NOW READING

Asus ZenFone Live, Smartphone Ideal untuk Pencinta Live Streaming

 1626
+
 1626

Asus ZenFone Live, Smartphone Ideal untuk Pencinta Live Streaming

by The Daily Oktagon
  • Asus mendesain smartphone yang bisa ditujukan bagi pelaku live streaming, misalnya bobot yang ringan jika dibandingkan dengan “saudara-saudara” ZenFone lain.
  • Selain untuk live streaming, ZenFone Live mempunyai performa standar yang juga bisa memenuhi kebutuhan pengguna dalam basis harian.
  • ZenFone Live sudah dijual di pasar Indonesia dan hadir dalam tiga varian warna: Navy Black, Rose Pink, dan Shimmer Gold.

Belum cukup puas, Asus kembali menunjukkan tajinya dengan seri smartphone terbaru di pertengahan 2017. Kali ini, vendor asal Negeri Tirai Bambu itu membawa Asus ZenFone Live, smartphone dengan embel-embel “khusus diciptakan untuk pecinta video live streaming”.

ZenFone Live adalah smartphone Asus yang menyasar kelas menengah dengan kualitas yang diklaim mumpuni untuk mengakomodir kebutuhan live streaming penggunanya.

Asus berani bermain pada segmen live streaming dengan mengiming-imingi video live streaming dengan kualitas jempolan.

Tak ayal, smartphone tersebut memang ditargetkan khusus bagi para pengguna yang sering melakukan sesi live streaming dari media sosial seperti Bigo Live, Facebook Live, Instagram Stories Live, dan masih banyak lagi.

Untuk informasi, ZenFone Live sudah dijual di pasar Indonesia. Ia hadir dalam tiga varian warna: Navy Black, Rose Pink, dan Shimmer Gold. The Daily Oktagon berkesempatan untuk menjajal performa smartphone tersebut. Unit yang kami dapatkan adalah Rose Pink.

Desain Mendukung Live Streaming

Asus benar-benar paham tentang bagaimana mereka mendesain smartphone yang ditujukan khusus bagi para pelaku live streaming. Hal tersebut dibuktikan dari desain ZenFone Live yang kelewat ringan jika dibandingkan dengan saudara-saudara ZenFone lainnya.

Secara desain, ZenFone Live memang sengaja dirancang ergonomis agar pengguna tak direpotkan dengan bobot yang terlalu berat.

Bobot smartphone diketahui cuma 120 gram, ia juga mudah diselipkan di saku. Layarnya tidak besar. Meski layar 5 inci, real feel yang kami rasakan saat menggenggam smartphone adalah seperti memegang smartphone 4,7 inci.

ZenFone Live mengusung konsep unibody dengan sudut 2.5D yang membuat bodi tampak lebih luwes dan enak dilihat. Tak cuma itu, presisi tombol dan peletakannya begitu pas dan sangat nyaman saat dijangkau dengan tangan kiri atau kanan.

Sayangnya, harga yang dipatok Asus pada smartphone ini malah membatasi kesan yang sudah ditampilkan di wajah depan smartphone.

Pasalnya, bodi belakang smartphone tampak jomplang jika dibandingkan dengan bagian depan. Casing penutup bodi belakang smartphone terbuat dari plastik dan seolah menampilkan kesan ringkih.

Selain itu, smartphone absen dari lampu backlight pada tombol navigasi di bawah layar. Ini jelas cukup menganggu pengguna yang sedang live streaming di ruangan dengan pencahayaan redup atau gelap.

Baca: Xiaomi Mi 6, dengan kamera ala iPhone 7 Plus

Performa Pas

Dengan harga di kisaran Rp 1,7 jutaan, wajar saja jika ZenFone Live ditopang spesifikasi kelas menengah. Untuk diketahui, smartphone ini dipersenjatai dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 400 1,4GHz, RAM 2GB, memori internal 16GB, serta kapasitas baterai 2.650mAH.

Dengan konfigurasi spesifikasi yang seperti itu, tentu kami agak skeptis akan performa dari ZenFone Live.

Maka itu, kami menguji performa smartphone dengan membuka beberapa aplikasi secara multitasking. Kami coba membuka aplikasi mulai dari media sosial, edit foto, eCommerce, hingga aplikasi navigasi.


