NOW READING

3 Drone Terbaik untuk Keperluan Videografi

 4313
+
 4313

3 Drone Terbaik untuk Keperluan Videografi

by The Daily Oktagon

Dalam waktu hanya beberapa tahun, drone atau quadcopter telah mengambil banyak perhatian, khususnya di bidang fotografi dan videografi. Berkat drone, para penggiat industri kreatif ini bisa menghasilkan karya yang benar-benar baru.

Baru dari segi sudut pandang. Drone memungkinkan kita untuk mengabadikan momen, baik dalam bentuk foto atau video, dari sudut-sudut yang sekiranya mustahil kita peroleh tanpa bantuannya. Drone siap terbang ke titik yang Anda inginkan – selama jangkauannya mencukupi – merekam video dari ketinggian dan terus menyusuri lokasi shooting pilihan Anda yang menawan.

Dari sekian banyak drone yang dijual di pasaran, berikut kami telah memilih 3 drone terbaik yang bisa dimanfaatkan oleh para fotografer atau videografer dalam berkarya.

DJI Phantom 2 Vision+

DJI Phantom 2 Vision+

Pilihan pertama jatuh pada DJI Phantom 2 Vision+. Kalau GoPro merupakan pelopor action camera, maka DJI bisa disebut sebagai salah satu penggerak utama popularitas drone di mata konsumen.

DJI Phantom 2 Vision+ mengemas kamera bersensor 14 megapixel yang mampu merekam video dalam resolusi maksimal 1080p 30 fps. Dalam pengujian Wirecutter, dikatakan bahwa kualitas gambar yang dihasilkan hampir mendekati milik GoPro Hero3.

Akan tetapi keunggulan utama DJI Phantom 2 Vision+ terletak pada gimbal 3-axis-nya. Sederhananya, komponen ini bertugas untuk menjaga stabilitas kamera sehingga hasil rekamannya tidak terguncang-guncang dan tampak mulus.

Tidak cuma merekam video, drone ini juga mampu meneruskan apa yang ‘dilihatnya’ menuju smartphone atau tablet via koneksi Wi-Fi. Video yang diteruskan tersebut adalah video live yang sedang direkam olehnya.

Lebih lanjut, drone ini juga telah dibekali chip GPS, dimana Anda bisa mengunci posisinya berdasarkan lokasi dan tingkat ketinggian. Tidak hanya itu, ia juga mempunyai fungsi autopilot yang akan aktif setelah Anda menetapkan sejumlah titik di peta pada aplikasi pendampingnya.

DJI Phantom 2 Vision+ memakai baterai berdaya 5.200 mAh, dengan durasi pengoperasian yang berkisar di angka ± 20 menit. Jarak yang bisa ditempuh mencapai 500 – 700 meter.

Keistimewaan DJI Phantom 2 Vision+ rupanya harus ditebus dengan harga yang istimewa pula. Di AS, drone ini dijual seharga $1.169. Di Indonesia, sejumlah toko seperti Oktagon memasarkannya seharga sekitar Rp 17,5 juta.

Blade 350 QX3 AP Combo

Blade 350 QX3 AP Combo

Jika DJI Phantom 2 Vision+ terlalu mahal untuk Anda, alternatif dari Blade ini bisa Anda pertimbangkan. Fitur-fiturnya bisa dibilang sangat mendekati milik DJI Phantom 2 Vision+, namun banderol harganya cuma $1.000 – sayang kami belum menemukan toko resmi yang menjual Blade 350 QX3 AP Combo di Indonesia.

Soal kualitas gambar, drone ini telah dilengkapi kamera bersensor 16 megapixel, dengan kemampuan merekam video maksimal pada resolusi 1080p 60 fps – sedikit lebih unggul ketimbang milik DJI. Tidak jauh berbeda juga, Blade 350 QX3 AP Combo bisa meneruskan video live ke smartphone via koneksi Wi-Fi.

Kamera milik drone ini juga telah dibekali sistem image stabilization 3-axis, sama seperti gimbal 3-axis yang sangat dibanggakan oleh DJI Phantom 2 Vision+. Berdasarkan pengujian Tested, gimbal ini cukup efektif dalam meredam guncangan saat perekaman video berlangsung.

Satu-satunya kekurangan drone ini dibanding milik DJI adalah baterainya yang hanya berkapasitas 3.000 mAh. Dengan baterai ini, ia cuma mampu beroperasi selama 10 – 15 menit. Jarak tempuh pastinya tidak diketahui, namun ia bisa terbang hingga mencapai ketinggian sekitar 120 meter.

Parrot Bebop Drone

Parrot Bebop Drone

Paling terjangkau di antara ketiganya, Parrot Bebop Drone adalah jagoan baru dengan bodi yang cukup ringkas. Ukurannya yang mini ini memungkinkannya untuk dioperasikan di dalam ruangan.

Perekaman video bisa dilakukan dalam resolusi maksimal 1080p 30 fps, dan foto still maksimal pada resolusi 14 megapixel. Yang menarik, ketimbang menggunakan komponen gimbal terpisah, Parrot Bebop Drone memanfaatkan image stabilization 3-axis yang terintegrasi di dalam kamera.

Fitur unik lainnya adalah drone ini tidak memerlukan remote control terpisah untuk dinavigasikan. Penggunanya bisa mengontrol drone ini langsung via smartphone atau tablet, hingga jarak maksimum 250 meter.

Jika kontrol via smartphone atau tablet terasa kurang greget, Parrot telah menyediakan aksesori terpisah bernama Skycontroller. Aksesori ini akan mengubah smartphone atau tablet Anda menjadi remote control canggih untuk Parrot Bebop Drone, lengkap dengan joystick fisik dan penguat sinyal Wi-Fi.

Baterai Parrot Bebop Drone tergolong kecil jika dibandingkan dengan dua drone lain pada artikel ini, tepatnya hanya 1.200 mAh. Kendati demikian, Parrot mengklaim drone buatannya ini mampu beroperasi hingga 22 menit dalam satu kali charge.

Parrot Bebop Drone dipasarkan seharga $500, kira-kira separuh harga drone besutan DJI dan Blade. Namun sayangnya saya juga belum menemukan toko resmi di Indonesia yang menjualnya.

1 comments
WahyuWidodo
WahyuWidodo 5pts

Bagaimana dengan Lily, kayaknya asyik juga tuh buat yang suka drone