NOW READING

Alexandra Asmasoebrata, Antara Balap Mobil dan “Balap” Teknologi

 1137
+
 1137

Alexandra Asmasoebrata, Antara Balap Mobil dan “Balap” Teknologi

by The Daily Oktagon

Semua foto: Dok. Alexandra Asmasoebrata

  • Alexandra Asmasoebrata menilai perkembangan teknologi di dunia autosports sangat berkembang pesat.
  • Sebagai seorang pembalap ia pun harus tetap mengikut perkembangan teknologi ini jika ingin tetap unggul dari pesaingnya.
  • Selain soal teknologi safety, Alexandra juga berharap ke depannya akan muncul inovasi sebuah mobil yang kencang, tapi tetap ramah lingkungan.

Meskipun mengaku dipaksa untuk terjun di dunia balap, bukan berarti seorang Alexandra Asmasoebrata tidak menyukai otomotif. Ia hanya ragu seorang wanita bisa menjadi seorang pembalap. Nyatanya sekarang ia telah melewati 16 tahun dengan menyandang status sebagai seorang wanita pembalap.

Selama kariernya tersebut, ia banyak merasakan perubahan di dunia otomotif khususnya dalam hal teknologi sebagai alat penunjangnya. Simak perbincangan The Daily Oktagon bersama Alexandra.

Lagi sibuk apa belakangan ini?

Masih menjadi spokesperson/ambassador untuk beberapa brand. Balapan masih, tapi sudah tidak sebanyak dulu, terakhir balap Februari lalu, gokart di singapura. Selain itu, saya juga sedang menjadi news anchor selama dua tahun terakhir di CNN Indonesia dan sekarang lagi coba-coba berbisnis bersama teman-teman.

Bisa ceritakan awal mula terjun ke dunia balap?

Sepertinya sudah hampir semua tahu kalau saya dipaksa sama papa untuk terjun ke dunia balap. Hehehe. Saya bahkan sampai SMP kelas satu, sekitar tahun 2001, belum bisa nyetir mobil, padahal dari kecil sering nonton balapan di Sentul sama beliau. Saya sama sekali tidak pernah punya pikiran untuk menjadi seorang pembalap apalagi menjadikan ini sebagai pilihan karier.

Namun, pada akhirnya saya memberanikan diri untuk mencoba gokart. Waktu itu saya tidak mau, bukan karena tidak suka dengan dunia otomotifnya, tapi saya malu karena saya perempuan. Tidak yakin kalau perempuan itu bisa menjadi seorang pembalap. Sewaktu mencobanya saya langsung menyukainya dan tidak kerasa sudah berjalan sampai sekarang.

Siapa orang yang paling berjasa memperkenalkan dunia balap?

Pastinya papa. Tidak hanya balap, beliau juga mengajarkan saya dan kakak berbagai macam olahraga. Mulai dari berkuda, tinju, basket, sepak bola, renang, golf, dan yang lainnya.

Apa momen paling berkesan selama berkarier di dunia balap?

Wah, banyak ya. Selama kurang lebih 16 tahun berkecimpung di dunia balap, kalah dan menang sudah menjadi hal yang biasa. Momen paling berkesan tentunya saat saya ikut kejuaraan dunia pertama kali di Malaysia tahun 2005.

Bagaimana Anda melihat perkembangan dunia balap dari saat baru memulainya sampai saat ini dari sisi teknologinya?

Pasti sangat berkembang pesat sekali kalau dilihat dari sisi teknologinya. Mulai dari safety sampai kecanggihannya sangat berkembang. Kalau dulu apa-apa masih pakai manual, sekarang semuanya serba digital. Serba data, mulai dari speedangle belok stir kita, sampai temperatur mesin.

Intip yuk, profil presenter wanita Putri Marino dan kamera andalannya.

Sejauh apa perkembangan teknologi digital berpengaruh kepada dunia balap yang ditekuni?

Sangat berpengaruh. Peralihan gaya dari analog ke digital ini membuat saya dan tim bisa menghemat waktu dalam menentukan pilihan pengaturan mobil. Perhitungannya pun semakin akurat.

Kalau dulu banyak set-up mobil yang berdasarkan insting dan feeling. Sekarang lebih banyak opsi yang bisa dicoba karena kami bisa bekerja berdasarkan data yang dimiliki.

Bagaimana Anda sendiri menanggapi perkembangan teknologi digital saat ini untuk kepentingan karier dunia balap?

Pastinya harus bisa cepat beradaptasi dengan teknologi terbaru karena perkembangannya sangatlah masif, segalanya mudah ketinggalan zaman. Jadi harus cepat keep up dengan teknologi supaya bisa selalu unggul dari pesaing.

Apa sajakah efek-efek positif dan negatif dari teknologi digital saat ini di dunia balap?

Efek positifnya cukup banyak. Misalnya, membuat waktu dan tenaga menjadi lebih efisien, tersedianya data yang mendetail, pengukuran yang lebih akurat, pebalap dan mesin juga jadi lebih mudah untuk berkembang dan bisa melihat kekurangan serta mencari solusinya dari data yang tersedia.

Negatifnya mungkin sedikit. Kalaupun ada yang bilang human touch-nya jadi berkurang, ini tak sesungguhnya benar. Selain pembalap, kru pit juga tetap banyak dibutuhkan dan harus ada. Mulai dari engineer, mekanik, dan yang lainnya.

Simak profil Pinot, yang membuat trailer Star Wars menggunakan komputer “jadul”.

Gadget-gadget apa saja yang biasa diandalkan dalam karier sebagai pebalap?

Untuk mendapatkan data-data, kami sangat mengandalkan gadget seperti laptop, stopwatch, dan transponder. Laptop yang digunakan tentu spesifikasinya harus yang terkini, misalnya saja yang kinerjanya cepat dan storage yang banyak, karena akan menampilkan berbagai data dari program-program yang cukup berat. Sementara itu, untuk merekam momen kami banyak terbantu oleh kehadiran action cam seperti GoPro.

alexandra asmasoebrata

Menurut bayangan Anda akan seperti apa dunia balap nantinya jika teknologi digital sudah semakin pesat perkembangan dan penggunaannya di olahraga ini?

Tolak ukur paling tinggi dalam hal ini adalah ajang Formula 1, bisa dikatakan di ajang inilah semua teknologi terbaru dan tercanggih untuk autosports digunakan. Segalanya sudah serba digital dan semua memiliki data lengkap dengan detailnya.

Mungkin yang bisa saya bayangkan hanya pada bagian safety-nya karena biasanya muncul sebuah inovasi teknologi terbaru itu setelah terjadinya kecelakaan pada seorang pebalap. Saya berharap suatu saat ini mobil/sistemnya bisa membaca atau mengurangi risiko kecelakaan yang bisa saja menerpa pebalap. Jadi, olahraga ini akan jauh lebih aman.

Teknologi apa lagi yang diharapkan ke depannya akan muncul untuk mempermudah pekerjaan Anda?

Teknologi untuk mesin yang kencang, tapi lebih ramah lingkungan. Bukan electric car ya tapi. Hehehe.

Baca juga: Cosmas Gozali, si juri The Apartment bicara tantangan teknologi desain

0 comments