NOW READING

7 Action Cam Sahabat Drone

 4248
+
 4248

7 Action Cam Sahabat Drone

by The Daily Oktagon

Langit kawasan Riverview di Tampa Bay, Amerika Serikat pada Mei lalu dipenuhi berbagai drone yang mengudara. Hari itu, sekitar 100 orang penggemar drone dikabarkan berkumpul merayakan International Drone Day yang dirayakan pada tanggal 7 bulan itu. Di berbagai penjuru dunia, para penggemar drone juga berkumpul di lebih dari 150 acara serupa.

Drone memang sedang naik daun. Para penggemar bahkan percaya bahwa 2016 sebagai “tahunnya Drone”. Salah satu alasan kendaraan mini tak berawak ini semakin banyak penggemarnya tentu karena dronedapat dilengkapi kamera sehingga dapat berfungsi untuk banyak hal, termasuk sebagai “mata” para pebalap first person view (FPV) drone, “olahraga” yang tengah berkembang belakangan ini.

Bicara kamera, kehadiran action camera pada drone menjadi lekat kaitannya. Dengan ukurannya yang kecil, tahan banting, hingga jenis lensanya yang lebar, action camera menjadi pilihan utama penggunadrone untuk menghasilkan foto atau video yang lebih dramatis. The Daily Oktagon memilihkan beberapaaction camera yang layak diperhitungkan untuk digunakan bersama drone.

Baca juga, DJI Phantom 4, drone cerdas yang pas untuk pemula

GoPro Hero4+ Black Edition

GoPro Black Edition

Jika membaca kata “action camera”, maka GoPro tentu menjadi kata yang generik. Maka tak sah sepertinya jika daftar action camera ini tidak menyebut GoPro Hero4+ Black Edition sebagai salah satu rekomendasi.

Salah satu penyebabnya tentu kualitas resolusi yang dijanjikan. Kamera ini mampu merekam video berkualitas 4K (dengan pilihan 30, 35, atau 24 frame per detik) sehingga bisa menghadirkan kualitas gambar aerial view yang sangat mumpuni.

Xiaomi Yi

Xiaomi Yi

Merek ini belakangan datang sebagai “perusak” dominasi GoPro, tentu karena harganya yang relatif lebih murah. Edisi Yi disebut mempunyai kualitas video yang menyaingi GoPro 3 Hero, namun dengan harga yang murah (lebih dari setengah harga GoPro).

Prosesor gambar Ambarella A7LS yang dimiliki Yi mampu menghasilkan resolusi 16 MP dengan sensor gambar dari Sony Exmor R BSI CMOS. Kamera pun diklaim dapat merekam video HD dengan pilihan 1080p 60 frame per detik (fpd), 960P/60,48 fpd, 720P/120,60,48 fpd. Yi semakin menarik dengan kehadiran lensa 155° wide angle, 1010mAh baterai yang dapat dilepas, hingga badan plastik yang anti guncang.

GoPro Session

GoPro Session

Merek ini lagi? Ya, jika Anda hanya mempunyai drone 180mm yang berukuran kecil, maka salah satu varian GoPro ini dapat diandalkan. Session mempunyai dimensi yang lebih kecil (sekitar 4 cm per sisi) dari pada para “saudaranya”, yang berarti juga mempunyai harga yang relatif lebih murah.

Kamera ini mungkin tidak terlalu cocok digunakan untuk menghasilkan gambar yang menginginkan detail dan ketajaman seperti untuk survei lapangan karena kualitas gambar tidak secanggih Hero4+ Black Edition. Namun karena ringan (sekitar 75 gram), kamera ini cocok berkolaborasi dengan drone untuk balap FPV drone yang sedang digandrungi penggemarnya saat ini.

Simak juga ulasan tentang Yuneec Typhoon H ini, untuk mengenal drone yang mirip laba-laba

Mobius HD ActionCam

Mobius

Dari tampilannya, action camera yang satu ini mungkin terlihat tak meyakinan. Namun seperti Xiaomi Yi, Mobius HD ActionCam masuk dalam daftar kamera ekonomis dengan kualitas yang tetap dapat diperhitungkan. Dengan panjang yang hanya sekitar 5cm, berdaya baterai sekitar dua jam, dan mampu merekam video HD, Mobius dengan media penyimpanan kartu microSD ini menjadi sangat ringkas untuk digunakan bersama drone, terutama untuk perekaman di ketinggian sedang.

Runcam 2

Runcam

Layaknya persaingan GoPro dengan Xiaomi, maka Runcam pun datang untuk “merusak” pasar Mobius. Runcam 2 cocok digunakan untuk permainan first person view (FPV) dengan kulitas gambar yang diklaim lebih tajam dan mendetail dibandingkan Mobius.

Kamera ini mempunyi pilihan resolusi HD 1080p 60 dan 720p 120 frame per detik (fpd). Berbagai fasilitas pendukung juga membuat kamera yang hanya seberat 50 gram ini jitu digunakan sebagai kamera droneFPV, seperti pelindung lensa built-in yang dapat meminimalisir benturan, dan pelindung radio frequency(RF) untuk menangkal noise serta mencegah terjadinya hambatan pada kendali drone.

Turnigy 2K HD

Turnigy

Permainan FPV drone memang tengah populer, sehingga tak salah jika berbagai produsen berlomba-lomba mengeluarkan produk yang sesuai dengan permainan ini. Tak terkecuali dengan Turnigy 2K HD.

Kamera ini masuk dalam kompetisi produk yang sama dengan Mobius dan Runcam, yang berarti juga harganya relatif lebih murah. Turnigy 2K HD memiliki enam pilihan resolusi video dan pilihan perekaman seperti 2K (2560×1440) di 30 frame per detik (fpd), dan 60 fpd dengan full HD (1080p) dan HD (720p). Dari urusan berat dan dimensi, kamera ini tak kalah ramping dengan hanya 45 gram dan berukuran 41x25x59.5mm.

Garmin Virb XE HD

action cam garmin

Merek yang produk jam tangan olahraganya sedang digandrungi para pelari ini juga tak mau kalah meluncurkan action cam. Kualitas video yang dihasilkan mungkin standar saja dengan 1080p pada 60frame per detik, namun layaknya produk Garmin yang terkenal dengan teknologi GPS dan sensor geraknya, Virb XE HD juga dipersenjatai dengan kemampuan yang serupa.

Di dalam kamera ini telah dibenamkan Garmin GPS, G-force, hingga sensor orientasi, dan kemampuan untuk secara nirkabel terhubung dengan sensor eksternal dan alat-alat Garmin lain untuk mendapatkan data kinerja yang lebih akurat. Fitur G-Metrix-nya memungkinkan pengguna untuk mendapatkan grafis dan animasi manuver kecepatan yang dapat dilihat di komputer atau aplikasi smartphone.

Baca juga cerita tentang Asosiasi Pilot Drone Indonesia

0 comments