NOW READING

​Pengembangan Augmented Reality Lewat Google Tango

 2820
+
 2820

​Pengembangan Augmented Reality Lewat Google Tango

by The Daily Oktagon
  • Selain teknologi Virtual Reality (VR) yang kian berkembang, Augmented Reality (AR) juga masih terus diupayakan optimalisasinya. Riset Gartner menyebut keduanya termasuk lima teknologi yang akan mengubah dunia.
  • Salah satu pengembangan teknologi AR yang sedang populer di Indonesia belakangan ini adalah lewat game Pokémon Go.
  • Tren pengembangan ini pun ditegaskan lewat Project Tango oleh raksasa teknologi Google.

Bak saudara kembar, tak hanya Virtual Reality (VR) saja yang akan menjadi primadona dunia digital di masa depan, tetapi juga Augmented Reality (AR). AR sedang terus dikembangkan untuk memberikan napas baru, baik di lingkup consumer maupun enterprise. Sektor industri juga terbuka dalam memanfaatkan teknologi ini.

Sekilas mengenai AR, teknologi ini dapat diartikan sebagai realitas tertambah yang menggabungkan subjek maya dua dan tiga dimensi, lalu menampilkannya pada dunia nyata.

Tak seperti VR, teknologi AR tidak menampilkan keseluruhan objek, melainkan hanya jadi pelengkap atau penambah saja.

Jika Anda masih bingung, The Daily Oktagon menghimpun beberapa contoh penggunaan AR dari berbagai sumber, antara lain:

  • Menampilkan desain dan arsitektur rumah ke dalam bentuk tiga dimensi.
  • Menjajal produk dari toko online via mobile device, tanpa perlu repot datang ke toko fisik.
  • Atau yang kini sedang digandrungi, berburu berbagai karakter fiksi dari game Pokémon, di dunia nyata.
augmented reality google tango

Tampilan game Pokémon Go yang kini sedang digemari, mengoptimalkan teknologi AR.

Yang artinya, teknologi menciptakan pengalaman lebih luas untuk masyarakat, bahkan tak terbatas pada satu dua perangkat saja.

Kasus di atas telah diprediksi oleh beberapa perusahaan yang terbuka dengan perkembangan teknologi baru. Salah satunya Accenture yang menyebutkan teknologi VR dan AR dapat mengubah cara bertransaksi di masa depan.

“Teknologi AR dan VR memungkinkan konsumen seolah-olah menyentuh dan merasakan produk yang diinginkan tanpa perlu pergi langsung ke toko fisik,” ujar ASEAN Managing Director Accenture Digital Produtcs, Mohammed Sirajudden.

Teknologi ini dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap transaksi penjualan digital. Pengalaman berbelanja online diprediksi meningkat seiring dengan kemudahan tersebut.

Sementara riset Gartner justru memasukkan teknologi AR—dan VR tentunya—sebagai satu dari lima teknologi yang akan mengubah dunia bisnis di masa mendatang. Karena potensi kemampuan teknologi ini membangun pengalaman interaksi digital yang lebih luas bisa meningkatkan produktivitas dan melekatkan relasi antar pelakunya lewat digital device.

Baca juga ulasan tentang Artificial Intelligence dan Virtual Reality yang kiat pesat perkembangannya tahun ini.

Project Tango

Teknologi AR tak hanya sekadar tren. Google sebagai raksasa teknologi dunia juga menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan AR.

Project Tango, demikian penyebutannya, merupakan salah satu rencana perusahaan asal Amerika Serikat tersebut dalam pengembangan AR. Seperti dikutip dari situs resmi Google, Project Tango adalah inisiasi Google untuk melihat dunia lebih luas lagi.

augmented reality tango fiat

Implementasi AR via Google Tango untuk Fiat Chrysler baru-baru ini.

Pengembangan Project Tango dimaksudkan untuk memberi pengalaman tak terbatas pada game dan aplikasi, tetapi juga ragam aktivitas sehari-hari.

Salah satu proyek baru yang lahir dari inisiasi tersebut adalah smartphone. Rupanya ponsel berukuran 5 inci akan dikembangkan untuk dapat mempelajari dimensi ruang. Perangkat yang lahir dari Project Tango ini nantinya akan memiliki kamera motion tracking dan sensor advance 3D sehingga dapat mendeteksi benda yang ada di hadapannya untuk merancang peta 3D.

Salah satu video demonstrasi aplikasi dengan teknologi AR di Google Tango:


Project Tango disebut-sebut sebagai proyek ambisius Google. Bagaimana tidak, Google berharap proyek ini mampu menciptakan peta dunia dengan tampilan menarik, dan dapat memberikan arahan lebih detail dan akurat pada setiap tempat yang ingin dituju.

“Proyek ini diciptakan untuk menyuguhkan perangkat mobile yang memahami ruang dan gerak,” ungkap Pemimpin Project Tango, Johnny Lee.

Pun demi memuluskan rencana ini, Google menyiapkan setidaknya 200 modul untuk pengembang yang ingin membuat game, alat pemetaan, dan algoritma baru yang menggunakan sensor.

Tak hanya Google yang makin berguna untuk adopsi teknologi untuk keperluan rumah, Xiaomi pun merambah ke perangkat smarthome. Baca ulasannya.

0 comments