NOW READING

Asian Para Games 2018, Tidak Kalah Seru!

 46
+
 46

Asian Para Games 2018, Tidak Kalah Seru!

by The Daily Oktagon

Kemeriahan Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Pelambang, ternyata masih berlanjut. Namun dalam ajang yang berbeda, yaitu Asian Para Games 2018 yang dilangsungkan di Jakarta. Apa sih bedanya ?

Asian Para Games 2018 (APG 2018) adalah ajang olahraga tingkat di Asia, yang melibatkan atlet dengan berbagai disabilitas. Asian Para Games 2018 digelar setiap 4 tahun sekali. Dan untuk tahun ini diselenggarakan di Jakarta pada 6 hingga 13 Oktober 2018.Dalam Asian Para Games 2018 ada 18 olahraga 582 nomor pertandingan yang bakal dipertandingkan. Di antaranya atletik, badminton, bowling, catur sampai berenang.

Sedangkan jumlah atlit yang berpartisipasi pada Asian Para Games 2018 mencapai 3.000 atlet dari 42 negara di Asia anggota Asian Paralymic Commitee. Dari jumlah itu, 300 orang diantaranya merupakan atlet-atlet difabel Indonesia. Pada perhelatan Asian Para Games tahun ini Indonesia menargetkan masuk tujuh besar.

Indonesia sebetulnya sudah punya pengalaman menyelenggarakan ajang serupa. Pada 2011 Indonesia sukses menyelenggarakan ASEAN Para Games di Solo, Jawa Tengah. Kala itu Thailand sukses jadi juara dengan memboyong 126 emas. Sementara Indonesia berada di posisi kedua dengan perolehan emas sebanyak 113.

Baca juga : Masuk Cabor Di Asian Games 2018, Apa itu E-sport?

Sejarah Ajang Olahraga Khusus Difabel

Asian Para Games pertama kali diselenggarakan pada 2010 di Guangzhou, Cina. Ajang olahraga ini diselenggarakan pada 12 sampai 19 Desember 2010. Ada sekitar 5.500 atlet turut serta dalam ajang tersebut. Cina keluar sebagai juara pertama, disusul Korea Selatan dan Jepang. Empat tahun kemudian setelahnya Asian Para Games diselenggarakan di Incheon, Korea Selatan, pada 18 sampai 24 Oktober 2014.
Menengok dari sejarahnya, ajang olahraga untuk para difabel dimulai ketika seorang dokter bernama Ludwig Guttmann (1899-1980) berupaya mengembalikan rasa percaya diri para tentara yang luka dan mendapat cacat. Kemdian dibuatlah kompetisi olahraga khusus difabel yang kebetulan diselenggarakan bersamaan dengan Olimpiade di London, 28 Juli 1948. Dokter Ludwig menganggap para difabel harusnya punya kesempatan yang sama sebagaimana orang-orang yang punya anggota tubuh lengkap.

0 comments