NOW READING

Anak Indonesia Rentan Kecanduan Gadget? Cegah dengan 4 Langkah Ini!

 1015
+
 1015

Anak Indonesia Rentan Kecanduan Gadget? Cegah dengan 4 Langkah Ini!

by The Daily Oktagon
  • Fenomena anak-anak yang tak bisa lepas dari gadget-nya setiap saat memang cukup memprihatinkan.
  • Apalagi di Indonesia, pemandangan anak yang tak bisa lepas dari gadget sudah tak asing lagi.
  • Namun bukan berarti hal ini tak bisa dicegah.

Saat hangout di kafe atau restoran keluarga, coba lihat sekeliling. Hitunglah ada berapa anak yang tampak sedang sibuk dengan gadget-nya. Mungkin di meja yang sama, orangtua si anak juga tampak sibuk dengan gadget masing-masing. Satu meja tapi tak berkomunikasi. Pemandangan familiar ini bisa dibilang sangat disayangkan.

Ada suatu studi menarik yang dilakukan oleh theAsianparent Insights and Samsung Kidstime. Studi bertajuk Mobile Device Usage Among Young Kids: A Southeast Asia Study menyorot kebiasaan anak-anak di Asia Tenggara dalam menggunakan gadget dan bagaimana cara orangtua mengontrol penggunaan gadget anak mereka. Dengan subyek lebih dari 2.500 orangtua yang memiliki anak berusia 3-8 tahun, studi ini dilakukan di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Filipina.

Foto: Shutterstock

Hasilnya, walaupun menimbulkan keprihatinan tersendiri namun sebenarnya cukup menarik untuk diulik. Dari hasil studi, ternyata sekitar 98 persen orangtua di Asia Tenggara memang membiarkan anak mereka menggunakan gadget, termasuk di Indonesia. Angka tertinggi ada pada anak-anak di Singapura. Kebanyakan orangtua sebenarnya membiarkan anak-anak mereka menggunakan gadget untuk tujuan edukatif. Kendati demikian, anak-anak malah kebanyakan menggunakan gadget-nya untuk tujuan hiburan seperti bermain games. Penggunaan perangkat elektronik ini bahkan mencapai lebih dari satu jam untuk setiap sesi.

Di sisi lain, studi ini juga menemukan bahwa orangtua khawatir anaknya terpapar konten yang tak cocok dan menjadi pencandu gadget. Ini membuat orangtua menginginkan suatu mekanisme untuk mengontrol penggunaan gadget pada anak. Mekanisme tersebut bisa berupa batasan waktu, mencegah pembelian aplikasi secara sembarangan, serta memonitor penggunaan gadget.

Baca juga: Cara Cerdik Ayah Techie Menginspirasi Anak Perempuan

Sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan orangtua agar buah hatinya tetap bisa mengikuti kemajuan teknologi tanpa harus kecanduan.

1. Jam Bebas Gadget

Artinya bukan bebas menggunakan gadget, tapi bebas dari penggunaan gadget. Buatlah peraturan dimana semua anggota keluarga, anak maupun orangtua, menyimpan dulu smartphone dan tablet, lalu melakukan aktivitas lainnya bersama-sama. Bisa berupa makan bersama, membaca buku, bermain bola di halaman, memasak, atau mengecat graffiti di tembok rumah. Intinya, quality time tanpa melibatkan gadget. Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk hal ini.

2. Gadget Time!

Foto: Shutterstock

Nah, kalau yang ini justru kebalikan poin yang sebelumnya. Buatlah jadwal untuk menggunakan gadget. Misalnya di malam hari setiap pukul 19.30 hingga 20.30, anak-anak boleh menggunakan gadget untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, bermain, atau sekadar browsing internet. Jam ini bisa ditambah saat weekend, sesuai kesepakatan.

3. ‘Batas Suci’

Foto: Shutterstock

Bukan, bukan batas suci seperti di rumah ibadah. Namun kurang lebih idenya seperti itu. Jika memungkinkan, buatlah batasan area penggunaan gadget. Misalnya, anak hanya boleh menggunakan komputer atau gadget lainnya di ruang tamu, tapi tidak boleh di kamarnya. Disarankan memang area penggunaan gadget untuk anak sebaiknya di ruangan yang masih bisa diawasi oleh orangtua.

4. Benteng Virtual

Foto: Shutterstock

Gunakan berbagai software atau aplikasi yang bisa membatasi pemakaian gadget dan menyaring konten yang tidak sesuai untuk anak. Salah satu yang cukup populer adalah Net Nanny. Software parental control ini bisa membuat orangtua memonitor dan membatasi akses internet. Selain itu juga ada Kids Place Parental Control yang cocok untuk balita. Layar bisa diatur sedemikian rupa sehingga hanya aplikasi yang boleh dibuka oleh anak saja yang akan tampil di layar.

Selain itu, orangtua juga bisa mengatur setting parental control di browser, Youtube, dan bahkan Play Store. Untuk pengaturan parental control di Youtube, login Youtube dengan akun Gmail. Masuklah ke menu setting, lalu carilah Restricted Mode dan klik. Geser Restricted Mode ke On dan simpan pilihan. Sedangkan orangtua yang khawatir anaknya men-download aplikasi dewasa dari Play Store bisa masuk ke tombol menu. Pilih Pengaturan dan cari Parental Control. Masukkan PIN dan ingat baik-baik PIN tersebut. Setelah mengaktifkan parental control, masuk ke masing-masing aplikasi, game, film, musik dan TV, lalu atur umur yang sesuai.

Nah, sudah tak sabar ingin ‘menyehatkan’ anak Indonesia dengan penggunaan gadget dan internet yang bijak, kan?

Baca juga: Vlogging Cerdas dan Aman dengan Anak

0 comments