NOW READING

3 Tablet Rekomendasi Terjangkau Penunjang Pekerjaan

 7950
+
 7950

3 Tablet Rekomendasi Terjangkau Penunjang Pekerjaan

by The Daily Oktagon
  • Saat ini perangkat tablet mungkin mulai dilupakan dan tergantikan oleh smartphone
  • Namun bagi sebagian orang, tablet tetap bisa menjadi partner sejati dalam beraktivitas
  • Contohnya seperti tiga tablet yang kami rekomendasikan kali ini, yang sangat cocok dan mumpuni untuk menunjang pekerjaan harian

Sempat populer dua atau tiga tahun lalu, perangkat tablet kini mulai jarang beredar. Bukan hanya yang berbasis Android saja yang sudah mulai sulit ditemui, tapi juga untuk sistem operasi yang lainnya, termasuk Windows dan iOS.

Tapi di tahun ini, sejumlah produsen gadget nyatanya masih ada yang berminat merilis perangkat tablet. Sebut saja Samsung yang masih getol dengan Galaxy Tab-nya atau Xiaomi yang masih coba peruntungan dengan Mi Pad 2.

Nah, jika Anda termasuk orang yang membutuhkan tablet untuk kebutuhan pekerjaan harian, pilihan yang tersedia memang tidak banyak. Namun The Daily Oktagon mencoba membandingkan tiga berikut ini.

Lenovo Yoga Tablet 8

Tablet ini cukup revolusioner karena hadir menawarkan cara menggunakan tablet yang berbeda dari yang sudah-sudah. Sesuai dengan namanya, Lenovo Yoga Tablet 8 hadir dengan layar IPS 8 inci. Ukuran tersebut dirasa cukup pas, tidak terlalu kecil dan tidak kebesaran.

tablet

Bagi Anda yang lebih mementingkan kepraktisan penggunaan di atas segalanya, produk ini layak untuk dipilih. Pasalnya ada tiga mode penggunaan yang ditawarkan, yaitu mode hold, stand, dan tilt. Mode hold yakni cara penggunaan dengan memegang tablet seperti biasa. Mode stand yakni metode penggunaan dengan penyangga layaknya bingkai foto untuk diletakkan di atas meja. Dan mode tilt mirip seperti mode stand, hanya saja posisi layar menghadap ke atas.

Di luar kepraktisannya, Lenovo Yoga Tablet 8 lebih cocok digunakan untuk kebutuhan multimedia ringan, seperti browsing atau media sosial. Pasalnya prosesor yang digunakan agak lawas, yakni MediaTek MT8125 quad-core 1,2 GHz yang berpadu dengan RAM 1 GB dan OS Android 4.2 Jelly Bean. Oh ya, satu lagi keunggulan produk seharga Rp 3,1 jutaan ini, yakni adanya slot SIM card sehingga Anda juga bisa menggunakannya untuk berkirim SMS atau menelepon.

Ada notebook yang justru bisa di flip sehingga mirip dengan tablet. Baca di sini

Samsung Galaxy Tab A (2016)

Setingkat di atas Lenovo Yoga Tablet 8, ada pilihan lain yang tak kalah menarik, yaitu Samsung Galaxy Tab A (2016). Tablet ini tersedia dalam dua pilihan ukuran, yaitu 7 dan 10,1 inci, serta bisa digunakan dengan mode konvensional (dipegang). Samsung sendiri menciptakan Galaxy Tab A (2016) untuk merebut pasar entry-level dengan target market pelajar atau first jobber.

tablet

Hal ini bisa terlihat melalui balutan desain dan spesifikasi yang dibawanya. Samsung Galaxy Tab A (2016) dirancang dengan material plastik sehingga bobotnya terasa cukup ringan. Selain itu, hardware yang disematkan di dalamnya relatif bukanlah yang terbaik. Ada pilihan prosesor quad-core Snapdragon 410 atau prosesor quad-core Spreadtrum SC9830 yang sama-sama ditemani dengan RAM yang agak nanggung, 1,5 GB.

Tapi yang spesial dari produk dengan banderol Rp 2,3 jutaan ini adalah S-Pen yang tidak dimiliki oleh tablet lainnya. Dengan S-Pen, Anda bisa lebih leluasa dalam bekerja, membuat coretan, atau bahkan menggambar ilustrasi. S-Pen ini memiliki respon yang sangat baik.

Dengan spesifikasi yang dibawanya itu, Samsung Galaxy Tab A (2016) memiliki performa setingkat di atas Lenovo Yoga Tablet 8, meski perbedaannya tak akan terpaut terlalu jauh. Tablet ini bakal kurang cocok untuk Anda yang hobi bermain game berat. Namun jika hanya untuk streaming atau menonton film full HD, tablet ini masih sangat layak dan mumpuni untuk dipilih. Sebagai pelengkap, sama seperti Yoga Tablet 8, Samsung Galaxy Tab A (2016) juga dibekali slot SIM card untuk SMS dan telepon.

Anda mungkin tengah mencari notebook terbaru? Simak review kami.

ASUS Transformer Pad

Kalau tidak sreg dengan kedua produk di atas, kami masih punya satu alternatif pilihan yang tak kalah menarik, yaitu ASUS Transformer Pad. Tablet satu ini mengusung sistem operasi Android 4.2 KitKat dan hadir dengan ukuran layar sebesar 10,1 inci beresolusi HD 1.280 x 800 piksel.

tablet

Di atas kertas, performa komputasi yang ditawarkannya bakal terasa lebih baik ketimbang Lenovo Yoga Tablet 8 atau Samsung Galaxy Tab A (2016). Penyebabnya adalah prosesor Intel Atom Z3745. Meski hanya memiliki empat buah core, prosesor ini juga biasa digunakan untuk perangkat tablet atau notebook ultra portable berbasis Windows yang notabene lebih berat dari Android. Tapi sayang, kapasitas RAM yang disertakan hanya 1 GB, mungkin terasa kurang optimal untuk multitasking.

Satu hal yang pasti, ASUS Transformer Pad bukan untuk Anda yang hobi memotret. Kamera utamanya hanya beresolusi 2 MP, sementara kamera depannya beresolusi VGA. Praktis, tablet satu ini hanya cocok digunakan untuk multimedia atau menyelesaikan pekerjaan yang lebih serius, seperti mengetik atau membuat slide presentasi menggunakan Microsoft Office misalnya.

Untuk menunjang itu, tablet seharga Rp 3,2 jutaan ini pun menyertakan aksesori penunjang berupa docking keyboard (built-in trackpad) yang bisa dihubungkan via koneksi Bluetooth. Ketika memasangkan keyboard-nya, Anda bakal merasakan pengalaman seperti sedang menggunakan notebook. Mengetik atau berkirim email tentunya bakal terasa menyenangkan dilakukan menggunakan Transformer. Memasang atau melepas docking keyboard-nya juga terasa sangat mudah dan praktis.

Baca juga berbagai gadget yang masuk IFA 2016 beberapa waktu lalu

Ketiga tablet ini tentu hadir dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun dengan harga yang relatif terjangkau, ketiganya ini dapat menjadi prioritas pilihan ketika Anda membutuhkan tablet untuk menunjang pekerjaan.

 

 

0 comments