NOW READING

Anggun Adi a.k.a. Mas Goen, Peran Teknologi dalam Membuat Konten Digital

 1125
+
 1125

Anggun Adi a.k.a. Mas Goen, Peran Teknologi dalam Membuat Konten Digital

by The Daily Oktagon
  • Mas Goen awalnya membuat konten video untuk orang lain dan brand sebelum membuat chanel YouTube sendiri.
  • Konsistensi dalam membuat konten video jadi rahasia besarnya berkecimpung di dunia konten digital.
  • Menurut Mas Goen, pemilihan perangkat yang sesuai kebutuhan dan terus bereksplorasi merupakan kiat yang bagus untuk mulai menjadi konten kreator.

Dewasa ini, konten digital memang semakin digemari dan semakin banyak pula kreator konten digital yang bermunculan di Indonesia. Bermacam-macam konten pun sudah bisa dinikmati dengan mudah di internet, baik melalui komputer personal maupun smartphone. Anggun Adi atau yang lebih dikenal dengan Mas Goen menjadi salah satu kreator dari Indonesia yang aktif dalam membuat konten video.

Jelas, Mas Goen juga memanfaatkan banyak teknologi untuk menunjang segala aktivitasnya dalam membuat konten digital. The Daily Oktagon pun berkesempatan untuk berbincang dengan Mas Goen tentang perkembangan teknologi digital. Simak pula beberapa kiat untuk para kreator konten dalam memulai kariernya di dunia ini.

Bisa diceritakan perjalanan karier Mas Goen sendiri dari pertama kali terjun ke dunia konten digital?

Mulai pertama kali itu pada tahun 2012. Awalnya saya diajak oleh Christian Sugiono untuk memproduksi konten video untuk situsnya, malesbanget.com. Sejak video pertama itu, baru datang berbagai tawaran pekerjaan untuk membuat konten digital dari banyak brand. Akhirnya saya juga membuat konten sendiri yang saya unggah di akun YouTube pribadi saya, goenrock. Di dalamnya banyak berisi tutorial filmmakingreview, dan travel video.

Projek besar terdekat apa yang sedang dikerjakan atau akan segera dipublikasikan?

Sekarang sedang persiapan untuk film layar lebar bekerja sama dengan sutradara Fajar Nugros. Shooting-nya sudah mulai bulan November 2017 ini.

Apa yang buat Mas tertarik untuk membuat konten digital?

Menariknya, saya bisa langsung berinteraksi dengan audience bahkan sekarang sudah lebih mudah lagi karena bisa melakukan live streaming melalui berbagai media sosial.

Simak juga trik fotografi levitasi ala Billy Tjong di sini.

Tantangan terbesar apa yang Mas Goen hadapi waktu pertama kali menjadi konten kreator digital?

Yang paling berat adalah mencari audience. Sulit sekali mendapatkan jumlah views yang banyak dari konten saya di awal-awal saya membuat konten. Namun, karena konsisten untuk terus membuat konten dan ternyata banyak juga yang disukai oleh audience, jumlah views dan subscribers saya akhirnya terus meningkat dengan signifikan.

Gimana Mas Goen melihat tren konten digital di Indonesia sekarang?

Tren konten digital di Indonesia sangat beragam, ada konten musik (cover lagu), komedi, vlog, sampai tutorial. Namun kalau saya amati, audience lebih suka konten yang kreatornya mempunyai kekuatan persona. Nggak cuma bisa membuat konten bagus, tapi juga kreator konten tersebut punya karakter yang disukai audience yang akhirnya akan membedakan dengan kreator-kreator lain.

Inspirasi Wahyu Pinot Ichwandardi dalam menggabungkan analog dan digital dalam berkarya

Dari mana aja sih biasanya Mas Goen dapat ide untuk membuat konten?

Kebanyakan dari membaca banyak artikel, terutama tentang teknologi dan filmmaking. Ide-ide saya juga sering datang dari pengalaman melakukan pekerjaan sehari-hari.

Hal apa yang sekarang belum tercapai atau belum bisa dibuat oleh Mas sendiri?

Maunya sih membuat film pendek untuk chanel saya sendiri. Semoga bisa segera tercapai ya.

Ngomong-ngomong tentang gadget, apa aja sih gadget andalan Mas Goen?

Sehari-hari, bawaan saya selalu smartphone iPhone yang sangat membantu sekali dalam pekerjaan saya, baik untuk membuat video, mencari referensi, dan juga keperluan komunikasi. Saya juga sering membuat konten video dengan iPhone pakai aplikasi seperti Sun Surveyor dan Candrage Director’s View Finder.

Kalau urusan kamera mirrorless, saya pakai Lumix GH5 yang fiturnya saya suka banget dan mendukung semua yang saya butuhkan untuk membuat konten video. Bahkan, saya juga mengulas fitur-fiturnya di salah satu video di chanel YouTube pribadi saya. Untuk kamera kedua, saya pakai Sony A7s Mark II yang fiturnya juga berkelas untuk membuat video.

konten digital

Saran Mas Goen bagi calon kreator konten di luar sana saat memilih kamera terbaik untuk digunakan sehari-hari dan membuat konten?

Pertama, pastinya pilih kamera yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya kalau memang suka self-shootinguntuk membuat vlog, pakai kamera yang punya fitur layar LCD yang bisa flip ke depan. Kalau memang kebutuhannya untuk buat video travel, tidak perlu pilih kamera dan lensa yang besar karena nanti berat dibawa jalan-jalan. Jadi, pakai kamera yang compact atau mirrorless yang punya sensor micro four thirds.

Untuk yang suka buat konten video dengan kualitas audio bagus, pakai kamera yang ada mic input-nya supaya bisa ditambahkan microphone. Kalau membutuhkan membuat konten di tempat yang hanya bisa mengadalkan available light atau low light, pakai kamera yang bersensor besar seperti full frame karena akan lebih bagus high ISO performance-nya.

Sekarang kita berandai-andai, fitur atau gadget apa yang diharapkan hadir di masa mendatang untuk mendukung pekerjaan sehari-hari Mas Goen?

Kamera mirrorless yang modular. Jadi, satu kamera yang bisa diganti-ganti tipe lens mount-nya supaya bisa bertukar-tukar lensa dari kamera mirrorless merek lain tanpa perlu tambahan converter.

Kreasi membuat konten makanan ala Myfunfoodiary, lihat di sini.

Boleh bagi-bagi tips & tricks untuk para konten kreator pemula?

Jangan pernah takut mencoba dan bereksplorasi dalam membuat konten, juga harus konsisten dari awal. Manfaatkan alat yang ada untuk berkarya, tidak perlu mulai dengan alat-alat yang punya banyak fitur dan harganya mahal. Alat dan perlengkapan memang penting, tapi konten yang bagus lebih penting. Jangan malu juga untuk belajar dari konten digital yang lain sebagai referensi, tapi tetap hargai hak cipta kreator. Jangan asal comot yang nantinya jadi melanggar hak cipta.

0 comments