NOW READING

2nd Anniversary KFM: Ajang Kumpul Model dan Fotografer

 2349
+
 2349

2nd Anniversary KFM: Ajang Kumpul Model dan Fotografer

by The Daily Oktagon

Sumber foto utama: Facebook/Ot Sukardi

  • Berawal dari grup di Facebook, Komunitas Fotografi dan Model (KFM) kini telah memiliki ribuan anggota yang tersebar di penjuru Tanah Air.
  • Di ulang tahun KFM yang kedua mengusung konsep serba angka 2, KFM menghadirkan 222 model dari berbagai konsep, dan 222 foto terbaik karya fotografer Indonesia.
  • Perayaan resmi tahunan kedua KFM ini juga memiliki tujuan tambahan, yaitu mempromosikan pariwisata di DKI Jakarta, sehingga tak hanya mendapat restu dari Dinas Pariwisata, tapi juga Gubernur DKI Jakarta.

Pesatnya perkembangan teknologi kamera saat ini membuat komunitas fotografi makin tubuh subur bak cendawan di musim hujan. Namun demikian, tak semua komunitas itu memiliki model sendiri sebagai objek kegiatan mereka.

Hal inilah yang membuat Komunitas Fotografi dan Model (KFM) berbeda dengan komunitas fotografi lainnya. Selain berasas kekeluargaan, anggota KFM juga terdiri dari para model. Hal ini tentu sangat membantu fotografer yang memerlukan model sebagai objek foto.

Berawal dari grup di Facebook, KFM kini telah memiliki ribuan anggota. Bahkan, komunitas ini juga mempunyai website sendiri, gokfm.com, yang digunakan sebagai portal informasi dan komunikasi anggota.

Kepada The Daily Oktagon, Nanang Waluyo yang juga akrab dipanggil Shan Shine menceritakan bahwa ia tak pernah mengira KFM bisa tumbuh seperti saat ini. “Mulanya KFM dari saya pribadi. Lalu, saya coba mengamati perkembangan anak-anak di sini. Mereka punya bakat, tapi seperti tidak ada yang mewadahi,” tutur Nanang.

Melihat fenomena tersebut, ia mencoba membuat satu komunitas yang bisa mengarahkan anak-anak muda yang memiliki hobi fotografi, agar kualitasnya makin membaik dalam berkarya. Untuk itu, ia menciptakan KFM sebagai komunitas yang menampung, tidak hanya fotografer, tapi juga model yang berminat menjadi bagian dari kegiatan fotografi komunitas ini.

“Di sini tidak ada pilih kasih. Tidak harus yang benar-benar model profesional baru boleh bergabung. Asal punya niat baik, saya ajak mereka bertemu di Kotu (kota tua),” ujar Nanang.

2nd anniversary kfm 2016

Nanang Waluyo yang juga akrab dikenal sebagai Shan Shine di acara 2nd Anniversary KFM. (Sumber: Facebook/Shan Shine)

Ia pun menambahkan, pemilihan Kota Tua bukan tanpa alasan. Ia menilai, Kota Tua adalah tempat yang unik sekaligus mampu menghadirkan romansa masa lalu dengan bangunan-bangunan tuanya. “Jangan ngaku model atau fotografer kalau belum pernah difoto atau motret di Kotu,” timpalnya disusul senyum.

Perayaan Tahun Kedua, dari Konsep Serba Dua, Guyuran Hujan, dan Dukungan Pak Gubernur

Dan tak terasa, komunitas itu sudah berdiri selama dua tahun. Setelah sukses pada gelaran anniversary akbar pertama tahun lalu, kali ini KFM kembali mengadakannya untuk ulang tahun kedua, pada Minggu, 23 Oktober 2016. Jika sebelumnya berlangsung di Taman Silang Monas, kali ini acara berpusat di lokasi foto legendaris, Kotu.

Konsep yang dikibarkan di event ini adalah serba angka dua; seperti rencana KFM menerbangkan 2.222 balon ke langit Jakarta. Tak hanya itu, KFM juga menghadirkan 222 model dari berbagai konsep. Bahkan 222 foto terbaik hasil karya fotografer Indonesia juga dipamerkan di acara ini.

Sejak pagi, ratusan fotografer dan model telah mendatangi lokasi acara. Para fotografer dan model tersebut tak hanya datang dari sekitar Jakarta; tapi ada juga yang dari luar daerah dan sengaja datang demi memeriahkan acara tersebut.

Bahkan, ada model yang sengaja datang dari Taiwan untuk menjadi bagian dari event yang juga melibatkan The Daily Oktagon sebagai sponsor dan pendukung acara ini.

