NOW READING

Apa Arti Teknologi Menurut Darwis Triadi?

 4804
+
 4804

Apa Arti Teknologi Menurut Darwis Triadi?

by The Daily Oktagon

Kemajuan teknologi digital membuat siapa saja kini bisa menjadi seorang fotografer. Apalagi, kini harga kamera semakin murah dan kamera ada di mana-mana. Kamera ada di telepon seluler dan tablet PC. Ini yang membuat siapa saja kini bisa menjadi seorang fotografer.

Selain itu, kemajuan teknologi komputer dan perangkat lunaknya membuat aplikasi untuk merekayasa foto semakin mudah ditemukan. Ada yang berbayar dan ada juga yang gratis.

Siapa tidak kenal Darwis Triadi? Fotografer kawakan kelahiran Solo, Jawa Tengah, 15 Oktober 1954 ini pun memaparkan pandangannya. Menurut dia, meskipun teknologi sudah sedemikian maju, namun fotografer profesional masih sangat dibutuhkan.

Penulis The Daily Oktagon berkesempatan berbincang dengan dia. Langsung simak ulasannya! Apa arti teknologi menurut Darwis Triadi?

Apakah dengan adanya kemajuan teknologi, profesi fotografer profesional segera punah?

Tidak! Profesi fotografer profesional tidak akan punah meski dengan adanya kemajuan teknologi membuat pekerjaan memotret menjadi semakin mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. kata Andreas Darwis Triadi, fotografer profesional ternama.

Meski kini banyak dijual bumbu-bumbu instan, tetapi restoran tetap banyak pengunjungnya. Itu menandakan kita masih butuh chef. Itu juga yang terjadi di fotografi. Kita masih membutuhkan seorang fotografer profesional.

Esensi fotografi tidak pernah berubah. Fotografi adalah melukis dengan cahaya. Kamera adalah alat untuk menangkap cahaya itu dan teknologi adalah alat untuk membantu memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaannya.

Seorang fotografer profesional harus memahami esensi fotografi tersebut. Jadi, meski kini siapa saja bisa memotret dan menghasilkan foto bagus dan unik, tetapi itu tidak berarti siapa pun bisa membuat foto yang kuat, bermakna, dan abadi.

Sayangnya, kata Darwis, kini banyak fotografer yang menyebut dirinya profesional tidak memahami esensi fotografi tersebut. Kini banyak fotografer yang mengandalkan kemajuan teknologi, terutama teknologi digital, untuk menghasilkan foto-foto bagus. Malah, kini banyak fotografer yang menjadikan teknologi digital untuk menghasilkan foto.

Baca juga artikel tentang Riza Marlon dan Monumen Dokumentasi Satwa Liar

Darwis 2Karya Darwis untuk kategori Fashion – Dokumen situs adarwistriadi.com

Menurut Anda, apa penyebabnya?
Hal tersebut terjadi karena para fotografer itu hanya sekedar mencari uang di dunia fotografi. Padahal, seorang fotografer juga harus mengasah rasanya, selain memahami esensi fotografi, untuk menghasilkan foto yang bagus. Kalau sekedar cuma mau cari uang, jadi bankir saja. Uangnya lebih banyak dari fotografer,

Kini nilai fotografi sudah tidak ada lagi akibat banyak fotografer yang tidak tahu esensi fotografi. Kini banyak fotografer yang mengandalkan teknologi digital untuk merekayasa foto agar bisa menghasilkan foto yang bagus dan unik.

Darwis 3Karya Darwis untuk kategori Commercial & Corporate – Dokumen situs adarwistriadi.com

Pandangan Anda sendiri mengenai teknologi?
Seorang fotografer dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi. Akan tetapi, itu bukan berarti seorang fotografer harus berjalan di depan teknologi, apalagi di belakang teknologi.

Kita harus berjalan di samping teknologi dan kamera digital adalah alat untuk memudahkan pekerjaan fotografer,” ucap Darwis.

Jika kita selalu mengandalkan teknologi terkini maka kualitas kita sebagai seorang profesional akan berkurang. Kualitas manusia yang membuat seseorang bisa menghasilkan karya yang luar biasa dan teknologi hanya untuk membantu memudahkan menciptakan karya yang luar biasa itu.

Meski kini teknologi pesawat sudah sedemikian maju dan ada teknologi autopilot yang membuat pesawat bisa terbang sendiri, tetapi faktanya kecelakaan pesawat masih sering terjadi. Itu artinya the man behind the gun yang jadi penentunya,” kata Darwis, jebolan

Seorang fotografer dituntut memahami esensi fotografi dan harus terus mengasah rasanya agar bisa menghasilkan foto-foto yang kuat dan bermakna. Seorang fotografer juga tidak boleh selalu mengandalkan teknologi. Teknologi hanya digunakan untuk memudahkan kerja seorang fotografer.

Darwis 1Foto karya Darwis untuk kategori Fine Art – Dokumen situs adarwistriadi.com

Gagap teknologi

Meski akrab dengan kamera digital dan komputer, tetapi Darwis menyebut dirinya sebagai seorang yang gagap teknologi alias gaptek. Dia mengaku gaptek jika sudah bicara masalah mobile device. Pria lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug, Tangerang, pada 1975 itu pun berbagi cerita.

Mobile device apa yang Anda gunakan?

Saya menggunakan iPhone 4S sebagai mobile device andalan. iPhone 4S sangat mudah dan nyaman saat digunakan. Saya sempat menggunakan iPhone dengan versi yang lebih tinggi, tetapi memutuskan kembali ke seri 4S karena iPhone seri terbaru memiliki layar yang besar dan tidak nyaman saat digunakan. Sempat juga pakai telepon seluler Android, ternyata rumit. Akhirnya saya berikan ke teman. Hahaha!

Ada aplikasi mobile favorit?
Saya suka Instagram karena bisa dijadikan sarana untuk memajang hasil karya saya. Aplikasi lain yang sering dipakai adalah Twitter, tetapi itu sebatas untuk melihat berita-berita terkini.

Saya ini tipe orang yang tidak terlalu suka menggunakan aplikasi di telepon seluler. Malah saya sering minta aplikasi yang macam-macam itu dihapus dari telepon seluler saya, karena hanya membuat berat.

Kalau kamera favorit?
Tidak ada yang spesifik favorit, tetap saya mengandalkan kamera Olympus E-M1 dan EPN-F untuk mendukung pekerjaan. Saya selalu memilih kamera yang tepat, simpel, tidak neko-neko, dan sederhana untuk memudahkan kerja saya. Saya sendiri sangat mengutamakan fungsi sebuah alat ketimbang pernak-pernik yang ditambahkan ke alat itu.

Alasan itu juga yang membuat saya tidak menggunakan tablet PC untuk mendukung aktivitas. Semua fungsi tablet PC sudah ada di komputer. Apalagi, kerja komputer lebih tangguh dari tablet PC. Dulu, saya pernah pakai iPad, tetapi sekarang sudah tidak lagi. Semuanya sudah ada di komputer.

Yuk, simak artikel menarik ini, Berbincang dengan Dipha Barus soal Musik dan Teknologi

0 comments