NOW READING

Perangkat Populer Untuk Jadi Teman Lari yang Setia

 2312
+
 2312

Perangkat Populer Untuk Jadi Teman Lari yang Setia

by The Daily Oktagon

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Jakarta adalah kota yang super-sibuk. Sebagai ibukota, tentunya pusat pemerintahan juga berdenyut dari sini. Demikian pula dengan hampir segala macam industri yang ada.

Di tengah kesibukan kota Jakarta beserta penduduknya, kesehatan fisik tetap menjadi aspek penting untuk dicermati. Pihak pemerintah pun setuju akan pendapat semacam ini, sehingga lahirlah program Car Free Day yang berlangsung setiap hari Minggu.

Tapi apakah hal itu berarti Anda cuma perlu berolahraga di hari Minggu saja? Tidak, kalau Anda mau terus menjaga kebugaran tubuh setiap harinya, lakukan saja. Soal tempat, ada banyak yang bisa dipakai jogging, mulai dari komplek kediaman Anda sampai komplek Gelora Bung Karno di kawasan Senayan.

Waktu dan tempat sudah ada, saatnya mengumpulkan niat. Kalau Anda kesulitan melakukannya, Anda mungkin bisa meminta bantuan perangkat wearable. Berikut ini adalah tiga perangkat wearable populer yang bisa dijadikan teman setia berlari.

Jawbone UP2

Jawbone UP2 merupakan sebuah fitness tracker yang juga menyimpan fungsi sleep tracking. Jadi, selain menghitung berapa banyak langkah kaki yang Anda jejakkan, ia juga siap mengevaluasi aktivitas tidur Anda di malam hari.

jawbone-up2-1200x350

Jawbone UP2 juga mengemas fitur bernama Smart Coach. Memanfaatkan aplikasi pendampingnya di smartphone (Android atau iOS), Anda akan menjumpai banyak tips sehingga Anda bisa lebih bersemangat dalam mengejar target harian Anda. Yang menarik, instruktur virtual ini akan bertambah ‘pintar’ seiring berjalannya waktu.

Soal desain, Jawbone UP2 sangatlah minimalis. Wujudnya begitu ringkas, dengan bobot hanya 25 gram. Casing-nya terbuat dari bahan aluminium, sedangkan strap-nya dari karet. Kombinasi ini pun diklaim tahan terhadap cipratan air.

jawbone-up2-01

Jawbone UP2 memanfaatkan Bluetooth 4.0 untuk meneruskan data ke smartphone. Baterainya diklaim bisa bertahan hingga 7 hari meski digunakan secara terus-menerus, dan charging bisa dilakukan via port USB dalam waktu sekitar 60 menit.

Harga yang dipatok pun tidak terlalu tinggi, tepatnya $100. Kalau menghitung langkah saja tidak cukup, Anda bisa melirik Jawbone UP3 ($180) yang dilengkapi sensor pembaca laju jantung.

Fitbit Surge

Kalau Anda perlu yang lebih komplet dari Jawbone UP2 dan tidak segan mengucurkan dana lebih, coba pantau Fitbit Surge. Surge merupakan sebuah fitness tracker yang dilengkapi sedikit elemen smartwatch.

Ia dilengkapi layar sentuh monokrom berukuran kecil untuk menampilkan berbagai informasi, mulai dari notifikasi smartphone sampai kontrol untuk aplikasi pemutar musik. Anda bahkan bisa menampilkan informasi jarak tempuh atau kecepatan mengingat Surge dibekali dengan GPS.

fitbit-surge

Selebihnya, ia siap memonitor berbagai kegiatan fisik Anda, termasuk laju jantung Anda selama 24 jam penuh. Saat malam tiba dan Anda beranjak tidur, Surge akan otomatis berganti mode menjadi sleep tracker.

Seperti mayoritas fitness tracker lain, Fitbit Surge juga memanfaatkan Bluetooth 4.0 untuk meneruskan data ke smartphone. Meski fitur yang dimilikinya cukup lengkap, ia diklaim masih bisa beroperasi hingga 7 hari.

Tertarik menggaet fitness tracker super-lengkap ini? Siapkan dana $250.

Xiaomi Mi Band

Sama seperti smartphone-nya, fitness tracker besutan Xiaomi ini unggul soal harga. Saking murahnya, banderol harga Xiaomi Mi Band ini terkesan tidak masuk akal di angka $13.

xiaomi-mi-band-01

Namun apakah itu menjadikannya sebagai fitness tracker murahan? Tidak. Sama seperti Jawbone UP2, perangkat yang kompatibel dengan perangkat Android dan iOS ini siap menghitung setiap langkah kaki sekaligus mengkalkulasikan jumlah kalori yang terbakar. Juga tidak berbeda, Mi Band bisa memonitor kualitas tidur Anda.

Sinkronisasi data berlangsung via Bluetooth 4.0, sedangkan daya tahan baterainya diestimasikan mencapai 30 hari. Tidak kalah penting, perangkat ini tahan air dengan sertifikasi IP67.

xiaomi-mi-band-02

Desain Xiaomi Mi Band pun tidak bisa dibilang murahan. Meski mungkin secara estetika tidak seelegan Jawbone UP2, ia masih memakai material premium seperti aluminium sebagai casing bagian intinya. Lebih lanjut, strap-nya pun memakai material hypoallergenic seperti dua fitness tracker jagoan lain di atas.

0 comments