NOW READING

Kacamata Pintar ala Media Sosial

 1151
+
 1151

Kacamata Pintar ala Media Sosial

by The Daily Oktagon

sumber foto: spectacles.com

  • Wearable baru berupa kacamata yang bisa memotret
  • Hadir dengan teknologi sederhana namun berhubungan dengan media sosial yang tengah tren saat ini
  • Desain yang fashionable, jauh dari kesan sarat teknologi seperti Google Glass.

Setelah jam tangan lewat aneka produk smartwatch, apalagi item aksesori yang bakal “berkolaborasi” dengan teknologi atau yang kerap disebut dengan wearables? Jawabannya bisa jadi kacamata.

Google pernah mencoba membuat “smartglasses” lewat produk Google Glass. Kacamata dengan kemampuan pintar seperti mengambil foto dan terhubung dengan internet. Sempat dijual di pasaran, belakangan Google menghentikan produksinya.

Harga yang cukup mahal (sekitar 19 juta rupiah) dan desain yang terlalu “futuristik” menjadi beberapa kambing hitam atas tidak lakunya kacamata ini.

Seperti belajar dari kasus Google Glass itulah, Snapchat kemudian mengeluarkan kacamata pintar bernama Spectacles. Apa saja “pelajaran” yang dimaksud itu? Simak ulasan The Daily Oktagon berikut ini.

Fungsi Sederhana, Hasil Bagus

Kabar tentang Spectacles pertama kali tersiar pada akhir 2016, ketika Snapchat mengeluarkan pengumuman tentang wearable ini. Tidak seperti Google Glass yang hadir dengan berbagai fitur teknologi, Spectacles datang hanya dengan sebuah fungsi: merekam video.

spectacle 2

Cukup dengan menekan sebuah tombol, maka fungsi merekam sudah berjalan. Kacamata ini menyemat kamera yang mampu merekam dengan sudut 115 derajat. Sudut ini disebut layaknya sudut yang serupa dihasilkan pandangan mata manusia sehingga hasil video tentu menjadi lebih mengasyikkan.

Spectacles bisa merekam video berdurasi 10 detik yang hasilnya akan tersimpan di dalam perangkat tersebut. Saat tengah merekam video, lampu kecil yang tersemat di kacamata akan berfungsi sehingga orang lain di sekitar akan tahu bahwa pengguna Spectacles tengah merekam video.

Cara membuat video Youtube yang menarik ada di sini 

Durasi yang hanya sedikit itu tentu karena kacamata ini memang ditujukan untuk merekam video yang akan digunakan pada aplikasi Snapchat. Kapasitas baterai kacamata ini sendiri dapat memberikan tenaga sekitar 100 kali pengambilan gambar 10 detik tersebut.

Oleh karena itu kacamata ini bisa langsung terkoneksi ke smartphone via teknologi Wi-Fi dan Bluetooth. Dan tak perlu repot-repot terus membawa smartphone untuk tetap terhubung dengan Spectacles.

Hanya dibutuhkan sekali proses pairing sehingga ketika kacamata sudah dalam jarak Wi-FI smartphone, rekaman bisa langsung sinkron dengan Memories dalam aplikasi Snapchat.

Meski tidak diketahui pasti ukuran megapiksel kamera pada kacamata ini, namun beberapa hasil video yang tayang memperlihatkan video yang relatif baik, terutama untuk perekaman di luar ruang dengan sinar matahari yang mumpuni.

spectacle

Yang tak kalah menariknya, rekaman yang dihasilkan Spectacels berformat video circular. Ini berarti ketika ditayangkan di smartphone, Anda bisa memutar smartphone (baik dalam posisi vertikal atau lansekap) untuk melihat tambahan gambar.

Dari segi desain, Spectacles seperti tidak mau mengulangi kesalahan Google Glass yang berdesain “berat”. Spectacles hadir dengan desain yang penuh gaya, layaknya kacamata wayfarer yang ikonis.

Sisi gaya masih ditambah dengan pilihan warna yang tersedia, yaitu hitam, teal (perpaduan biru dan hijau), dan merah bata. Unsur desain ini membuat Spectacles layaknya kacamata gaya yang tentunya masih “masuk” jika dikenakan untuk berbagai kesempatan.

Bicara gaya, lihat perbandingan 3 smartwatch yang juga penuh gaya di sini

Gaya Pemasaran Unik

Sudah seperti bukan zamannya jika keinginan menjual sebuah produk tanpa teknik pemasaran yang tak kalah baik pula. Snapchat pun memperlakukan Spectacles lewat strategi pemasaran yang unik.

Spectacles yang dijual pada kisaran Rp1,7 juta ini tidak dijual umum atau di outlet tertentu, melainkan melalui Snapbot, sejenis vending machine berdesain menarik yang keberadaannya juga tidak disembarang tempat.

Konsep Snapbot

Konsep Snapbot

Beberapa tempat di Amerika Serikat yang pernah “disinggahi” Snapbot antara lain di pusat belanja The Grove dan pantai Venice di Los Angeles, hingga ke kampus Florida State University. Tahun ini Spectacles pun sudah menarik perhatian kala hadir di ajang Consumer Electronics Show, Januari lalu.

Kehadiran Spectacles cukup menarik atensi banyak pihak. Sayang saja kacamata ini hanya bisa digunakan untuk Snapchat. Padahal bila melihat data yang ada, jumlah pengguna Snapchat di Indonesia masih kalah dari pengguna media sosial lain, misalnya Instagram.

Cari ide seru untuk Instagram Stories? Klik saja di sini

Tentu akan elok kalau Spectacles mampu meraup lebih banyak konsumen dengan pilihan penggunaan aplikasi yang beragam. Dan mungkin kita akan segera menemukan banyak orang di Indonesia berlalu-lalang menggunakan Spectacles.

0 comments