NOW READING

Teal, Drone Paling Gesit di Dunia

 1704
+
 1704

Teal, Drone Paling Gesit di Dunia

by The Daily Oktagon
  • Teal, startup yang berbasis di Amerika Serikat meluncurkan drone yang diklaim paling cepat di dunia. Drone tersebut mampu melesat sampai 136 km per jam dalam tempo kurang dari 3 detik.
  • Drone yang dibuat oleh remaja berusia 18 tahun ini kelak ditujukan untuk transportasi pengiriman barang.
  • Harganya kini sekitar Rp 17,5 juta.

Seiring berkembangnya kebutuhan industri, drone kini telah menjadi perangkat yang bisa dimanfaatkan sebagai wadah transportasi. Alasannya sederhana, selain bebas macet, perangkat ini diklaim aman dan efisien saat mengudara.

Biasanya, drone yang dijual di pasaran lebih mengutamakan ke kualitas pengambilan gambar atau video, serta mengutamakan sisi desain yang ergonomis. Namun bagi Teal, kecepatan justru menjadi harga mutlak.

Karena itu, startup yang berbasis di Utah, Amerika Serikat ini meluncurkan drone yang diklaim paling cepat di dunia. Selain kelak ditujukan sebagai perangkat transportasi pengiriman barang, drone ini pun juga dijual secara komersial.

Baca juga ulasan tentang drone tangkas lain dari Xiaomi berikut ini

Saking gesitnya, tingkat kecepatan drone tersebut bisa melesat hingga 85 mph (atau sama dengan 136 km per jam) dengan akselerasi 0-60 km dalam waktu 1,1 detik! Jelas, poin unggul tersebut membuat Teal Drone menjadi drone komersial paling cepat yang dijual di pasaran pada saat ini.

Satu fakta menarik di balik pembuatan Teal Drone, drone super tangkas ini dibuat oleh pendiri Teal, yaitu George Matus yang kini masih berusia 18 tahun. Berbekal otak jenius dan memiliki jiwa entrepeneurship yang tinggi, remaja ini akhirnya mendapatkan sokongan dana sebesar US$ 100 dari Thiel Fellowship dan mampu menggarap Teal Drone.

teal drone

Si jenius pendiri Teal sekaligus pembuat Teal Drone, George Matus.

The Daily Oktagon akan mengulas seperti apa kehebatan drone paling gesit di dunia tersebut. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasannya berikut ini.

Cepat dan Tajam Layaknya Pisau Swiss Army

Matus mengibaratkan drone-nya ini sebagai ‘pisau Swiss Army’. Ibarat pisau Swiss Army yang tak hanya tajam, pisau tersebut juga bersifat multifungsi.

Sama halnya dengan Teal Drone, mengandalkan kecepatan saja tak bisa menjadi nilai unggul jika tidak memperhatikan kualitas gambar atau video yang dihasilkan. Karena itu, Matus sangat cermat mengemas drone tersebut dengan padanan spesifikasi yang pas dan mampu menjawab kebutuhan konsumennya.

Drone ini telah teruji benar-benar melesat cepat di udara. Bahkan, Teal secara gamblang membandingkan kecepatan drone andalannya ini dengan kecepatan drone DJI Phantom 4 yang hanya mampu melesat hingga 45 mph. Dengan kata lain, Teal Drone mampu mengebut dua kali lipat dari DJI Phantom 4.

Seperti yang sudah dijanjikan Teal, drone ini tak hanya mengutamakan performa kecepatan. Kualitas gambar dan video pun menjadi satu poin unggul lain yang tak bisa lepas.

teal drone
Teal Drone memiliki kamera beresolusi 13MP mampu merekam video dengan resolusi 1080p dengan frame rate 30 fps (frame per second), 720p dengan frame rate 60 fps dan bahkan mampu mengabadikan kualitas 4K namun hanya terbatas dengan frame rate 24 fps saat melaju cepat.

Sebagai tambahan, kamera drone tersebut mampu mengambil foto-foto dan menyimpannya dalam kapasitas penyimpanan internal sebesar 16GB. Tentunya, pengguna bisa menambahkan slot kapasitas penyimpanan eksternal seperti microSD hingga 64GB.

Siarkan video dari kamera drone lewat aplikasi Periscope

Desain Ringkas, Prosesor Jempolan

Teal mengklaim bahwa kecepatan drone-nya tersebut bersifat stabil dan tidak dapat menciptakan status anomaly saat mengudara. Semua dikarenakan dengan bentuk desain drone yang begitu ringkas dan inovatif.

Drone ini memiliki berat sebesar 1,6 pounds (setara dengan 0,72 kilogram) dan dibalut dengan material plastik polikarbonat yang tahan air dan mengusung konsep quadcopter dengan kerangka modular yang bisa dikustomisasi.

teal drone
Tak sampai di situ, Teal Drone juga memiliki konektivitas dengan Wi-Fi dalam jarak 300 kaki dan 2.500 kaki dengan koneksi Wi-Fi extended yang tentunya didukung track GPS yang akurat berkat dukungan fitur positioning Real Time Kinematic (RTK) yang mampu memastikan presisi akurasi GPS dengan sempurna.

Lebih detailnya lagi, drone tersebut memiliki susunan port yang lengkap, termasuk tiga jenis port USB 2.0, satu jenis port USB 3.0 dan satu jenis port HDMI 2.0.

Satu poin menarik yang bisa diulik dari ‘jeroan’ Teal Drone adalah prosesornya. Ya, drone itu diperkuat dengan prosesor NVDIA Jetson TX1, yang notabene dirancang sebagai prosesor terkuat yang mampu menghasilkan kualitas 4K yang sempurna.

teal drone

Untuk mengontrol drone ini, pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi khusus dari perangkat iOS atau Android untuk bisa mengoperasikan basic flight drone, navigasi, live video streaming dan juga geofencing. Semua terasa lancar dan tidak ada hambatan, karena Teal Drone memang disokong oleh prosesor yang juga mumpuni.

Satu poin yang patut disayangkan, Teal Drone rupanya tidak memiliki daya tahan yang lama. Drone ini hanya memiliki jangka waktu terbang paling lama 10 menit sebelum baterai habis. Akan tetapi, pengguna bisa mengakalinya dengan menggunakan fitur High Endurance Battery (semacam power saving mode) untuk membuatnya terbang sedikit lebih lama sekitar 20 menit.

Sekadar informasi, kedua baterai akan diberikan cuma-cuma oleh Teal bagi yang memesannya lebih dulu lewat pre-order. Untuk harga, drone ini dibanderol sebesar US$1.299 atau setara dengan Rp 17,5 juta.

teal drone

Hadirnya Teal Drone di ranah pesawat tanpa awak tentu menjadi angin segar bagi penggila perangkat drone yang haus dengan kecepatan optimal dan juga tetap menghasilkan gambar atau video berkualitas.

Namun kualitas baterai sepertinya juga harus diperhatikan kala Anda ingin membeli drone cepat seperti Teal. Jika tidak terlalu terbebani dengan isu daya baterai, Teal Drone dirasa pas untuk mengisi waktu senggang Anda untuk menikmati sensasi terbang cepat dan bebas tanpa hambatan di udara.

Ikuti juga cerita dari traveler Evi Arbay yang juga menggemari drone. Ia bahkan mengelola urusan kehumasan di Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI)

0 comments