NOW READING

Berburu Buku Inspirasi Fotografi di Monogram Books

 2634
+
 2634

Berburu Buku Inspirasi Fotografi di Monogram Books

by The Daily Oktagon

Belajar fotografi bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti lewat buku-buku panduan fotografi atau dari web yang menyediakan banyak tutorial memotret. Begitu halnya ketika Anda yang telah terbiasa bergelut dengan kamera atau bahkan mahir memotret, Anda memerlukan inspirasi untuk menghasilkan karya fotografi yang menawab.

Nah, salah satu sumber inspirasi bisa diperoleh dari buku-buku foto menarik karya fotografer-fotografer profesional dari berbagai belahan dunia. Buku-buku foto seperti itu bisa Anda dapatkan dari toko-toko buku terkemuka. Bagi Anda yang tinggal di Jakarta, kini Ada toko buku khusus yang menjual buku-buku fotografi popular.

Adalah Monogram Books,yang ada di dalam Veteran Coffee & Resto, di Jalan Veteran 1 No.21, Gambir, Jakarta Pusat. Toko buku unik ini khusus menyediakan buku-buku kumpulan foto karya fotografer-fotografer terkenal dunia seperti Michael Kenna, Kenro Izu, Anzel Adams, Steve McCurry, dan lainnya.

Monogram6
Kebanyakan yang disediakan memang buku-buku dari luar, namun ada beberapa pula karya dari fotografer lokal, seperti Hengki Koentjoro, Romi Perbawa, atau Dodi Sandradi. The Daily Oktagon mengajak Anda berburu buku inspirasi fotografi di Monogram Books. Simak ulasan berikut!

Kegiatan

Monogram Books dikelola oleh Monogram Asiadan Basheer Graphics Books. Di Indonesia, pengelolaan toko buku ini ditangani oleh NikyTanjung, book manager – pemilik A Studio, studio foto rental yang berada di atas toko ini. Monogram Books dibuka resmi sejak Januari 2016, namun soft launch telah dilakukan pada Oktober 2015.

Menurut Niky, selain menjual buku-buku fotografi, Monogram Books juga menggelar seminar dan lomba fotografi melalui kanal media sosial Instagram. Salah satu seminar mengenai Mobile Photography tidak diduga banyak peminat mencapai 60 orang.

Monogram1
“Saat itu kami tidak menyangka yang mendaftar cukup banyak, padahal seminarnya berbayar,” papar Niky. “Kalau lomba fotografi yang sudah kita lakukan pada Februari – Maret dengan tema street photography, akan dilanjutkan dengan tema Landscape.”

Menurut pria yang pernah bekerja di salah satu media cetak tersebut, Monogram Book juga akan menggelar tur fotografi ke Raja Ampat pada Desember mendatang. Sementara itu untuk workshop Fashion Photography akan dilakukan dalam waktu dekat.

Baca juga, Meremaja dengan Sastra Digital ala Fiksimini

Bisa ditemukan di luar negeri

Selain di Jakarta, Monogram Books juga telah dibuka di Bangkok, Thailand, pada bulan Maret yang lalu. Kebanyakan buku-buku fotografi yang dipajang di rak Monogram Books adalah bertema Street Photography.

“Memang benar, stok buku kami 50 persen mengenai Street Photography, Landscape 20 persen, Portrait 20 persen, dan sisanya tema lain,” kata Niky. Alasannya, kini tren fotografi mulai mengarah ke foto-foto yang mengangkat realitas kehidupan, sehingga buku-buku street photography paling banyak diburu oleh pelaku dan penikmat fotografi.

Siapa peminatnya?

Dalam sebulan, Monogram Books rata-rata hanya menjual 10-30 buku. Tentunya angka penjualannya jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan toko-toko buku terkenal yang telah ada. Namun demikian, Monogram Books tidak patah arang dan akan terus melengkapi koleksi bukunya yang berbanderol termurah mulai Rp 200 ribu hingga termahal Rp 6 juta.

“Mungkin secara kuantitas jualan kami masih sedikit, karena belum banyak yang mengetahui keberadaan Monogram Books ini,” Niky menyebutkan. Menurut dia, Monogram memang lebih fokus menjual buku-buku fotografi non mainstream, tetapi buku-buku fotografi yang sifatnya pictorial bukan tutorial.

Monogram5

“Kalau yang datang ke sini biasanya bukan orang yang belajar teknik fototografi, tapi para fotografer yang mencari buku-buku inspirasi foto,” ucap Niky.

“Monogram Books jadi salah satu pilihan toko buku menarik karena memiliki koleksi picturial book, yang memang agak susah dicari di Indonesia, kalaupun ada jumlah dan judulnya terbatas,” ujar Yuliandi Kusuma, salah satu pemimpin redaksi majalah fotografi di Jakarta, yang menjadi salah satu pelanggan Monogram Books. Apalagi, kata Yuliandi, dia bisa pesan buku-buku yang dierlukan dengan harga atif normal jika dibandingkan dengan beli langsung.

Yuliandi bahkan pernah memesan buku “The Atlas of Street Photography” yang diinginkannya lewat Monogram Books. Dan benar, dia pun banya perlu waktu menunggu dua minggu untuk mendapatkannya.

Kalau Anda tertarik mencari buku-buku fotografi yang inspirasional, tak salah jmencoba mampir ke toko buku Monogram Books ini. Apalagi letaknya di pusat Jakarta dan berdekatan dengan pusat jajanan di Jalan Veteran.

Yuk, simak ulasan menarik berikut, Menyimak Serunya Kegiatan Komunitas DSLR Cinematography Indonesia!

0 comments