Sayangnya, meski acara sudah dipersiapkan matang sejak dua bulan lalu, guyuran hujan yang menyiram Jakarta tak bisa dihindari. Asyiknya, hal itu tak sedikit pun mengurangi antusiasme peserta yang mengikuti event ini.

event 2 anniversary kfm 3

Aktivitas seru di panggung acara 2nd Anniversary KFM. (Sumber: Facebook/Igor Firmansyah)

Sembari menunggu hujan reda, para fotografer dan partisipan acara duduk santai bercengkerama sembari menikmati kopi. Para model pun terlihat santai menikmati momen sambil meneruskan kegiatan make up mereka.

“Inilah yang membuat saya cinta mati dengan KFM. Mereka tidak banyak mengeluh; yang penting buat kami adalah kebersamaan,” kata Nanang.

Ia pun menjelaskan kalau KFM memang komunitas berbasis kekeluargaan. Hal ini membuat kegiatan memotret di komunitas ini tidak pernah menjadi beban, bahkan saat mereka mengikuti kompetisi. Kedekatan di antara para anggota itu membuat KFM seolah jadi rumah kedua mereka.

Tak heran kalau kemudian komunitas ini berkembang pesat dengan jumlah anggota lebih dari 5.000 orang yang tersebar di penjuru Tanah Air.

Baca juga keseruan komunitas BMW Car Club Indonesia (BMWCCI) menggelar acara Indonesian Bimmerfest (IBF) di Lampung, di sini

Dan dalam event bertajuk 2nd Anniversary ini, selain ajang kumpul dan menggelar pameran foto, juga akan diramaikan pemberian penghargaan untuk praktisi fotografi, bazaar, sampai pergelaran seni budaya.

“Kegiatan juga didukung berbagai komunitas mobil mewah dan motor gede. Kami juga akan melibatkan objek-objek fotografi khas Kota Tua, seperti sepeda ontel, patung hidup, dan lainnya,” ujar Igor Firmansyah, Wakil Ketua Umum dan Koordinator Lapangan 2nd Anniversary KFM.

2nd anniversary kfm 2016

Berfoto di karangan bunga kiriman Gubernur DKI Jakarta. (Sumber: Facebook/Igor Firmansyah)

Yang juga menggembirakan buat para penggiat adalah, karena kegiatan mereka dinilai turut mempromosikan pariwisata DKI Jakarta, KFM mendapat restu dari Dinas Pariwisata dan Gubernur DKI Jakarta sendiri. “Kami terharu melihat ucapan lewat karangan bunga dari beliau. Seperti tidak percaya,” ungkap Nanang Waluyo.

Hujan Reda, Acara Pun Digulirkan dan Dibuka dengan Potong Kue

Menjelang siang, hujan yang tumpah sejak pagi akhirnya berhenti. Panitia pun mengatur rombongan model yang telah selesai make up untuk segera menuju panggung utama. Sementara para fotografer yang tak ingin kehilangan momen pun sudah menanti di posisi masing-masing, siap membidik.

“Ayo, ayo! Kasih jalan dulu buat modelnya!” seru panitia pada para fotografer yang dianggap menghalangi jalan para model yang mewakili konsep seperti Modern Glamour, Modern Hijab, Ethnic, Bridal, Modern Casual, dan lainnya, ke panggung utama.

Setelah para model naik ke atas pentas, acara pun dibuka dengan potong kue. “Ya karena balon enggak bisa terbang karena hujan, jadinya acara ini kamu buka dengan potong kue saja,” kata Nanang.

Nanang, yang memang pendiri komunitas ini pun menyerahkan potongan kue dari istrinya pada salah satu model dan seorang fotografer yang jauh-jauh datang dari Hawaii, Amerika Serikat. Tak lupa, ia juga menyampaikan harapannya agar KFM tetap solid, rendah hati, dan saling menjaga nama baik.

Usai pembukaan yang sederhana itu, para model pun mulai menyebar ke beberapa titik di Kota Tua. Ada yang berpose di depan rumah peninggalan Belanda, di atas mobil pemadam kebakaran, dan masih banyak titik lainnya. Tak lama, para fotografer pun langsung mengerubungi para model tersebut dan mulai melancarkan jepretan.

Makin sore acara justru makin meriah, karena panitia juga membagikan door prize di panggung utama. Lalu ada penampilan kesenian tradisional buat para pengunjung. Cuaca hujan yang sebelumnya seperti tak bersahabat karena menahan acara ini pun seperti sirna begitu saja.

Meski Jenis Kameranya Beragam, Semangatnya Satu: Ayo Moto!

Di tengah kemeriahan acara itu, The Daily Oktagon pun mencoba berbincang dengan beberapa anggota komunitas. Mereka menuturkan alasan bergabung dengan komunitas ini, dan kamera yang biasa mereka gunakan untuk memotret.

