NOW READING

Asus ZenFone 3 Max, Smartphone Gahar dengan Baterai Super

 1904
+
 1904

Asus ZenFone 3 Max, Smartphone Gahar dengan Baterai Super

by The Daily Oktagon
  • Zenfone 3 Max diklaim sebagai ‘jagoan’ ZenFone 3 karena memboyong baterai dengan kapasitas super, yakni dengan daya 4,100mAh.
  • Dengan kapasitas sebesar itu, ZenFone 3 Max bisa digunakan untuk melakukan kegiatan jangka panjang, seperti browsing, video dan music streaming hingga bermain game.
  • Asus relatif konsisten mempertahankan nilai elegan ZenFone pada desain smartphone ini. Zenfone 3 Max terbuat dari material aluminium grade aerospace dengan padanan warna perak di Titanium Grey.

Seperti yang pernah diwartakan, Asus sempat merilis varian ZenFone terbaru, yaitu ZenFone 3 pada Oktober 2016 lalu di Nusa Dua, Bali.

Ada lima varian ZenFone 3 yang dihadirkan khusus untuk konsumen. Ada dua varian pilihan ukuran layar, 5,2 (ZE520KL) dan 5,5 inci (ZE552KL), lalu ZenFone 3 Max, ZenFone 3 Laser, ZenFone 3 Ultra, dan seri yang paling premium yaitu ZenFone 3 Deluxe.

Jajaran seri ZenFone 3 kali ini sendiri tidak hanya ditujukan khusus untuk pasar premium. Vendor asal Taiwan tersebut sengaja merilis lima jenis ZenFone 3 agar dapat mengisi semua segmen harga di pasar smartphone.

The Daily Oktagon pun mendapatkan kesempatan eksklusif untuk bisa langsung melakukan unboxing salah satu seri ZenFone 3, yaitu ZenFone 3 Max.

Smartphone ini diklaim menjadi salah satu ‘jagoan’ ZenFone 3 karena memboyong baterai dengan kapasitas super, yakni dengan daya 4,100mAh.

Dengan kapasitas sebesar itu, ZenFone 3 Max bisa digunakan untuk melakukan kegiatan jangka panjang, seperti browsing, video dan music streaming hingga bermain game.

Seperti apa isi kesan pertama kami terhadap ZenFone 3 Max? Simak proses unboxing berikut ini.

Boks Penjualan Ringkas

Ketika kami pertama kali mendapatkan boks penjualan ZenFone 3 Max, kesan pertama yang didapat adalah desain boks yang tidak neko-neko.

Sama halnya dengan boks penjualan smartphone Asus yang lain, tak ada yang terlalu mencolok pada boks penjualan ZenFone 3 Max.

Wujud smartphone ini terpampang dalam dua dimensi, layar dan kover belakang pada bagian depan boks penjualan.

Tak lupa, seolah ingin mempertegas bahwa smartphone ini memiliki kekuatan baterai yang gahar, Asus menorehkan angka “4100” di samping gambar smartphone. Kami rasa, ini tentu memperkuat nilai jual Zenfone 3 Max.

Selebihnya, tak ada kesan yang terlalu melekat di kepala kami soal desain boks penjualan. Meski begitu, boks tampak bersih karena memiliki warna putih yang minimalis dan membuatnya semakin simpel untuk dilihat.

Sebagai catatan, ZenFone 3 Max tersedia dalam empat pilihan warna: Titanium Gray, Sand Gold, Glacier Silver dan Rose Gold. Unit yang kami unboxing adalah ZenFone 3 Max dengan warna Glacier Silver.

Kiat memaksimalkan kinerja smartphone andalan dapat dilihat di sini

Secara packaging, boks penjualan ZenFone 3 Max terbagi menjadi dua, lapisan luar dan boks inti yang menyimpan unit smartphone dan aksesorinya. Jadi, ketika membuka lapisan luar, kami hanya perlu mendorong bagian bawah boks inti secara slide up.

Cara ini kami nilai cukup memudahkan. Nilai plus untuk Asus karena mereka paham mendesain boks penjualan yang ringkas dan tak merepotkan pengguna ketika pertama kali membuka boks.

