NOW READING

4 Kiat Penting Agar Terhindar dari Pelanggaran Hak Cipta YouTube

 1220
+
 1220

4 Kiat Penting Agar Terhindar dari Pelanggaran Hak Cipta YouTube

by The Daily Oktagon
  • Pengguna internet terkadang lupa soal copyrights (hak cipta).
  • Termasuk ketika membuat konten video untuk YouTube.
  • Beberapa hal patut dipelajari agar terhindar dari klaim hak cipta dan sensor dari YouTube.

Mudahnya seseorang mengakses internet membuat sebagian dari mereka lupa terkait censorship dan juga copyrights (hak cipta). Jika hal tersebut dialami oleh pengguna akun YouTube (creators), mereka bisa saja dibawa ke jalur hukum dan harus merevisi isi video, bahkan menghapus video yang sudah diunggah ke dalam akun.

Tentunya permasalahan seperti ini tak ini terjadi dalam kehidupan Anda bukan? Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa hal penting ini patut dipelajari terlebih dahulu agar terhindar dari klaim hak cipta dan sensor dari YouTube.

Baca juga : YouTube Go Resmi Dirilis, Bisa Lebih Hemat Kuota

foto : shutterstock

1. Penggunaan Filter untuk Tayangan dan Konten Berbahaya

Bagi mereka yang sudah memiliki anak tentu tak ingin buah hatinya menonton sebuah tayangan yang tak sesuai dengan usianya. Biasanya, meskipun sebuah video dibuat menggunakan animasi/kartun, nyatanya konten yang ditayangkan terlampau jauh dari usia yang cocok untuk ditonton oleh anak-anak.

Untuk menghindari hal tersebut, para orang tua bisa menggunakan filter seperti ‘Restricted Mode’ yang terdapat pada bagian bawah laman YouTube. Meskipun tak memilah secara 100 persen, tetapi hal tersebut cukup membantu pengguna untuk menghilangkan konten video yang tak layak dan sudah ditandai.

Cara lain adalah dengan mengunduh aplikasi YouTube Kids agar bisa memantau tontonan yang lebih layak untuk si buah hati. Setidaknya hal tersebut dapat meminimalisir konten berbahaya yang biasanya wara-wiri di laman YouTube.

2. Penggunaan ‘Wajar’

Untuk bisa membuat video yang terbebas dari copyrights (hak cipta), terdapat beberapa hal yang harus diketahui dan hal tersebut dinamakan sebagai penggunaan ‘wajar’ atau diperkenankan. Pertama adalah tujuan dari pembuatan konten baru yang terlindungi oleh hak cipta.

Apabila seorang pengguna membuat video yang dilindungi hak cipta untuk kebutuhan pembelajaran, pemberitaan, atau riset, hal tersebut masih diperbolehkan karena masih dalam lingkup wajar. Hal lainnya adalah apakah video tersebut nantinya dipergunakan untuk meraup keuntungan atau tidak.

Faktor kedua dalam penggunaan ‘wajar’ adalah porsi yang digunakan dalam satu video. Contohnya adalah, pencipta konten tidak bisa disebut melakukan penggunaan wajar apabila memasukan konten yang dilindungi hak cipta dalam jumlah besar (3 menit video copyrights dalam video berdurasi 4 menit). Jika mereka hanya memasukan sebagian kecil saja (15-30 detik), hal tersebut masih diperbolehkan.

Baca juga : Nonton Video Pake YouTube Go Nggak Ngabisin Kuota

3. Creative Commons (CC)

Creative Commons (CC) adalah lisensi standar yang dapat digunakan oleh setiap pengguna YouTube. Dengan mencantumkan (CC), maka video yang diunggah langsung mendapatkan izin untuk digunakan pihak lain, baik itu sebagai konten baru, maupun digunakan dalam bentuk komersial (profit).

Namun, sebelum bisa menggunakan fitur CC pada konten video, pastikan terlebih dahulu bahwa video yang dibuat itu original dan terlepas dari pelanggaran hak cipta.

4. Penggunaan Gambar/Musik/Video yang Free to Use

Demi terhindar dari masalah hak cipta lainnya, alangkah baiknya menggunakan konten-konten yang bersifat free to use atau bebas digunakan tanpa terikat lisensi dari pihak pencipta. Pencipta konten bisa menemukan hal tersebut di Jamendo (musik) dan Flickr (gambar) seperti dilansir dari Filmora.wondershare.com.

Meskipun memiliki akses yang bebas dalam menggunakan konten di Internet, tetapi Anda harus lebih jeli dan mampu membedakan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri, seperti perihal sensor dan hak cipta.

 

0 comments