Untungnya, performa multitasking smartphone ini tetap memenuhi ekspektasi. Skor-nya di aplikasi benchmark AnTuTu pun cukup lumayan, berkisar di angka 25.200.

Selain itu, bermain gim berat dalam smartphone pun bukan jadi masalah. Kami coba memainkan gim mobile mulai dari Clash Royale, Pokemon Go, hingga Mobile Legend, smartphone tetap prima saat digunakan.

Hanya, jika sudah digunakan lebih dari tiga jam, suhu smartphone otomatis menjadi panas dan cukup membuat tidak nyaman.

Pada saat kritis tersebut, performa keyboard smartphone malah menurun. Mengetik di keyboard smartphone ini tidak responsif, bisa jadi ZenFone Live berjalan pada Android 6.0 dan sistem operasi tersebut seharusnya terpasang pada smartphone dengan RAM 3GB, bukan 2GB.

Senjata Beauty Live

Kami rasa, satu-satunya nilai jual yang diandalkan Asus pada ZenFone Live-nya ini adalah fitur khusus bagi pelaku live streaming, yaitu Beauty Live.

Asus mengklaim fitur tersebut adalah fitur pertama yang memperkenalkan tool kecerdasan buatan untuk ‘mendadani’ penggunanya saat siaran langsung. Bahkan, aplikasi penyedia layanan live streaming seperti Bigo Live dan kawan-kawannya belum mengusung fitur seperti yang satu ini.

Beauty Live adalah aplikasi bawaan yang sudah terinstal otomatis pada smartphone. Untuk menggunakannya pun sangat mudah, cukup buka aplikasi dan pilih media sosial yang memiliki fitur live streaming.

Penasaran, kami pun mencobanya di Facebook Live. Ada 10 level Beautification yang dapat memoles wajah agar tampil lebih fancy saat melakukan live streaming. Hasil dari fitur ini cukup mengagetkan pada level 10. Sebab, tingkat cahaya di filter ini sangat terang, wajah pun jadi lebih halus seperti menggunakan foundation berlapis-lapis.

Jika tak menggunakan Beauty Live, video akan tampil biasa saja. Lebih gelap dan kualitasnya cukup buram. Padahal, kamera depan smartphone ini sudah 5MP.

Simak juga ulasan jagoan selfie baru, Oppo F3 di sini.

Kamera Bukan Jaminan

Kamera ZenFone Live ternyata bukan jadi jaminan bahwa smartphone ini dapat ‘mempercantik’ live streaming dalam ketajaman sensor lensa. Memang, kamera utama mengusung resolusi 13MP dengan bukaan lensa f/2.0 dan LED Flash.

Hasilnya pun relatif biasa saja, bahkan tidak seperti hasil bidikan ZenFone 3 Max yang lebih baik. Padahal dua-duanya mengusung resolusi yang sama.

Kamera utama ZenFone Live, sayangnya juga tidak bisa menangkap warna alami dengan baik. Kami merasa foto-foto yang ditangkap di luar ruangan sekali pun belum bisa memberikan ekspektasi yang lebih.

Fitur auto-focus juga tidak bekerja dengan optimal. Foto-foto yang kami ambil secara makro masih tetap blur, padahal kami memotretnya dalam posisi paling stabil.

Walau demikian, ZenFone Live tetap hadir dengan fitur kamera hampir lengkap, adapun di antaranya seperti Real Time Beautification, Low Light Night, Photo Effect, Time Laps, HDR Pro, dan Auto.

Kamera depan ZenFone Live bahkan kurang dapat diandalkan. Berbekal resolusi 5MP, kamera depan hanya mampu menangkap warna seadanya. Meski begitu, berkat fitur Beautification foto selfie masih tetap tertolong dan tampil kinclong.

Perkenalkan Nubia M2, smartphone yang menjagokan kameranya

Secara kesimpulan, ZenFone Live memang ideal untuk pecinta live streaming. Namun sebagai catatan, yang membuatnya ideal bukan dari konfigurasi lensa yang kami nilai tampil seadanya.

Smartphone ini dinilai berpotensi dibidik selebritas live streaming tak lain karena fitur Beauty Live-nya. Lebih dari itu, ZenFone Live adalah smartphone dengan performa standar yang setidaknya masih bisa memenuhi kebutuhan pengguna dalam basis harian seperti berinternet, atau sekadar bermain game mobile.

0 comments