyeknya selesai baru bisa diperlihatkan.

Kamera apa yang Anda gunakan?

Kamera pertama yang saya pergunakan itu Nikon FM seri pertama. Untuk saat ini saya sedang memakai Sony a6300 Nikon D3S. Saya menggunakan kamera Nikon karena alasan yang cukup sentimental, karena merek kamera yang gunakan pertama kali. Jadinya ketika mulai menggunakan DSLR saya tetap memakai Nikon karena sudah terbiasa.

Untuk Sony a6300 saya gunakan karena sudah 4K. Soalnya belakangan ini saya lagi suka bikin video blog. Selain Nikon dan Sony, saya juga suka menggunakan Sinar large format cam dengan digital back karena suka memfoto benda-benda kecil dan dicetak di media yang besar. Selain itu, saya juga suka sekali efek yang dihasilkan dari tilt camera.

Feed Instagram Anda didominasi dengan foto levitasi, kenapa Anda menyukai teknik tersebut?

Saya suka levitasi karena teknik ini bisa menggambarkan dinamisnya sebuah gerakan. Saya juga dulu suka banget dance, saya rasa dengan levitasi ini bisa menggambarkan siapa saya yang sebenarnya.

Bagaimana Anda melakukannya?

Sebenarnya sih gampang saja, baik itu menggunakan kamera smartphone ataupun DSLR. Kita bisa menggunakan multiple shoot. Saat melompat dan difoto dengan multiple shoot pasti kita akan mendapatkan satu gerakan yang paling bagus atau paling tinggi. Nah, foto inilah yang kita ambil.

Perkembangan teknologi digital saat ini sangat pesat, apa pengaruhnya di bidang pekerjaan Anda?

Sangat membantu sekali dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi. Sekarang ini semuanya serba cepat, apa yang terjadi sekarang, ya bisa disebarkan dengan cepat agar orang juga tahu apa yang sedang kita lakukan sekarang.

Bagaimana Anda melihat fashion dan fotografi ke depan saat perkembangan teknologi makin pesat?

Akan sangat membantu bagi kami semua yang berada di industri fashion. Namun, terkadang ada hal-hal yang sebenarnya sayang sekali terjadi akibat era yang serba cepat ini. Sekarang banyak orang yang mengklaim diri mereka sebagai seorang fotografer karena kemudahan mendapatkan kamera dan juga banyaknya program-program editing foto.

Sekarang sudah bisa foto dengan teknik bokeh saja sudah mengklaim diri sebagai fotografer. Padahal sebenarnya masih banyak hal yang harus dikuasai dan dipertimbangkan jika ingin menjadi seorang fotografer.

Inovasi-inovasi apa lagi yang Anda harapkan muncul ke depan yang bisa membantu Anda bekerja?

Inovasi yang saya harapkan mungkin lebih ke arah yang praktikal dan bisa menyebarluaskan informasi lebih cepat lagi!

Cari mouse gaming dengan harga terjangkau? Lihat rekomendasinya di sini.

0 comments