NOW READING

Seluk Beluk Fotografi Fashion Masa Kini

 2894
+
 2894

Seluk Beluk Fotografi Fashion Masa Kini

by The Daily Oktagon

Gaya menciptakan nuansa fotografi di zaman sekarang tentu bisa dinilai begitu modern dan adaptable. Jika melihat pada 10 atau 20 tahun ke belakang, tren fotografi yang ada pada masa itu tentu sangat kontras dengan tren fotografi yang begitu dinamis pada saat ini, khususnya di segmen fashion.

Ranah bergengsi ini memang tidak bisa lepas dari fotografi. Meskipun demikian, seiring waktu berjalan, pengemasan genre terkuat ini menjadi concern yang vital. Karenanya, hadirlah tren yang seolah memberikan statement bahwa fashion memiliki karakteristik otentik yang masing-masing mewakili zamannya.

Anda ingat tren fotografi fashion yang begitu hype pada tahun 1980-an? Ya, pada zaman itu, tren fotografi sedang menjajaki puncak di mana gagasan postmodernisme bermekaran di mana-mana.

Akibatnya, ranah fashion pun kena getahnya. Banyak para fotografer mengemas karya-karyanya dengan sentuhan ironi, realisme, hibridisasi, dan pentas imajiner yang semua melebur menjadi satu karakter kuat patokan fotografi pada saat itu. Hingga akhirnya fotografi pun berkembang di era yang sejalan dengan kemajuan teknologi. Nah, karena itu The Daily Oktagon mengajak Anda untuk mengenal seluk beluk fotografi fashion masa kini.

Tren Fotografi Fashion yang Kini Makin Luwes

Saat ini, para fotografer tak lagi bertumpu pada gagasan-gagasan saklek itu. Kolot, mereka menyebutnya. Sebab, gaya fotografi yang kian nyeleneh justru dinilai menjadi suatu kekuatan bagi mereka dalam memoles karya-karyanya.

Di era tahun 2010-an ke atas, tren fotografi yang berkutat di segmen fashion sangatlah dinamis. Seiring berkembangnya teknologi, kini menyulap foto menjadi apa yang diinginkan sang fotografer begitu mudah seperti menjentikkan jari.

nima-benati-e1394705032849
Nima Benati, seorang fotografer muda berusia 23 tahun bisa disebut menjadi salah satu ikon dari ribuan fotografer fashion professional yang mengklaim bahwa tren fotografi fashion kini tak perlu lagi menggunakan alat ‘berat’ seperti kamera DSLR atau perintilan lainnya, yang menurutnya malah merepotkan. Karya-karya Benati bisa dicek melalui akun Instagram @nimabenati.

Konsep “Out of The Box”

Wanita cantik yang telah bekerja pada beberapa brand dan majalah fashion ternama di Italia ini mengatakan, tren fotografi di dunia fashion kini harus ‘out of the box’. Ia membuktikannnya kala harus memotret para model hanya dengan sebuah smartphone.

12523123_1120799387932137_1407835811157508379_n
“Ini adalah salah satu bukti di mana tren fotografi bukan lagi harus konvensional seperti yang dilakukan para fotografer di zaman dulu,” kata dia.

Meski begitu, Benati menyebutkan, masih ada beberapa style yang setidaknya digunakan beberapa fotografer ternama ketika tengah memotret untuk sebuah majalah agar hasilnya menjadi lebih berkarakter dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

Baca artikel menarik berikut, Inilah Perlengkapan Wajib Para Fotografi Fashion

Toxic

Yang pertama adalah Toxic. Yang dimaksud bukanlah racun. Benati mengatakan, Toxic adalah sebuah tren fotografi yang sedang booming beberapa tahun belakang ini.

12243521_1089472094398200_5061080967294629857_n

Toxic fotografi memiliki ciri khas yang sangat unik dan lain dari pada yang lain. Pembuatannya termasuk menggunakan teknik yang tinggi, memadukan ketajaman lensa, lighting yang di-set sedemikian rupa, dan spot area serta model yang bagus.

12235025_1089472101064866_7535500712150564388_n

“Aliran Toxic seperti sebuah perpaduan foto dengan gaya Vintage dan gaya modern. Olah digital menjadi proses yang sangat menentukan hasil. Warna dengan saturasi tinggi dan efek flare menjadi ciri khas Toxic,” ujar dia.

ABR

Setelah Toxic, ada lagi ABR. Tren foto dari ABR dianggap hampir mendekati tone Vintage, tetapi dengan kontras yang cukup tinggi, skin tone model agak memucat, dan kebanyakan didominasi dengan perpaduan warna-warna ‘dark’ seperti hitam, abu-abu, cokelat, emas, kemudian saturasi warna umumnya tidak terlalu tinggi.

12801614_1149675308377878_4918225449348448586_n
Menariknya, tren ini pun tengah booming di dunia fotografi fashion Indonesia.

Sense of Colour

Bicara soal warna, tren fotografi fashion pun kini masih tetap bermain di Sense of Colour. Benati mengatakan, Sense of Colour pada jaman sekarang cenderung lebih mengedepankan perpaduan warna-warna yang banyak, dan penggunaan fashion serta properti model yang glamour.

Nima_Benati
“Terkadang fashion yang digunakan model Sense of Colour adalah fashion tradisional. Sense of Colour sering dibuat dengan saturasi warna tinggi, namun dengan skin tone lembut,” ia melanjutkan.

Digital Imaging

Sedangkan style terakhir adalah Digital Imaging. Ia menambahkan, teknik fotografi yang mengedepankan olah digital tingkat tinggi.

Digital imaging tentu saja merupakan foto hasil manipulasi dari satu objek dengan obyek lainnya yang digabungkan,” katanya.

Untuk menghasilkan foto DI yang bagus dibutuhkan skill editing khususnya menggunakan program Adobe Photoshop yang mahir. Teknik Digital Imaging bisa juga untuk fotografi human interest, dan foto-foto imaginatif lainnya.

Adapun master Digital Imaging yang cukup terkenal adalah Dheny Patungka. Ia sering mengadakan workshop olah digital di berbagai kota di Indonesia. Anda bisa masuk ke situs pribadi Dheny untuk melihat berbagai karyanya.

Simak juga ulasan ini, Memadukan Fashion dan Digital Lifestyle ala Cotton Ink

0 comments