Setelah membuka boks inti, kami langsung disuguhkan satu unit ZenFone 3 Max yang masih terbalut plastik segel. Membuka plastik segel pun tidak butuh waktu lama.

Kami langsung membuka strap di bagian belakang plastik segel dan otomatis plastik segel terbuka dengan mudahnya.

Plastik tidak gampang rusak, biasanya kalau membuka plastik segel di sebuah smartphone, kasus yang kerap dialami adalah plastik segel yang dibuka mengalami kerusakan.

Di dalam boks inti ada beberapa aksesori penunjang unit, yaitu satu kartu garansi, satu leaflet manual, satu unit port charging dengan output 2.0A, satu kabel Micro USB satu adaptor Micro USB to USB OTG, SIM ejector hingga stiker IMEI. Namun sayang, kami tidak mendapatkan unit earphone.

Semua tersimpan rapi pada tempatnya. Tidak ada ‘ruangan’ yang boros di dalam boks ini.

Desain Khas yang Premium

Setelah membuka satu per satu perintilan di dalam boks, kini giliran unit ZenFone 3 Max yang akan kita cermati.

Seperti diketahui, Asus benar-benar serius menggarap semua lini ZenFone 3-nya dengan desain premium. Apakah keseriusan itu terbukti pada ZenFone 3 Max?

Desain dari Zenfone 3 Max tentu tak kalah mewahnya dari varian Zenfone 3 lain. Jadi, kami anggap Asus tetap konsisten mempertahankan nilai elegan pada desain smartphone ini.

Zenfone 3 Max terbuat dari material aluminium grade aerospace yang makin mempercantik tampilan smartphone dengan padanan warna perak di Titanium Grey.

Salah satu smartphone premium lain datang dari Xiaomi. Klik di sini untuk lebih lanjut

Sayangnya, smarthphone ini terasa sedikit lebih berat kala kami pertama kali menggenggamnya. Wajar saja, mengingat smartphone ini terbuat dari material aluminium grade aerospace yang mana menjadi bahan dasar untuk membuat bodi pesawat terbang.

Alasan durabilitas pun diklaim menjadi pertimbangan Asus ketika memilih material tersebut untuk smartphone ini. Karenanya, ZenFone 3 Max diklaim kokoh dan tahan banting.

Namun ‘berat’nya material yang digunakan rasanya bukan jadi perkara besar. Material tersebut juga akan tetap elok dilihat dari pilihan warna berbeda. Belum lagi, desain 2.5D curved glass juga membuat memberikan kesan fleksibel pada lekukan layar smartphone.

Navigasi Klasik

Untuk detail tombol, tak ada yang berbeda dari Zenfone 3 Max dengan seri lainnya. Asus menempatkan tombol power dan volume di bagian kanan bodi, dan meletakkan SIM tray di bagian kiri bodi.

Sementara di bagian kiri atas smartphone, ada lubang jack earphone 3.5mm, di bagian bawah tengah ada lubang charging dan di kanannya bertengger satu speaker.

Di bagian kover belakang, Asus memberikan posisi kamera utama di tengah, lengkap dengan flash dan slot pemindai sidik jari dengan garis tipis berbahan perak.

Secara keseluruhan, tak ada masalah yang kami nilai serius dalam hal penempatan dan penggunaan tombol. Hanya saja, tombol navigasi yang muncul di bawah layar sedikit menganggu.

Alangkah lebih baik jika Asus menghapusnya dan membuat bagian bawah layar menjadi kosong. Namun, kami rasa hadirnya tombol navigasi tanpa back light ini sudah menjadi trademark lama seri ZenFone.

Mau melihat profil smartphone dengan baterai besar lainnya? Simak di artikel ini

Ibarat peribahasa ‘Don’t judge the book from the cover’ , boks penjualan Zenfone 3 Max yang sederhana dan tidak memberikan kesan yang mendalam, ternyata cukup mengecoh.

Karena kenyataannya, kalau sudah bicara performa, smartphone yang dibanderol seharga Rp 2,2 juta ini memiliki banyak kelebihan. Untuk tahu seperti apa performa lengkapnya, tunggu artikel review ZenFone 3 Max dari The Daily Oktagon dalam waktu dekat.

0 comments