Tony, misalnya; anggota KFM asal Depok ini telah aktif sejak 2014, dan tertarik bergabung karena memang hobi fotografi. Selain itu, ia juga merasa nyaman di KFM karena bisa mempunyai banyak teman dan belajar bersama mereka.

“Di sini kami jadi bisa tahu lebih dalam tentang setting kamera, pencahayaan, dsb. Intinya, banyak teman dan jadi gampang belajarnya,” katanya.

Tony juga mengungkapkan kalau ia masih memercayai kegiatan fotografinya bersama Nikon D3000 yang merupakan DSLR beresolusi 10.2-megapixel dari Nikon, yang diperkenalkan pada 2009 sebagai penerus D40, salah satu DSLR seri pertama Nikon.

Simak juga ulasan tajamnya hasil jepretan Nikon DF 50mm di sini

Menurutnya kamera itu cukup memenuhi kebutuhan fotografinya; karena ditambahkannya kalau fotografi tidak terlalu mempersoalkan kamera apa yang digunakan, selama penggunanya memahami seluk beluk masing-masing kamera dan detail pengaturan kamera tersebut.

Meski sejauh ini hanya dalam area hobi, Tony yang suka mengambil objek makro, landscape, dan model ini menjelaskan kalau foto-foto itu akan ia jadikan portfolio, untuk menunjukkan kalau fotografi buatnya sudah lebih dari sekedar kegemaran biasa.

event 2 anniversary kfm

Potret salah satu model di event 2nd Anniversary KFM di kawasan Kota Tua, Jakarta. (Sumber: Facebook/Muhammad Iqbal Febrianto)

Hal senada juga dituturkan Gunawan. Anggota KFM yang satu ini tertarik bergabung untuk menyalurkan hobinya. Malahan, ia jelaskan, kalau sejak bergabung, ia sudah mengalami pergesaran spesialisasi dari memotret landscape menjadi ke model.

“Ya gimana, kayaknya terbawa arus,” kata lelaki pengguna Canon Kiss X3 ini, disusul tawa.

Sementara Mutiq yang telah bergabung dengan KFM sejak 2012, yang saat itu belum diresmikan hingga jadi sebesar ini. Lelaki yang juga salah satu pengurus Lembaga Sertifikasi Kompetensi Fotografi Indonesia (LESKOFI) ini memaparkan kalau ia baru makin dekat dengan Nanang Waluyo pada 2014.

“Yang membuat saya senang di sini, saya kan dari Kalimantan, tapi diterima dengan baik sama teman-teman di sini. Saya diajak untuk berpikir juga,” tutur pria yang telah mendalami fotografi sejak 2009 itu.

Ia mengaku dulu memakai kamera Nikon, namun karena sering bepergian ke banyak tempat, kini ia beralih memakai kamera mirrorless, karena lebih ringkas.

event 2 anniversary kfm

Aksi model KFM saat dihujani jepretan para fotografer. (Sumber: Facebook/Pay Rafly)

Keragaman kamera yang dipakai memang bukan persoalan buat KFM. Menurut Nanang Waluyo juga, apapun kamera yang digunakan, meski hanya kamera ponsel, tetap bisa jadi anggota KFM. Ditambahkannya kalau selain perangkat, sikap juga memengaruhi kualitas si fotografer.

“Lihat saja, kalau model misalnya, ada yang tidak cantik dan tubuhnya tidak proporsional; tapi karena attitude-nya bagus, dia bisa sukses. Sama lah kayak fotografer,” tandas Nanang yang kini menggunakan Nikon D3200 untuk kegiatan memotretnya.

Jadi, intinya menurut Nanang, tujuan dari KFM ini adalah membangun silaturahmi yang luas dan kuat, melalui semangat “Indonesia, Ayo Moto!”, mau dari latar belakang penggemar atau profesional, mau kamera ponsel atau DSLR, semua boleh bergabung untuk mendalami kegiatan memotret bersama.

event 2 anniversary kfm

Keriaan para penggiat Komunitas Fotografer & Model (KFM). (Sumber: Facebook/Jimmy Jimmy)

Nah, kalau Anda seorang penikmat foto atau bahkan model, atau ingin memperkuat portfolio, tak ada salahnya mempertimbangkan untuk bergabung di Komunitas Fotografi dan Model (KFM); dan menggiatkan diri untuk berpartisipasi dalam event tahunan KFM berikutnya.

Dan, pantau terus The Daily Oktagon, yang kerap mensponsori atau menjadi media partner berbagai kegiatan komunitas dan event gaya hidup digital, demi kemajuan dan perkembangannya di Indonesia! Siapa tahu, salah satu dari komunitas atau kegiatan seputar teknologi yang kami dukung cocok untuk jadi inspirasi gaya hidup digital Anda!

Seperti workshop membuat video YouTube bersama vlogger Sacha Stevenson berikut ini

0 comments