NOW READING

Banyak Perusahaan Berani Membayar Lebih Besar untuk Profesi Ini

 723
+
 723

Banyak Perusahaan Berani Membayar Lebih Besar untuk Profesi Ini

by The Daily Oktagon

Angka pengguna media sosial yang begitu tinggi, dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk mempromosikan brand maupun produknya. Orang yang bertanggung jawab mengelola media sosial promosi tersebut adalah social media consultant (SMC).

Melakukan promosi dan strategi pemasaran secara daring menjadi pilihan yang populer saat ini. Hampir semua tingkatan bisnis melakukannya. Mulai dari bisnis rumahan, usaha kecil dan menengah (UKM), hingga perusahaan besar. Bahkan, bidang kesehatan dan politik pun merambahnya.

Foto: Shutterstock.com

Tangan di Belakang Layar

Mengelola media sosial promosi (yang bertujuan untuk mempromosikan suatu brand atau produk) tidaklah sesederhana menggunakan media sosial pribadi. Terdapat beberapa trik, strategi dan juga prosedur di dalamnya. Itulah sebabnya, banyak perusahaan yang mempercayakan tugas tersebut kepada SMC, atau sering juga disebut dengan social media specialist (SMS).

Mereka adalah orang-orang yang bertugas untuk memetakan tren di media sosial, serta mengisi content sesuai dengan pangsa pasar. Hal ini bertujuan untuk menciptakan brand awareness terhadap suatu perusahaan, sehingga penjualan produk tersebut akan meningkat.

Peran mereka berbeda dengan social media influencer (SMI), yakni yang mempromosikan suatu produk melalui media sosial pribadinya dengan sistem endorsement. Umumnya, hal ini dilakukan oleh para selebritis. Sementara SMC bekerja di belakang layar untuk membentuk platform, menciptakan sarana promosi, serta melakukan analysis campaign demi kepentingan bisnis.

Foto: Shutterstock.com

Konsisten dan Berwawasan Luas

Sehari-harinya, selain menyiapkan dan mengunggah content berupa artikel, foto dan sebagainya, SMC juga harus menjalin komunikasi yang baik dengan para pengguna media sosial tersebut (follower), untuk membangun hubungan emosional. Langkah ini disebut juga dengan promotion conversation, yaitu pendekatan melalui percakapan, sehingga para follower tidak lagi menyadari, bahwa sebenarnya mereka tengah digiring pada suatu brand atau produk tertentu. Apabila pemasaran konvensional hanya dengan komunikasi satu maupun dua arah, maka melalui media sosial, diterapkan komunikasi dari segala arah.

Strategi ini terbukti cukup berhasil, karena media sosial mampu membentuk pasar secara halus. Content yang diunggah akan menjadi petunjuk mengenai jenis dan kategori produk maupun brand yang dipromosikan, sehingga secara otomatis, follower yang bergabung akan sesuai dengan segmentasi.

Orang-orang yang berkompeten sebagai SMC harus yang memiliki konsistensi tinggi, kemampuan untuk belajar dengan cepat, pengetahuan luas, serta bersedia mengorbankan banyak waktu.

Sebelum mempromosikan suatu brand atau produk, SMC harus terlebih dahulu mempelajari dan memahami perusahaan atau produk yang akan dipromosikannya, strategi apa yang digunakan perusahaan (jangka pendek atau jangka panjang), dan sedetail apa proses pendekatan terhadap follower. Ia juga harus siap merespon follower kapan pun, termasuk malam hari dan hari libur. Ini merupakan proses dari tugas besarnya, yaitu untuk menyebarluaskan informasi dari klien ke pengguna media sosial, serta monitoring media.

Di Indonesia, kebutuhan akan Social Media Consultant semakin meningkat. Penghasilannya cukup bervariasi, tergantung pengalaman, latar belakang pendidikan, dan jangka waktu pengelolaan media sosial. Biasanya, perusahaan besar berani membayar lebih besar juga untuk profesi ini.

0 comments