NOW READING

5 Smartphone Pilihan Untuk Produksi Video Amatir

 2245
+
 2245

5 Smartphone Pilihan Untuk Produksi Video Amatir

by The Daily Oktagon

Salah satu fungsi yang dicari ketika berburu smartphone adalah kemampuannya merekam video. Segala macam momen ingin diabadikan. Semuanya, kini bisa menjadi pembuat video.

Berbekal referensi memadai, banyaknya pilihan smartphone di pasar lokal sebenarnya memudahkan kita mencari model yang paling dibutuhkan. Hardware, desain, perbandingan harga dan performa, hingga kamera biasanya menjadi acuan kita sebelum membeli. Tapi tidak sedikit orang juga yang mencari smartphone berdasarkan kemampuannya dalam merekam video.

Sudah tentu, video recording terpaut erat dengan spesifikasi kamera. Namun ketika fotografi fokus pada hasil gambar still, sifat video lebih dinamis. Untuk itu diperlukan pula beberapa fitur tambahan selain komponen dasar semisal sensor dan lensa. Hasil terbaik memang bisa diraih lewat device spesialis untuk merekam, tapi andai terdesak, handset-handset di bawah dapat berperan sebagai alternatif yang tidak kalah mumpuni.

HTC Desire Eye

Bagi banyak orang, kamera di depan smartphone sama pentingnya dengan kamera utama di belakang. Fleksibilitas tersebut membuat Eye unggul dibanding model handset lain. Output mungkin terbilang standar di resolusi 1080p dan 30fps, namun kedua bagian memperoleh spesifikasi cukup identik. Dan khusus di bagian depan, kamera mengusung jenis lensa wide-angle setara 22 milimeter, sanggup ‘merangkul’ lebih banyak objek video.

Video_Recording_Smartphone_OKTAGON_02

Sony Xperia Z3+

Penamaannya memang sedikit membingungkan karena di Jepang, ia dikenal sebagai Xperia Z4. Xperia Z3+ sanggup merekam video 2160p di 30fps. Jika angka tersebut terlihat sangat berlebihan, tersedia opsi 1080p dengan 30 atau 60fps – di mana gerakan lebih mulus. Sayangnya untuk mengakses resolusi tinggi, Anda harus membuka opsi mode shooting terlebih dahulu. Di sisi positifnya, tombol rekam video menyatu ke interface utama aplikasi kamera.

Video_Recording_Smartphone_OKTAGON_01

Google Nexus 6

Tiga elemen di belakang kemampuan camcorder phablet flagship Google ini adalah sensor 13-Mp berlensa f/2.0, sistem optical image stabilization, serta app Google Camera. Ia menyajikan fitur dual recording, sanggup mengabadikan video di resolusi 4K 30fps tanpa masalah berkat bantuan memori RAM 3GB. Layar 6-incinya cukup lapang buat memudahkan Anda mengulas sejenak adegan-adegan yang sudah disimpan sebelumnya.

Video_Recording_Smartphone_OKTAGON_04

Apple iPhone 6 Plus

Kombinasi processor A8 dan M8 motion co-processor menopang kecakapan video recording iPhone 6 Plus. Meski sensor kecil membatasi smartphone mencapai resolusi lebih tinggi dari 1080p, penyuguhan film di 60fps merupakan hal kecil baginya. Anda dipersilakan bermain-main dengan slow motion, berkat frame rate di 120 sampai 240 per detik. Autofocus focus pixels, optical image stabilization, lensa 5-element f/2.2 hanyalah beberapa ‘bonus’ canggih di sana. Beberapa iklan publik iPhone 6 Plus bahkan menyatakan bahwa smartphone ini bisa mengambil gambar dan video dengan kualitas profesional dan sangat baik.

Video_Recording_Smartphone_OKTAGON_03

Samsung Galaxy S6

Sejauh ini belum ada kamera smartphone yang sanggup mengungguli Samsung Galaxy S6. Kapabilitasnya ‘all-rounded’, dan walaupun mayoritas khalayak memuji performa fotografi, fitur camcorder-nya juga handal. Anda mendapatkan opsi 2160p@30fps, 1080p@60fps, atau 720p@120fps – memungkinkan slo-mo. Kemudian ditambah fungsi HDR beserta dual-video recording. Buat sekarang kualitasnya masuk dalam kategori terbaik yang sanggup dihasilkan smartphone.

Video_Recording_Smartphone_OKTAGON_05

0 comments