NOW READING

Pelajaran Coding Gratis untuk Anak Selama Libur Lebaran

 539
+
 539

Pelajaran Coding Gratis untuk Anak Selama Libur Lebaran

by The Daily Oktagon

Banyak orang tua kerap merasa cemas jika anaknya tak bisa lepas memainkan games di gadget mereka. Apalagi ketika libur panjang seperti libur Lebaran datang. Bisa-bisa, anak akan terus terpaku menatap layar gadget-nya sepanjang hari.

Meskipun bijak untuk membatasi penggunaan gadget, di sisi lain, kepiawaian anak menggunakan gadget dan bermain game sebenarnya tidak sepenuhnya negatif. Dalam era digital seperti ini, kefasihan anak untuk menangkap cara teknologi baru bekerja merupakan kualitas yang cukup penting. Games anak-anak saat ini juga banyak yang sudah melibatkan strategi dan koordinasi—dua faktor yang diperlukan saat mereka beranjak remaja.

Jika anak gemar bermain games lewat gadgetnya, bagaimana jika Anda menyarankan mereka untuk belajar pemrograman, atau coding? Anda bisa bercerita kepadanya bahwa dengan menguasai coding, suatu hari anak-anak dapat membuat game-nya sendiri, dan bukan hanya memainkan game buatan orang lain. Ini bisa menjadi pemicu semangatnya untuk mulai belajar coding.

 

Foto: Shutterstock.com

Coding sendiri merupakan keahlian yang akan berguna bagi anak—terutama pada era digital seperti sekarang ini. Bahkan jika ia tidak bercita-cita menjadi game developer atau programmer, mempelajari coding sebenarnya mengajarkan banyak keahlian fundamental bagi anak—seperti kemampuan berpikir logis, kreatif, dan terstruktur, pemecahan masalah, mencermati pola dan melakukan analisis, dan masih banyak lagi.

Jadi, bagaimana jika saat libur Lebaran ini kita menemani anak untuk belajar coding saja? Jangan cemas, prosesnya tak akan seperti belajar di kelas, dan anak tak akan mudah merasa bosan. Pasalnya, saat ini, banyak program belajar coding yang dikemas dalam bentuk permaina, dan gratis pula.

CargoBot, misalnya, cocok untuk anak-anak berusia 5 tahun ke atas—bahkan bisa juga dinikmati oleh orang dewasa. Game ini tersedia secara gratis lewat iOS, dan cocok dimainkan di iPad. Mike Lawrence, co-founder Google Teacher Academy, bahkan memainkan game ini bersama kedua anaknya untuk mengajari mereka tentang coding.

Dalam permainan CargoBot ini, anak-anak akan menggunakan derek untuk mengangkut peti-peti kemas di sebuah pabrik. Kelihatannya mengasyikkan dan menantang, tapi sebenarnya saat bermain, mereka tanpa sadar akan diajak menggunakan konsep-konsep dalam coding: seperti loops, prosedur, dan debugging.

 

Foto: Shutterstock.com

Untuk anak-anak dalam peralihan remaja usia 13 tahun ke atas, Anda bisa memperkenalkannya pada game Code Combat—yang bisa dimainkan lewat browser (peramban). Game ini juga mendapat pujian dari Jason Battles, Associate Dean for Library Technology Planning and Policy dari Universitas Alabama. Saat ini, sudah ada lebih dari 5 juta pemain dari 200 negara yang bertarung dalam Code Combat, lho.

Lewat Code Combat, pemain harus memasukkan kode-kode Javascript, juga CoffeeScript, Python, Clojure, dan Lua untuk ‘bertarung’. Permainan berjenis RPG fantasi ini bisa dimainkan sendiri, ataupun berpasangan melawan pemain lainnya. Bahkan pernah diadakan turnamen bernama Greed di dalam game ini yang berhadiah total 40 ribu dolar.

Selain itu, permainan Code Combat merupakan sarana bagi banyak perusahaan teknologi untuk merekrut para pemain yang berhasil mencapai level tertinggi. Nah, siapa tahu anak Anda merupakan salah satu anak jenius yang nantinya mereka rekrut. Dari iseng-iseng bermain dan menanamkan kecintaan pada coding, anak dapat memperoleh manfaat edukasi juga persiapan sang anak untuk arahan karier di masa depan.

Jadi, terpaku pada layar gadget tak selamanya buruk. coba tantang anak-anak untuk belajar coding sambil bermain saat libur Lebaran. Setidaknya, mereka juga akan mendapatkan keahlian yang bermanfaat untuk masa depannya.